Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat media briefing di Jakarta, Jumat (05/06/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Humas Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat media briefing di Jakarta, Jumat (05/06/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Humas Bank Indonesia

SEGMEN KORPORASI SUDAH DIRESTRUKTURISASI RP 164,7 TRILIUN

BI: Restrukturisasi Kredit Perbankan Mencapai Rp 871,6 Triliun

Kamis, 16 Juli 2020 | 18:34 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) mencatat, kredit perbankan yang telah direstrukturisasi hingga akhir Juni 2020 mencapai Rp 871,6 triliun. Dari nilai tersebut, komposisi terbesar adalah kredit segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sebesar 35,49% dari realisasi restrukturisasi.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, industri perbankan telah melakukan restrukturisasi kredit secara cepat. "Program restrukturisasi dari laporan bulanan yang kami terima dari perbankan sampai Juni 2020 secara keseluruhan kredit yang direstrukturisasi sebesar Rp 871,6 triliun. Dari nilai ini, UMKM yang terbesar, senilai Rp 309,3 triliun," ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Kamis (16/7).

Adapun untuk segmen kredit korporasi yang telah direstrukturisasi industri perbankan porsinya sebesar 18,90% dari total realisasi restrukturisasi pinjaman nasabah perbankan. Sementara itu, segmen komersial porsinya sebesar 15,02% dan segmen kredit konsumsi sebesar 13,67%.

"Untuk segmen korporasi (kredit yang sudah direstrukturisasi) sebesar Rp 164,7 triliun, kemudian segmen komersial sebesar Rp 130,9 triliun, dan kredit konsumsi sebesar Rp 119,2 triliun," papar Perry.

Menurut dia, realisasi restrukturisasi kredit oleh industri perbankan tersebut merupakan kemajuan, karena prosesnya sudah dilakukan dengan cepat. Dengan demikian, diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi nasional dengan membaiknya kinerja intermediasi perbankan.

"Bank di samping memberikan keringanan kredit, juga mengucurkan kredit modal kerja. Dengan pelonggaran PSBB, ini merupakan pemulihan ekonomi karena bisa membuka aktivitas ekonomi. BI akan mendorong pendanaan," ungkap Perry.

Di sisi lain, dengan mulai berjalannya aktivitas ekonomi di kuartal ketiga ini, maka permintaan akan kredit juga diperkirakan mulai meningkat. Sehingga, perbankan bisa kembali menyalurkan kreditnya.

"Permintaan domestik akan naik, ini meningkatkan kredit perbankan. Di sisi lain, perbankan juga masih melakukan restrukturisasi," tutur Perry. 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN