Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia.

Bank Indonesia.

UNTUK BEROPERASI DI INDONESIA

BI: Alipay Harus Penuhi Kelengkapan Dokumen

Triyan Pangastuti, Senin, 27 Januari 2020 | 19:55 WIB

JAKARTA, investor.id - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Sugeng mengatakan masih menunggu kelengkapan dokumen dompet digital asal Tiongkok Alipay, terkait rencana AliPay bekerjasama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

“Persyaratannya kita sudah koreksi, dokumen yang enggak lengkap harus dikembalikan. Untuk melengkapi (dokumen) belum balik lagi” ujar Sugeng ditemui usai rapat Komisi XI, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (27/1).

Dia mengatakan persyaratan Alipay maupun bank yang bekerja sama harus saling terbuka dan juga harus memenuhi standar dari organisasi akuntan publik atau Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI).

"Syaratnya ada standar IAPI. Fintech mau membuka, banknya juga mau membuka. Jadi saling memanfaatkan, bank bisa memanfaatkan fintech dan fintech memerlukan bank," katanya.

Saat ini Wechat Pay menjadi satu-satunya dompet digital asing yang telah mengantongi izin dari BI untuk bisa beroperasi di Indonesia dengan bekerjasama melalui Bank CIMB Niaga.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo

Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa dompet digital asing yang ingin beroperasi di Indonesia harus menggunakan mata uang rupiah dan bertransaksi dengan QR Indonesia Standart (QRIS). Langkah ini juga sebagai upaya menegakkan kedaulatan rupiah.

“Pelaku fintech wajib pakai QRIS. Kalau belum menggunakan QRIS, sistemnya kami larang dan matikan, wajib menggunakan QRIS. Termasuk provider asing harus tunduk memggunakan QRIS. Mereka harus menggunakan indoensia standard kita dan kalau mau bertransaksi domestik harus berpartner dengan pemain dalam negeri” tuturnya.

Selain itu, dompet digital juga harus bekerjasama dengan bank buku IV dalam negeri untuk memenuhi standarisasi open application programming interface.

“Kami juga ingin antara fintech dengan perbankan juga nyambung yaitu kami dorong perbankan open banking dan fintech kami sambungkan transaksi pembayarannya. Sekarang mudah dengan standarisasi Open Application Programming Interface (API). kami akan lakikan standarisasi nanti dengan standar Indonesia, sehingga nyambung antara transaksi bank dan fintech” tuturnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA