Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Herry Sidharta. Sumber: bni.co.id

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Herry Sidharta. Sumber: bni.co.id

BNI bakal Langsung ‘Ngacir’ Setelah PSBB Dilonggarkan

Kamis, 2 Juli 2020 | 08:00 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, Investor. id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) akan memprioritaskan penyaluran kredit ke sektor padat karya demi menjaga keberlanjutan ekonomi. BNI bakal langsung ‘ngacir’ setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan di berbagai daerah.

Menurut Direktur Utama BNI, Herry Sidharta, penyaluran kredit BNI akan ditopang dana pemerintah sebesar Rp 5 triliun yang ditempatkan di bank tersebut guna mendorong kebangkitan sektor riil dan memulihkan perekonomian nasional.

"Kami prioritaskan padat karya. Kami mulai salurkan sejalan dengan dibukanya PSBB di daerah hijau. Kami masuk ke sana untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Selama PSBB kan kami ‘istirahatkan’ dulu," ujar Herry Sidharta usai pertemuan direktur utama bank-bank anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Rabu (1/7).

Herry berharap, aktivitas ekonomi bisa kembali bergulir dan para pengusaha tidak lagi menunggu. “Kesempatan untuk speed up pertumbuhan kredit ada di kuartal III dan IV. Kami juga akan membiayai sektor transportasi, sebab Indonesia merupakan negara kepulauan. Tanpa transportasi, bisnis tidak akan berjalan,” tandas dia.

Dalam tiga bulan ke depan, kata Herry Sidharta, BNI berencana menyalurkan kredit sebesar Rp 15,04 triliun kepada segmen usaha kecil, menengah, dan korporasi. Untuk segmen usaha kecil, BNI akan menyalurkan Rp 12 triliun, segmen menengah Rp 492 miliar, dan segmen korporasi Rp 2,55 triliun dengan fokus pada perusahaan-perusahaan berorientasi ekspor dan industri padat karya.

Himbara merevisi target pertumbuhan kredit tahun ini dari 6-13% menjadi 1-5% secara tahunan (year on year/yoy). Angka itu lebih tinggi dari target pertumbuhan kredit industri perbankan yang telah direvisi OJK. Dalam proyeksi OJK, kredit perbankan hingga akhir 2020 hanya tumbuh 0-2% dibanding target awal 10-12% (yoy).

BNI memangkas target pertumbuhan kredit tahun ini menjadi 4% dari semula 11-13% (yoy). Sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menargetkan kredit tahun ini tumbuh 4-5% (yoy), lebih rendah dari target awal 10-11%. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga merevisi target pertumbuhan kredit pada 2020 dari 8-10% menjadi 1-2% (yoy). Adapun PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan kredit tahun ini tumbuh 4-5%, turun dari target awal 6-8% (yoy).

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN