Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
International Finance Corporation (IFC)

International Finance Corporation (IFC)

Bantu Bisnis di Negara Termiskin, IFC Kucurkan Dana Pembiayaan Covid-19 US$ 4 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2020 | 12:05 WIB
Thomas E Harefa (thomas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – International Finance Corporation (IFC) merespons pandemi dengan fokus pada pengjangkauan orang-orang paling rentan di negara berkembang.

Dari US$ 8 miliar dalam pembiayaan jalur cepat IFC Covid-19 yang disetujui oleh Dewan IFC pada Maret 2020, hingga saat ini US$ 4 miliar telah dialokasikan sebagai wujud dari komitmen tersebut, hampir setengahnya diharapkan bermanfaat bagi orang-orang di negara-negara termiskin dan negara-negara rapuh. Sisanya akan diarahkan untuk membantu dan mendukung perang melawan Covid-19 di negara berkembang dan negara pasar baru lainnya.

“Mendukung sektor swasta akan sangat penting untuk membantu negara-negara berkembang mencapai pemulihan yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh, serta membendung peningkatan kemiskinan ekstrem saat ini,” terang Presiden Kelompok Bank Dunia David Malpass dalam keterangan pers yang diterima Investor Daily, Kamis (29/10/2020).

Dia menjelaskan, tujuan IFC dengan fasilitas Covid-19 jalur cepat adalah menyediakan likuiditas yang dibutuhkan oleh klien perusahaan dan lembaga keuangan yang akan menyediakan modal kerja, mendukung lapangan kerja, dan memfasilitasi perdagangan.

Dewan IFC pada bulan Maret lalu menyetujui US$ 8 miliar dalam bentuk pendanaan untuk membantu perusahaan yang terkena dampak wabah tersebut. IFC, sebuah lembaga pembangunan global terbesar yang berfokus pada sektor swasta di pasar negara berkembang, sejak itu telah mengerahkan sepenuhnya US$ 2 miliar yang dialokasikan, di bawah pembiayaan perdagangan fasilitas jalur cepat.

Lewat dukungan ini IFC membantu klien dari lembaga keuangan untuk menjaga likuiditas tetap mengalir ke bisnis yang bergantung pada perdagangan, terutama usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), sebagai sumber utama lapangan kerja.

“Fasilitas jalur cepat Covid-19 milik IFC dirancang untuk menyediakan likuiditas kepada lembaga keuangan dan klien sektor riil, agar dapat mempertahankan lapangan kerja dan mencegah kerusakan jangka pendek,” jelas Direktur Pelaksana Sementara, Wakil Presiden Eksekutif dan Direktur Operasi IFC Stephanie von Friedeburg.

 

Komitmen Tambahan

IFC telah memberikan komitmen tambahan sebesar US$ 2 miliar di bawah fasilitas tersebut, ditujukan bagi semua wilayah operasi IFC. Pembiayaan ini digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari memperkuat penyedia layanan kesehatan hingga membantu sektor pariwisata yang terpukul dan mempertahankan bisnis yang giat, sehingga diharapkan dapat menyelamatkan lapangan kerja. Sebanyak US$ 623 juta lainnya dari mitra sektor swasta telah digerakkan untuk klien dari sektor-sektor tersebut.

Selain itu sejak bulan Maret 2020, IDA Private Sector Window (PSW), sebuah alat yang dikembangkan oleh Grup Bank Dunia untuk mengkatalisasi investasi sektor swasta di negara-negara termiskin di dunia, telah memberikan US$ 281 juta dalam bentuk jaminan yang mendukung pembiayaan perdagangan dan pinjaman modal kerja untuk usaha kecil dan menengah (UKM) di negara yang memenuhi syarat.

Tanggapan IFC ini adalah bagian dari upaya Grup Bank Dunia untuk mengambil tindakan yang luas dan cepat guna membantu negara berkembang memperkuat tanggapan pandemi mereka, meningkatkan pemantauan penyakit, dan meningkatkan intervensi kesehatan masyarakat. Grup Bank Dunia memiliki kapasitas keuangan untuk menyalurkan US$ 160 miliar selama 15 bulan ke depan, termasuk potensi US$ 47 miliar dari IFC sebagai bentuk dukungan dari sektor swasta.

Di masa depan, IFC akan bekerja dengan mitranya untuk membantu merestrukturisasi dan merekapitalisasi bisnis yang layak dan menyiapkan panggung untuk pemulihan yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh. Pada bulan Agustus, IFC juga meluncurkan Platform Kesehatan Global senilai US$ 4 miliar, yang membantu negara-negara berkembang memperluas akses ke pasokan medis seperti masker, ventilator, alat tes, dan, pada akhirnya, vaksin Covid-19.

 

Berikut beberapa contoh proyek fasilitas pembiayaan jalur cepat IFC yang fokus membantu usaha kecil hingga menengah:

 

  • Di Uganda, IFC memperkuat layanan kepada ratusan ribu pasien di rumah sakit dan klinik melalui pinjaman $ 4 juta kepada International Medical Group.

  • Di Nigeria, IFC membantu UKM di beberapa sektor yang menghadapi tantangan modal kerja atau pembiayaan perdagangan dengan pinjaman gabungan sebesar $ 200 juta ke bank FCMB, Access, dan Zenith.

  • Di Bangladesh, IFC mendukung Mymensingh Agro Limited, sebuah perusahaan anggota PRAN Group, untuk memperluas kapasitasnya dalam memproduksi produk makanan yang terjangkau dan berkualitas dengan investasi sebesar $ 25 juta.

  • Di Vietnam, IFC menawarkan bantuan kepada para pelaku bisnis, termasuk lebih dari 300 UKM, dengan menyediakan dana sebesar $ 75 juta untuk Perusahaan Pengembangan Phu My Hung.

  • Di Ukraina, IFC membantu produsen pertanian terkemuka di Ukraina dengan membiayai modal kerjanya untuk mengurangi potensi gangguan rantai pasokan suplai dalam produksi daging akibat pandemi, guna mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

  • Di Brasil, IFC membantu mempertahankan pekerjaan dan mengurangi guncangan ekonomi melalui pinjaman $ 100 juta kepada Daycoval, bank yang akan memberikan kredit kepada UKM, termasuk pelaku bisnis perempuan.

 

 

 

 

 

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN