Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung berada di galeri saham gedung BEI, Jakarta, belum lama ini. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih terkonsolidasi usai Pemilu 2019 yang digelar pada Rabu (17/4/2019). Penguatan IHSG mendapat sentimen positif dari posisi neraca perdagangan Maret 2019, yang surplus sebesar US$540 juta. Hal itu pun berperan sebagai penahan dari aksi jual yang dilakukan investor dalam rangka wait and see menjelang Pemilu 2019. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Pengunjung berada di galeri saham gedung BEI, Jakarta, belum lama ini. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih terkonsolidasi usai Pemilu 2019 yang digelar pada Rabu (17/4/2019). Penguatan IHSG mendapat sentimen positif dari posisi neraca perdagangan Maret 2019, yang surplus sebesar US$540 juta. Hal itu pun berperan sebagai penahan dari aksi jual yang dilakukan investor dalam rangka wait and see menjelang Pemilu 2019. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

BNI Sekuritas Gandeng Global Wakaf-ACT Luncurkan Layanan Wakaf Saham

Ghafur Fadillah, Kamis, 8 Agustus 2019 | 15:48 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Bank Negara Indonesia (BNI) Group melalui anak perusahaannya yaitu PT BNI Sekuritas menjalin kerjasama dengan Global Wakaf, meluncurkan layanan wakaf saham. Dengan kerja sama ini Global Wakaf akan menjadi pengelola dari keuntungan yang dihasilkan dari objek berupa saham syariah atau gabungan keuntungan investasinya.

Presiden Direktur Global Wakaf, Syahru Aryansyah mengatakan bahwa untuk memberikan layanan secara ekslusif kepada investor wakaf saham, BNI Sekuritas juga telah membangun Galeri Wakaf Saham yang berlokasi di Gedung Menara 165. Galeri tersebut merupakan hasil kerjasama kedua pihak sebagai komitmen dalam optimisme inklusi pasar modal syariah serta filantropi melalui wakaf saham.

“Galeri wakaf ini nantinya akan menjadi tempat bersinergi antara empat pihak untuk melakukan transaksi jual belli saham syariah, yaitu Global Wakaf sebagai Nazir, BNI sekuritas sebagai perusahaan efek dan Busa Efek Indonesia (BEI) sebagai regulator dan masyarakat yang ingin bertransaksi saham,” ujarnya pada saat ditemui usai peluncuran layanan saham di BEI, Kamis (8/8).

Ryan –demikian Aryansyah akrab disapa-- mengatakan bahwa saat ini global wakaf sedang fokus terhadap pangan dan adanya program ini berpotensi membangun kebutuhan daerah lokal akan pangan dengan beberapa program sepeti lumbung padi wakaf, dan lumbung ternak wakaf, lalu ke depannya global wakaf berencana untuk membangaun kawasan terpadu wakaf yang nantinya akan memuat produk dari hulu ke hilir.

“Nanti dengan adanya kawasan terpadu tersebut produk hulunya akan dihasilkan dari kawasan tersebut dan hilirnya akan disalurkan ke pada warung wakaf, dan ritel wakaf. Jadi nanti profitnya juga bisa kita kembangkan untuk membangun fasilitas-fasilitas seperti sekolah internasional, rumah sakit, klinik dan untuk membangun daerah sekitar yang akan di berdayakan dengan pengleolaan wakaf tersebut,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt Direktur Utama BNI sekuritas, Geger N Maulana mengatakan bahwa jumlah investor saham syariah saat ini sudah hampir mencapai 6% dari total investor saham di Bursa Efek Indonesia dan setiap tahunnya terus bertumbuh signifikan lalu saat ini perseroan menargetkan perutmbuhan sampai 1000 nasabah pertahun setelah launching.

“Peluncuran Galeri Wakaf Saham ini merupakan wujud komitmen BNI Sekuritas dan Global Wakaf sebagai lembaga nazhir untuk berkontribusi memajukan Indonesia dalam semangat filantropi. Didukung dengan jaringan yang kuat,” ujarnya

Suntikan dana Rp 225 miliar

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyuntikkan dana sebesar Rp 225 miliar kepada PT BNI Sekuritas. Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan bisnis brokerage dan investment banking.

Sekretaris Perusahaan BNI Sekuritas Meiliana menjelaskan, penambahan modal tersebut dilakukan dengan pembelian saham dalam bentuk simpanan. Pembelian saham ini setara dengan 75% saham BNI Sekuritas.

"Penambahan modal tersebut menambah modal disetor BNI Sekuritas dari Rp 133,13 miliar menjadi Rp 433,13 miliar," kata Meiliana dalam keterangan resmi, Kamis (1/8).

Lebih lanjut, BNI juga bersedia untuk membeli sisa 25% saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lainnya. Apabila hal tersebut dilakukan, maka kepemilikan saham BNI di BNI Sekuritas bisa meningkat menjadi 92,32%. Sedangkan sisanya dimiliki oleh SBI Financial Services Co Ltd.

"Penambahan modal ini juga tidak mengubah pemegang saham pengendali, BNI tetap menjadi pemegang saham pengendali," tutur dia.

Direktur BNI Sekuritas Geger N Maulana menjelaskan, tambahan modal tersebut akan digunakan untuk mengembangkan bisnis inti perseroan. "Kami dalam pengembangan brokerage dan investment banking business, baik dalam hal capacity maupun capability yang berkualitas," jelas dia.

Geger menjelaskan, pihaknya akan mengembangkan brokerage ritel dan institusional supaya bisa meningkatkan volume transaksi saham dan pendapatan tetap.

"Dalam pengembangan bisnis investment banking, BNI Sekuritas bisa meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya dalam pengembangan pasar modal dan advisory business di primary capital market," ungkap dia.

Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat dukungan operasional dan infrastruktur IT serta SDM yang profesional.

"Penguatan infrastruktur dilakukan dengan terus memperbaiki proses bisnis untuk pengembangan bisnis diimbangi dengan layanan prima kepada para nasabah kami," kata dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA