Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo bersama Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyerahkan simbolis santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Penyakit Akibat Kerja (PAK) Covid-19 kepada tenaga kesehatan Kota Bekasi (31/3)

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo bersama Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyerahkan simbolis santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Penyakit Akibat Kerja (PAK) Covid-19 kepada tenaga kesehatan Kota Bekasi (31/3)

BP Jamsostek Serahkan Santunan Rp 1,3 Miliar Kepada Nakes Korban Covid-19 di Bekasi

Rabu, 31 Maret 2021 | 15:34 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

BEKASI, investor.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek menyerahkan santunan sebesar Rp 1,3 miliar kepada tiga ahli waris peserta dengan profesi dokter dan perawat yang meninggal karena Penyakit Akibat Kerja (PAK) terdampak Covid-19.

Santunan secara simbolis diserahkan langsung oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo bersama dengan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota, Rabu (31/3).

Santunan manfaat yang diterima tiga ahli waris peserta BP Jamsostek tersebut masing-masing terdiri dari santunan Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Santunan Berkala, Santunan Pemakaman dan Santunan Kematian akibat kecelakaan kerja.

Anggoro menyampaikan, dirinya mewakili manajemen BP Jamsostek turut berduka cita kepada keluarga korban yang semuanya berprofesi sebagai tenaga kesehatan.

“Saya mewakili manajemen BP Jamsostek turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya pahlawan Covid-19. Ketiga mendiang ini merupakan garda terdepan dalam perang melawan Covid-19. Semoga amal ibadah semasa hidupnya diterima dan keluarga yang ditinggalkan juga diberi keikhlasan,” ujar Anggoro usai menyerahkan santunan, Rabu (31/3).

Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor M/8/HK.04/V/2020 tentang Perlindungan Pekerja/Buruh Dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja Pada Kasus Penyakit Akibat Kerja Karena Covid-19, diterangkan bahwa bagi pekerja peserta program BP Jamsostek jika terpapar disetarakan dengan kecelakaan kerja yang berhak atas perawatan dan pengobatan.

Pemberian santunan diberikan berbeda-beda sesuai masa kerja dan upah yang dilaporkan, untuk mendiang Avicena Indraswara menerima total santunan sebesar Rp 787 juta, mendiang Kustinah menerima total santunan Rp 277 juta serta mendiang Eka Nurcahyo menerima santunan Rp 245 juta.

“Penyerahan santunan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja merupakan bentuk nyata hadirnya BPJS Ketenagakerjaan di saat peserta mengalami risiko di dalam pekerjaannya," jelas Anggoro.

Senada dengan Anggoro, Walikota Bekasi Rahmat Effendi dalam keterangannya menyampaikan duka citanya kepada keluarga korban dan sekaligus memberikan apresiasi atas kinerja dan kepedulian BP Jamsostek.

“Bersama kita saksikan pemberian dari sebuah nilai kemanfaatan yang dilakukan atas sebuah kinerja BPJS Ketenagakerjaan, dan saya selaku Walikota mewakili masyarakat Kota Bekasi melihat sebuah kepedulian yang sangat luar biasa ini, apresiasi dan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Rahmat Effendi.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan sampai dengan Februari 2021, dilaporkan ada 90 kasus tenaga kerja kesehatan peserta BP Jamsostek yang meninggal dunia karena terdampak Covid-19, di mana 18 orang diantaranya digolongkan sebagai PAK dengan total manfaat sebesar Rp 5,9 miliar.

Hadir mewakili organisasi profesi dokter dan perawat pada acara tersebut, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bekasi, Kamarudin Askar dan juga Ketua Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) Kota Bekasi, Mulyono.

“Saya Kamarudin Askar mewakili organisasi profesi, berterima kasih kepada BP Jamsostek atas respon yang diberikan kepada anggota kami baik dokter ataupun perawat, ke depan semoga semua tenaga kesehatan mulai dokter perawat hingga bidan turut terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek,” ungkap dia.

Menutup acara tersebut, Anggoro berharap peran penting seluruh pihak baik pemerintah daerah, pengusaha atau pemberi kerja hingga pekerja itu sendiri, untuk bersama-sama memastikan diri dan para pekerjanya mendapatkan kesejahteraannya melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN