Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jajaran Direksi dan Dewan Pengawas BPJamsostek pada acara Laporan Keuangan dan Laporan Pengelolaan Program (LK-LPP),  di Plaza BPJamsostek, Jakarta, Senin (31/5/2021). (Foto: Investor Daily/Nida Sahara)

Jajaran Direksi dan Dewan Pengawas BPJamsostek pada acara Laporan Keuangan dan Laporan Pengelolaan Program (LK-LPP), di Plaza BPJamsostek, Jakarta, Senin (31/5/2021). (Foto: Investor Daily/Nida Sahara)

BP Jamsostek Pastikan Data Peserta Aman

Selasa, 1 Juni 2021 | 01:32 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek Pramudya Iriawan Buntoro mengatakan, keamanan data peserta menjadi salah satu perhatian utama pihaknya. Setelah memperoleh informasi adanya kebocoran data, pihaknya langsung membentuk tim untuk melakukan penelusuran dan pengecekan sumber dari kebocoran data tersebut.

"Adanya kasus kebocoran data, kami langsung bentuk tim penelusuran untuk mengecek apakah sumber berasal dari data BPJS Ketenagakerjaan. Sampai saat ini tim tidak menemukan indikasi kebocoran data dari BPJS Ketenagakerjaan, data yang ada di BPJS Ketenagakerjaan tidak terkait dengan yang beredar," ujar Pramudya di Plaza BPJamsostek, Senin (31/5).

Hasil penelusuran tim internal BPJamsostek, diharapkan dapat menenangkan peserta BPJS Ketenagakerjaan bahwa data jaminan sosial ketenagakerjaan tidak terkait dengan isu kebocoran data yang ada.

Selain itu, Pramudya menjelaskan, keamanan data harus menjadi perhatian bersama bukan hanya BPJS Ketenagakerjaan selaku pengelola jaminan sosial, tetapi juga peserta. Data tersebut harus dilihat sebagai aset yang wajib dijaga bersama.

"Kami juga ingin menghimbau, keamanan data ini harus dilakukan bersama-sama, termasuk pemilik data. Kami pastikan ini menjadi aset dan dijaga juga oleh peserta. Karena kami lihat di lapangan ada indikasi peserta menggunakan jasa seperti pakai calo untuk pengajuan klaim, ketika itu terjadi data peserta akan pindah ke calo, kita minta sama-sama concern data itu sendiri," jelas dia.

Pihaknya mengharapkan agar masyarakat bisa menjaga dengan baik data pribadinya, seperti tidak menggunakan jasa seperti calo. Sebab, dengan memakai jasa calo maka data peserta bisa disebarluaskan.

Adapun, informasi kebocoran data 279 juta warga Indonesia beredar pekan lalu. Dimana data tersebut dipublikasikan dan dijual di salah satu forum online.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Dedy Permadi menyatakan bahwa sampel data yang beredar merupakan data dari BPJS Kesehatan. Namun, hingga saat ini, pihak BPJS Kesehatan menyatakan masih melakukan penelusuran terkait dugaan kebocoran data tersebut.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN