Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jahja Setiaatmadja. Foto: IST

Jahja Setiaatmadja. Foto: IST

BCA Menjaga Pertumbuhan Bisnis Tetap Sehat

Thomas E Harefa, Senin, 29 Juni 2020 | 22:41 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjaga pertumbuhan bisnis perseroan tetap sehat. Ini dilakukan dengan menjaga pertumbuhan kinerja keuangan tetap positif tanpa mengabaikan pencapaian target dari sisi environment sustainability governance (ESG).

Hal itu dikemukakan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam paparannya berjudul Survive and Revive: Banking in the New Normal. Paparan tersebut disampaikan untuk penjurian Berita Satu Investor Awards 2020, di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Dia menjelaskan, BCA terus menjaga pertumbuhan yang sehat. Pada tahun lalu, BCA mampu membukukan kinerja keuangan yang postif dan melampaui target yang ditetapkan. Target laba tahun lalu sebesar Rp 25,9 triliun, namun BCA mampu merealisasikan laba mencapai Rp 27,3 triliun. Dari target penyaluran kredit sebesar Rp 577 triliun, jelas dia, realisasi kredit BCA mencapai Rp 604 triliun. Lalu target dana pihak ketiga (DPK) Rp 683 triliun, realisasinya mencapai Rp 699 triliun.

“Pangsa pasar DPK dan kredit juga terus tumbuh. Pada tahun lalu, pertumbuhan kredit industri perbankan sekitar 6,1%, di BCA tumbuh 12,2%. Pertumbuhan DPK industri perbankan sekitar 6,5%, BCA membukukan pertumbuhan 11%,” kata Jahja.

Pada indikator rasio keuangan tahun lalu, net interest margin (NIM) BCA di level 6,2% atau lebih tinggi dari rata-rata industri perbankan 4,9%. Return on asset (ROA) BCA di level 4,0% atau di atas rata-rata industri 2,5%. Capital adequacy ratio (CAR) BCA di level 23,8% atau tidak jauh berbeda dibandingkan rata-rata industri 23,4%. Sementara itu, loan to deposit ratio (LDR) industri perbankan 94,4%, di BCA mencapai 80,5%. Non performing loan (NPL) BCA di level 1,3% atau lebih rendah dari rata-rata industri 2,%%. Sedangkan beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) BCA di level 59,1% atau lebih rendah dari rata-rata industri 79,4%.

Jahja juga menjelaskan, kinerja BCA yang positif pada tahun lalu tersebut dibarengi dengan peluncuran sejumlah produk yang memudahkan. Pihaknya juga melakukan strategi terpadu untuk mendukung perkembangan core business.

Dalam hal ini, BCA melakukan jaringan nasional dan channel yang terintegrasi, dan transaction banking dan funding pool yang stabil dengan cost of funds rendah. Lalu, funding pool yang dalam dalam hal ini competitive lending di segmen korporasi, komersial dan UMKM, serta konsumen.

BCA juga melakukan human capital development seperti cultivating and strengthening BCA culture, developing capability to ensure HR future-ready, developing skill to enhance relationship, retaining and developing talent as next leader, dan build conducive working climate.

Strategi terpadu juga dilakukan dengan pengembangan jasa keuangan lainnya pada perusahaan anak yang bergerak dalam bidang consumer financing, sharia banking, sekuritas, general and life insurance, serta venture capital.

Jahja juga menjelaskan, pihaknya mendukung aktivitas pembayaran secara digital sejalan dengan strategi jangka panjang. Sebab, social distancing di era pandemi Covid-19 ini akan mempercepat tren digitalisasi perbankan. “BCA sudah bergerak untuk beradaptasi, tanpa mengabaikan pencapaian target dari sisi environment sustainability governance dengan program dan kegiatan pelestarian lingkungan Bakti BCA, kegiatan sosial Bakti BCA. Ada juga CSR BCA internal: aspek lingkungan, CSR BCA internal: aspek sosial,” jelas dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN