Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). (Foto: Dok. BNI)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). (Foto: Dok. BNI)

BNI Siap Antar UMKM Indonesia ke Pasar Global

Senin, 9 Agustus 2021 | 18:17 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) siap membantu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia untuk menembus pasar ekspor lewat kantor cabangnya yang tersebar di sejumlah negara.

Diketahui, BNI memiliki kantor cabang luar negeri di Singapura; Hong Kong; Tokyo, Jepang; Seoul, Korea Selatan; London, Inggris; dan New York, Amerika Serikat.

“Saat ini, kredit di kantor cabang luar negeri BNI tercatat US$3,7 miliar, di mana 93% dari portofolio kredit merupakan Indonesia-related business,” ungkap Direktur Utama BNI Royke Tumilaar dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (9/8).

Menurut Royke, kantor cabang luar negeri BNI dapat berperan dalam pengembangan UMKM Indonesia yang merupakan nasabah BNI domestik. Antara lain dengan memberikan layanan advisory, khususnya mengenai market insight, akses kepada potential buyer, regulasi lokal terkait custom and tax, dan lain-lain.

Salah satu pelaku usaha diaspora Indonesia yang hingga saat ini telah memperoleh fasilitas pembiayaan dari Kantor Cabang Luar Negeri BNI adalah Surya Trading Co., Ltd. - Hong Kong yang bergerak di bidang perdagangan retail makanan dan minuman.

Berkat dukungan dan total solusi perbankan yang disediakan oleh BNI Hong Kong, Surya Trading Co., Ltd. saat ini telah memiliki 11 toko/supermarket yang berlokasi di Hong Kong dan aktif melakukan suplai barang kebutuhan sehari-hari (terutama food and beverage) produksi Indonesia ke 80 toko afiliasinya di Hong Kong.

“Untuk mendukung program tersebut, telah disiapkan skema pembiayaan khusus, dan kantor cabang luar negeri telah melakukan penjajakan terhadap potensi pembiayaan kepada UMKM diaspora di negara masing-masing. Ke depan, pembiayaan diaspora Indonesia akan menjadi sumber pertumbuhan baru di segenap kantor cabang luar negeri,” ungkap Royke.

Royke mengatakan pihaknya menargetkan agar porsi pembiayaan UMKM meningkat dari 20,7% pada 2020 menjadi 30% pada 2024.

Dalam hal ini, BNI telah menyusun skema pembiayaan dengan memberikan beberapa relaksasi atas kebijakan kredit yang ditujukan bagi UMKM yang berorientasi ekspor, baik eksportir langsung maupun tidak langsung, termasuk kepada diaspora.

BNI juga berinisiatif membentuk XPora sebagai one-stop shopping solution BNI untuk layanan terintegrasi bagi mitra-mitra UMKM. Saat ini, Xpora sudah dilakukan piloting di tujuh lokasi, yakni Medan, Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Denpasar, dan Makassar.

Xpora memiliki delapan solusi utama untuk UMKM. Antara lain pelayanan cepat dan berkualitas, peningkatan kapabilitas melalui edukasi, pendampingan, pengembangan UMKM dan akses kepada tool bisnis fintech, juga diagnostic bisnis, solusi keuangan mudah dan terintegrasi, kemudahan akses pasar via kerja sama dengan e-commerce dan instansi pemerintah.

Selain itu, aktivasi digital melalui kerja sama dengan Xpora partner dan pelayanan digital yang komprehensif, solusi transaksi nirtunai (cashless) via digital portal dengan akses mudah kepada channel e-banking, pemberdayaan bisnis ekspor dengan akses kepada inkubasi dan B2B matchmaking dengan potensial buyer nasabah BNI yang berada di Kantor cabang luar negeri, serta solusi dengan orientasi ekspor termasuk produk trade dengan biaya rendah.

Adapun upaya BNI membantu UMKM Indonesia agar go global ini menuai pujian Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Erick Thohir. Belum lama ini, Erick juga mendo­rong keberadaan BNI di London agar dapat membantu diaspora pelaku UMKM serta pengusaha RI untuk mengembangkan usaha mereka di kawasan Inggris Raya dan Eropa.

Hal tersebut turut mendapatkan dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London serta Indonesia Small-Medium Enterprises in The United Kingdom (ISME-UK).

“Ini era baru, era digital. Jika mau belajar dan kolaborasi, kita bisa dapat peluang, akses modal, keterampilan, bahkan akses pasar baik di dalam dan luar negeri. Sebagai contoh, peluang bisnis bukan lagi andalkan tetangga sekitar sebagai pasar tetapi juga seantero Indonesia, bahkan ke tingkat global. Seperti yang dilakukan BNI, yang sudah membuka jalan bagi UMKM agar go global menembus pasar Eropa melalui London,” jelas Erick.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN