Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penandatanganan keputusan bersama Gubernur BI Perry Warjiyo dan Ketua DK OJK Wimboh Santoso tentang  tentang Kerja Sama dan Koordinasi BI dan OJK dalam rangka Pemberian Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek (PLJP) dan Pembiayaan Likuiditas Jangka Pendek Syariah (PLJPS) disaksikan para Anggota DK OJK dan Deputi Gubernur BI, di Jakarta, Senin (19/10). Foto: IST

Penandatanganan keputusan bersama Gubernur BI Perry Warjiyo dan Ketua DK OJK Wimboh Santoso tentang tentang Kerja Sama dan Koordinasi BI dan OJK dalam rangka Pemberian Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek (PLJP) dan Pembiayaan Likuiditas Jangka Pendek Syariah (PLJPS) disaksikan para Anggota DK OJK dan Deputi Gubernur BI, di Jakarta, Senin (19/10). Foto: IST

BI-OJK Sepakat Perkuat Proses Pemberian PLJP/PLJPS Perbankan

Selasa, 20 Oktober 2020 | 11:41 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyepakati penguatan proses dalam pemberian Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek (PLJP) kepada perbankan, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Bersama tentang Kerja Sama dan Koordinasi BI dan OJK dalam rangka Pemberian Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek (PLJP) dan Pembiayaan Likuiditas Jangka Pendek Syariah (PLJPS).

Keputusan bersama tersebut ditandatangani oleh Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso pada Senin (19/10) di Jakarta, sebagai tindak lanjut terbitnya penyempurnaan ketentuan PLJP/PLJPS bank umum pada 29 September 2020.

Perry mengatakan, penyediaan PLJP/PLJPS bagi bank oleh BI diberikan bagi yang mengalami kesulitan likuiditas jangka pendek, tetapi masih solven ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

"Koordinasi BI dan OJK dalam pemberian PLJP/PLJPS yang bersifat end-to-end ini dilakukan untuk memperlancar pelaksanaan pemberian PLJP/PLJPS dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik," ungkap Perry dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10).

Sementara itu, Wimboh menyampaikan bahwa keputusan bersama ini akan memperkuat pelaksanaan fungsi lender of the last resort oleh BI, memperkuat pelaksanaan fungsi pengawasan perbankan dan lembaga jasa keuangan oleh OJK, serta memperjelas mekanisme dan akuntabilitas masing-masing lembaga.

"Kerjasama dan koordinasi BI dengan OJK semakin baik dalam menjaga SSK melalui terciptanya sistem perbankan yang sehat, efisien, serta berkontribusi optimal bagi perekonomian nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat luas," kata Wimboh.

Ruang lingkup koordinasi dan kerja sama terkait PLJP/PLJPS yang dituangkan dalam Keputusan Bersama BI dan OJK tersebut mencakup sinergi kedua lembaga pada saat pra permohonan, penilaian terhadap pemenuhan persyaratan. Kemudian, penyampaian informasi persetujuan permohonan, pengawasan terhadap bank penerima, dan pelunasan serta eksekusi agunan.

Selanjutnya, pedoman pelaksanaan keputusan bersama ini akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Anggota Dewan Gubernur BI dan Anggota Dewan Komisioner OJK.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN