Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank

Logo Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank

Berikan Penjaminan, LPEI Berharap Perbankan Percaya Diri Salurkan Kredit

Senin, 3 Agustus 2020 | 18:28 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank telah ditunjuk oleh Menteri Keuangan sebagai lembaga penjamin kredit modal kerja korporasi padat karya. Dengan demikian, diharapkan perbankan semakin percaya diri untuk menyalurkan kredit modal kerja kepada debitur korporasinya karena dijamin oleh pemerintah melalui LPEI.

Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif LPEI Daniel James Rompas mengatakan, korporasi yang bisa mendapatkan penjaminan adalah mereka yang selama ini sudah menjadi debitur di bank dengan riwayat kredit yang baik serta terimbas pandemi Covid-19.

"Flow-nya sangat simpel dan kami berharap dengan mekanisme yang sederhana tersebut perbankan lebih percaya diri dalam memberikan kredit," jelas James dalam keterangannya, Senin (3/8).

Dia menambahkan, saat ini bank masih agak ragu untuk menyalurkan kredit kepada dunia usaha. Sementara sektor korporasi juga masih tertekan akibat pandemi Covid-19. Sehingga bisnisnya mengalami gangguan, banyak nasabah korporasi mengalami masalah dalam hal penjualan atau pendapatan bahan baku atau kinerja yang menurun.

"Di sini memang fungsi dari pemerintah sebagai akselerator dari pada kredit tersebut akan membuat perbankan lebih berani dalam memberikan fasilitas kepada debitur-debitur atau nasabah-nasabah yang terkena Covid-19," ungkap dia.

Dalam program penjaminan ini, pemerintah menanggung pembayaran imbal jasa penjaminan sebesar 100% atas kredit modal kerja sampai dengan Rp 300 miliar dan 50% untuk pinjaman dengan plafon Rp 300 miliar sampai Rp 1 triliun.

Untuk skema penjaminan direncanakan berlangsung hingga akhir 2021 dan diharapkan dapat menjamin total kredit modal kerja yang disalurkan perbankan hingga Rp 100 triliun.

"Setelah perbankan melakukan evaluasi terhadap pelaku usaha mengikuti ketentuan yang diatur oleh OJK dan layak untuk diberikan tambahan modal kerja, maka LPEI datang sebagai special mission vehicle pemerintah untuk memberikan enhancement kredit artinya untuk memberikan penguatan kredit, yakni bahwa kredit tersebut risikonya turut dijamin oleh pemerintah melalui LPEI dan PT PII," terang James.

Dalam skema penjaminan kredit modal kerja korporasi, porsi penjaminan sebesar 60% dari kredit, namun untuk sektor-sektor prioritas porsi yang dijamin sampai dengan 80% dari kredit. Sektor prioritas tersebut antara lain pariwisata (hotel dan restoran), otomotif, TPT dan alas kaki, elektronik, kayu olahan, furnitur, dan produk kertas.

Serta sektor usaha lainnya yang memenuhi kriteria terdampak Covid-19 sangat berat, sektor padat karya yakni mempekerjakan lebih dari 300 orang. Kemudian berorientasi ekspor dan/atau memiliki dampak multiplier tinggi serta mendukung pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), LPEI dapat memberikan penjaminan bagi bank dengan ketentuan diantaranya pembobotan aset tertimbang menurut risiko (ATMR) sebesar 0%.

Ketentuan lainnya, aset yang dijamin berkualitas lancar dan pengecualian perhitungan batas maksimum pemberian kredit (BMPK). Penugasan dan perluasan misi yang diberikan pemerintah kepada LPEI, sejatinya juga sejalan dengan mandat dan strategi bisnis LPEI ke depannya, yaitu untuk memperkuat bisnis penjaminan.

Ketua DK OJK Wimboh Santoso. Foto: IST
Ketua DK OJK Wimboh Santoso. Foto: IST

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso sebelumnya mengatakan, perluasan misi pada LPEI sangat positif untuk turut memberikan dukungan bagi perbankan agar semakin berani untuk menyalurkan kredit modal kerja ke sektor korporasi padat karya dan produktif. "LPEI merupakan lembaga sovereign, ATMR-nya sovereign, dan dijamin oleh pemerintah," tegas Wimboh.

LPEI akan berkontribusi dalam skema penjaminan atas pinjaman modal kerja yang diberikan perbankan kepada pelaku usaha Korporasi padat karya. Kapasitas LPEI merupakan lembaga penjamin yang memiliki jenis penjaminan sovereign guarantee dan didukung peningkatan kapasitas finansial melalui penyertaan modal negara (PMN).

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN