Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo. Sumber: BSTV

Dirut BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo. Sumber: BSTV

BNI Syariah dan Mandiri Syariah Implementasikan Qanun Aceh

Senin, 19 Oktober 2020 | 18:54 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank BNI Syariah dan PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) melanjutkan implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Provinsi Aceh dengan mengkonversi aset bank induk konvensional di Aceh menjadi syariah.

BNI Syariah membuka enam outlet Kantor Cabang Pembantu (KCP), yang sebelumnya beroperasi sebagai kantor induk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Pembukaan outlet tersebut akan melengkapi pembukaan enam outlet pada September 2020 lalu, sehingga sampai saat ini BNI Syariah telah membuka sebanyak 19 KCP sebagai implementasi Qanun LKS.

Sebanyak enam outlet KCP yang dibuka adalah KCP Kutacane, Aceh Tenggara; KCP Nagan Raya; KCP Lhoksukon, Aceh Utara; KCP Lueng Bata, Banda Aceh; KCP Sukaramai, Lhokseumawe; dan KCP Unsyiah Darussalam, Banda Aceh.

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo dalam keterangannya mengatakan, dengan dukungan induk yakni BNI, diharapkan enam kantor cabang pembantu BNI Syariah baru ini dapat semakin mempermudah akses masyarakat Aceh untuk mendapatkan layanan perbankan syariah dan menambah realisasi dana pihak ketiga (DPK) maupun pembiayaan dari BNI ke BNI Syariah.

"Sampai saat ini target BNI Syariah tahun 2020 untuk migrasi DPK telah tercapai sebesar 116%, sedangkan migrasi pembiayaan sebesar 126%. Total bisnis BNI yang akan dimigrasikan ke Syariah hingga batas akhir pelaksanaan Qanun adalah sebesar Rp 3 triliun untuk DPK dan Rp 1,6 triliun untuk pembiayaan," ungkap Firman, Senin (19/10).

Dengan dibukanya 6 outlet KCP, kini BNI Syariah tercatat mempunyai 27 outlet di Aceh, yang terdiri atas 2 Kantor Cabang (KC), 21 kantor cabang pembantu (KCP), dan 4 payment point.

Pencapaian target bisnis Qanun LKS ini seiring dengan implementasi beberapa fokus strategi diantaranya percepatan pembukaan rekening dengan sharing data BNI ke BNI Syariah. Selain itu, aktif melakukan sosialisasi simplikasi pembukaan rekening dana dan implementasinya; menerapkan pre approval untuk pembiayaan konsumer, aktif melakukan kunjungan prioritas dan korporat, serta mempercepat penandatanganan kerjasama lokal yang masih tertunda.

BNI Syariah mempunyai sinergi yang kuat dengan BNI, dimana BNI Syariah didukung teknologi yang dimiliki BNI sehingga lebih efisien. Selain sinergi dari sisi teknologi, BNI Syariah juga bersinergi dengan BNI dalam hal jaringan, dimana 1.747 outlet milik BNI dapat melayani transaksi syariah melalui produk-produk BNI Syariah.

Untuk melengkapi kenyamanan nasabah dalam bertransaksi sesuai prinsip syariah, BNI Syariah memberikan berbagai layanan diantaranya penghapusan denda dan layanan shalat diawal waktu di seluruh outlet BNI Syariah. BNI Syariah juga menyediakan akses layanan transaksi dan Ziswaf melalui e-channel BNI (ATM, BNI Mobile Banking, BNI SMS Banking, dan BNI Internet Banking) dan mempunyai program hasanah reward yaitu tunjangan hafiz qur'an kepada karyawan.

Aplikasi Mandiri Syariah Mobile bisa diunduh di App Store untuk iOs dan Playstore untuk Android dan sangat bermanfaat untuk kondisi work from home seperti saat ini.
Aplikasi Mandiri Syariah Mobile. Foto ilustrasi.

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melakukan penandatanganan akta perjanjian pemasukan dalam perseroan terbatas (inbreng), akta pelepasan hak dan akta pemasukan ke dalam perusahaan berupa aset tetap tidak bergerak (ATTB) yang berlokasi di Aceh kepada Mandiri Syariah dengan nilai Rp 152,99 miliar.

"Dengan ditandatanganinya akta inbreng tersebut, maka seluruh ATTB perseroan yang berlokasi di Provinsi Aceh beralih menjadi ATTB PT Bank Syariah Mandiri," tulis manajemen Bank Mandiri.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN