Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
TCASH berubah nama menjadi LinkAja. Sumber: Istimewa

TCASH berubah nama menjadi LinkAja. Sumber: Istimewa

BNI Setor Modal ke LinkAja Lewat BNI Sekuritas

Nida Sahara, Jumat, 2 Agustus 2019 | 08:28 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) akan menyetor modal tahap I ke PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja, melalui suntikan dana ke PT BNI Sekuritas sebesar Rp 225 miliar untuk membeli 225 juta lembar saham.

Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pihaknya melakukan pembelian saham dalam simpanan BNI Sekuritas sebanyak 225 juta lembar saham atau senilai Rp 225 miliar. Jumlah tersebut merupakan 75% dari total 100% saham yang diterbitkan oleh anak usaha sekuritasnya.

"Suntikan modal tersebut adalah untuk memperkuat modal BNI Sekuritas, di samping untuk setoran ke LinkAja," kata Anggoro ketika dihubungi Investor Daily, Kamis (1/8).

Menurut Anggoro, penyertaan kepada LinkAja dibagi dengan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) lainnya. Untuk penyertaan modal tahap pertama ke Finarya, BNI memang akan masuk melalui BNI Sekuritas. "Porsi BNI Sekuritas, sesuai dengan CSSA (perjanjian pembelian saham atau conditional share subscription agreement/CSSA), untuk tahap ke-1 mencapai 23,81%," lanjut Anggoro.

Kemudian, lanjut dia, untuk penyertaan modal ke Finarya tahap kedua dan ketiga tentunya diharapkan akan dilakukan melalui perusahaan modal ventura. Perseroan tengah menyiapkan dana sebesar Rp 600-700 miliar untuk mengakuisisi perusahaan modal ventura (venture capital). Namun, sampai dengan saat ini pihaknya belum bersedia menyebutkan perusahaan modal ventura yang sedang diincar.

"Kami di RBB (rencana bisnis bank) masih Rp 600-700 miliar, karena penyertaan LinkAja pada semester II ada tiga tahapan, kami kejar pada semester II ini, tahap pertama belum bisa pakai modal ventura, tapi masih dari sekuritas," jelas Anggoro.

Lebih lanjut, terkait suntikan modal kepada BNI Sekuritas, berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/8), BNI juga menyatakan kesediaannya untuk membeli sisa 25% saham yang diterbitkan oleh BNI Sekuritas apabila pemegang saham lain tidak mengambil porsinya.

Setelah dilakukan penambahan modal tersebut, maka modal disetor BNI Sekuritas berubah dari Rp 133,13 miliar menjadi Rp 433,13 miliar. Hal tersebut membuat porsi pemegang saham BNI sebesar 75% dan SBI Financial Services Co Ltd sebesar 25%. Sedangkan apabila pemegang saham lain tidak mengambil porsi penerbitan saham BNI Sekuritas, porsi saham BNI akan menjadi 92,32% dan SBI Financial Services Co Ltd menjadi 7,68%.

Penambahan modal ini tidak mengubah pengendalian perseroan terhadap PT BNI Sekuritas, sehingga perseroan tetap menjadi pemegang saham pengendali. Segala biaya terkait pembelian saham (penambahan penyertaan) ini telah dianggarkan pada rencana bisnis bank (RBB) perseroan tahun 2019.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN