Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bank BTPN Economic Outlook 2023 turut dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, Ekonom Senior dan Co-Founder Creco Research Institute Dr. M. Chatib Basri dan Head of Treasury Bank BTPN Wiwig Santoso melalui Zoom Webinar pada Senin (5/12/2022).

Bank BTPN Economic Outlook 2023 turut dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, Ekonom Senior dan Co-Founder Creco Research Institute Dr. M. Chatib Basri dan Head of Treasury Bank BTPN Wiwig Santoso melalui Zoom Webinar pada Senin (5/12/2022).

BI Ungkap Penyebab Ekonomi Global hanya akan Tumbuh 2,6% di 2023

Senin, 5 Des 2022 | 23:02 WIB
Indah Pujiastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budy Waluyo, mengatakan pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan sebesar 2,6%. Sementara tahun 2022, pertumbuhan ekonomi global diprediksi sebesar 3%. 

Dody menyebut beberapa faktor yang menjadi penyebab pelambatan ekonomi global, yaitu inflasi yang masih tinggi, dan suku bunga global yang diperkirakan akan bertahan panjang dan tinggi. 

Baca juga: BI Proyeksikan Inflasi 2023 Berkisar 3% Plus Minus 1%

"Tingginya inflasi global sebagian besar didorong adanya kelangkaan pasokan pangan dan energi, yang akan mencapai peak-nya sekitar 9,2% di tahun 2022. Dan itu nanti baru akan turun di tahun 2023 ke angka sekitar 5,2%," terang Dody dalam acara Economic Outlook 2023 yang diselenggarakan Bank BTPN pada Senin (5/12/2022) melalui zoom meeting

Advertisement

Menurut Dody, saat ini inflasi sudah diposisi akan melambat meskipun di beberapa negara inflasinya di posisi tinggi dan sudah mengarah kepada perlambatan. Masing-masing negara memilki target pertumbuhan ekonomi bagi negaranya mulai dari 2%-5% di tahun 2023. 

Baca juga: Rupiah Melemah Seiring Pasar Hindari Aset Berisiko

Selain itu, potensi suku bunga yang diperkirakan akan bertahan panjang dan tinggi. Dikatakan, tahun 2023, pertumbuhan ekonomi tidak bisa tertahan, hal ini disebabkan tentu dari inflasi yang sudah mulai terlihat dari daya beli masyarakat, dan dampak suku bunga yang tinggi tercermin dari permintaan domestik  dan permintaan eksternal (ekspor) juga akan terganggu. 

Dengan tingginya suku bunga, persepsi ekonomi dunia juga akan melambat. Bank Indonesia melihat tekanan dari sisi nilai tukar Amerika Serikat yang potensinya masih akan terapresiasi meskipun tidak setajam dari sisi penguatan selama 2022. Sehingga yield  Treasury AS potensinya diperkirakan di kisaran 4,25% pada triwulan I-2023. Selain itu, BI juga melihat The Fed terminal rate-nya masih ada di kisaran 4,85-5% pada triwulan I-2023. 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com