Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar (tiga dari kiri), dan Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati (tiga dari kanan), bersama Direktur Manajamen Risiko BNI David Pirzada, Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini, Direktur IT dan Operasi BNI Y.B. Hariantono, dan Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir berbincang di sela public expose BNI Kuartal I 2021 di Jakarta,Senin (26/4/2021). Foto: Investor Daily/Emral

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar (tiga dari kiri), dan Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati (tiga dari kanan), bersama Direktur Manajamen Risiko BNI David Pirzada, Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini, Direktur IT dan Operasi BNI Y.B. Hariantono, dan Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir berbincang di sela public expose BNI Kuartal I 2021 di Jakarta,Senin (26/4/2021). Foto: Investor Daily/Emral

BNI Paparkan Realisasi Program PEN Hingga Mei 2021

Kamis, 17 Juni 2021 | 14:00 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investror.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berkomitmen mendukung pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sampai dengan Mei 2021 telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 12,1 triliun kepada 121 ribu debitur. KUR tersebut utamanya disalurkan kepada sektor pertanian, perdagangan, dan jasa-jasa.

"Sekilas KUR sampai Mei 2021, total outstanding kurang lebih Rp 37,6 triliun atau naik 46,8% dibandingkan Mei 2020," jelas Direktur Utama BNI Royke Tumilaar dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR, Kamis (17/6/2021).

Adapun selama periode Januari hingga Mei 2021 BNI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 12,1 triliun, atau melonjak 87% dibandingkan periode sama tahun lalu. Dengan jumlah akumulasi debitur KUR hingga Mei 2021 mencapai 331 ribu debitur.

"Dengan penambahan jumlah penyaluran dari Januari-Mei ke 121 ribu debitur, naik 49%. Namun,penyaluran KUR yang agresif ini kami tetap hati-hati. Tercatat NPL 0,6% walaupun ada kualitas kredit yang turun atau pra NPL 2,6%," imbuh dia.

Royke mengatakan, selain menyalurkan KUR, perseroan juga memberikan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp 2,6 triliun kepada 2,19 juta penerima. Adapun mayoritas penerima BPUM adalah pengusaha rumah tangga dan pemilik warung.

"BNI juga memberikan subsidi bunga UMKM sesuai PMK 85 sebesar Rp 79,9 miliar kepada 7.765 debitur yang terutama di sektor perdagangan dan pertanian," ungkap royke.

Perseroan juga telah memberikan subsidi bunga KUR sebesar Rp 975 miliar kepada 292 ribu debitur. Di sisi lain, penjaminan kredit kepada UMKM yang telah diberikan senilai Rp 3,6 triliun kepada 3.100 UMKM yang mayoritas adalah sektor perdagangan, pertanian, dan industri.

"Kemudian, penjaminan kredit korporasi padat karya sebesar Rp 130 miliar kepada 2 debitur. Namun, ada pipeline Rp 1,5 triliun yang dalam proses," kata Royke.

BNI juga menyalurkan kredit yang bersumber dari dana pemerintah senilai Rp 28,29 triliun kepada 150 ribu debitur. Perseroan juga turut mendukung penyaluran bansos sembako sebesar Rp 17,1 triliun kepada 7,9 juta penerima, serta penyaluran PKH senilai Rp 14,3 triliun kepada 4,2 juta keluarga penerima manfaat.

Penyaluran subsidi gaji melalui BNI sebesar Rp 7,7 triliun kepada 3,2 juta penerima, dan juga menyalurkan kartu prakerja senilai Rp 10 triliun kepada 2,8 juta penerima.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN