Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut BPJS Kesehatan Ali Gufron Mukti

Dirut BPJS Kesehatan Ali Gufron Mukti

BPJS Kesehatan akan Terapkan Inovasi Teknologi

Selasa, 23 Februari 2021 | 09:37 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id) ,Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menjelaskan, fokus pertama, pihaknya akan meningkatkan kualitas layanan, di antaranya melalui penerapan inovasi teknologi yang lebih memudahkan dan mempercepat pelayanan.

Langkah itu bakal ditempuh antara lain dengan mengurai antrean di fasilitas kesehatan, mempercepat koordinasi rujukan antarfasilitas kesehatan, mengoptimalkan badging sistem informasi BPJS Kesehatan dengan fasilitas kesehatan, serta memperkuat edukasi public mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Dengan begitu, kualitas layanan akan meningkat, misalnya keseluruhan customer journey akan ditingkatkan melalui inovasi teknologi interface sistem informasi, sehingga antrean tidak lagi sekitar enam jam, tapi bisa lebih cepat,” kata dia .

Jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Direksi BPJS Kesehatan, dan Jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Direksi BP Jamsostek,
Jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Direksi BPJS Kesehatan, dan Jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Direksi BP Jamsostek,

Kedua, menurut Ghufron, pihaknya ingin meningkatkan kepesertaan yang juga telah dilakukan para pengurus BPJS Kesehatan sebelumnya.

“Ketiga, kami ingin memiliki rasa engagement, keterlibatan semua pihak, baik pusat, daerah, asosiasi, pengamat, maupun perguruan tinggi untuk bersama-sama memiliki BPJS atau JKN-KIS,” ujar dia.

Target keempat Ali Ghufron adalah meningkatkan keberlangsungan pendanaan BPJS Kesehatan dan tata kelola sistem jaminan kesehatan.

“Kami juga ingin meningkatkan sustainability dari sistem jaminan ini dengan dana yang cukup. Kemarin sudah disampaikan ada surplus sekitar Rp 18 triliun, tapi di saat yang sama, net asset masih defisit sekitar Rp 7 triliun. Karena itu, akan kami tingkatkan dengan pengelolaan yang lebih baik,” papar dia setelah resmi dilantik oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/2).

Ghufron mengungkapkan, untuk meningkatkan cakupan kepesertaan JKN-KIS, pihaknya berencana mengoptimalkan keterlibatan peser ta dan berbagai pihak lainnya untuk mendukung JKN-KIS.

Dengan demikian, masyarakat yang belum memperoleh perlindungan jaminan sosial kesehatan bisa segera terdaftar menjadi peserta JKN-KIS.

“Untuk membangun ekosistem JKN-KIS yang ideal, BPJS Kesehatan memerlukan dukungan dari berbagai pihak,” tutur Ghufron yang sebelumnya menjabat ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Mantan Wakil Menteri Kesehatan itu menambahkan, ekosistem JKN-KIS yang sehat akan tercapai bila masing-masing pemangku kepentingan melaksanakan tugas dan fungsi dengan sebaik-baiknya.

“Untuk itu, kami akan mengoptimalkan kerja sama lintas-sektoral dengan kementerian/ lembaga (K/L), pemda, dan pemangku kepentingan lainnya,” tegas dia.

Ghufron mengemukakan, banyak masyarakat Indonesia yang sudah memanfaatkan Program JKN-KIS. Pelayanan kesehatan rawat jalan tingkat lanjutan(RJTL) tercatat 49,2 juta kasus pada 2016. Angka itu naik menjadi 69,6 juta kasus pada 2020. Sedangkan pelayanan kesehatan rawat inap tingkat lanjutan (RITL) tercatat 7,6 juta kasus pada 2016, menjadi 9,03 juta kasus pada 2020.

“Tentu dalam perjalanannya ke depan akan ada dinamika dan tantangan tersendiri dalam mengelola JKN-KIS. Namun, kami optimistis, dengan kerja keras bersama, kami dapat meningkatkan kinerja menjadi lebih baik lagi, mencapai target- target yang ditetapkan, serta melakukan penyempurnaan di berbagai aspek,” tandas dia.

Direksi BPJS Kesehatan
Direksi BPJS Kesehatan

Direksi baru, kata dia, siap bertugas melanjutkan Program JKN-KIS yang sudah berjalan sejak 2014. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para direksi BPJS Kesehatan yang telah purna tugas. Terima kasih atas kontribusi dan dedikasi yang begitu besar dalam memimpin BPJS Kesehatan mengelola Program JKNKIS,” ucap dia.

Program JKN-KIS, menurut Ghufron, telah menjadi top of mind pembiayaan pelayanan kesehatan di Indonesia. Terus meningkatnya pemanfaatan program ini menunjukkan bahwa Program JKN-KIS sangat dibutuhkan masyarakat.

Selain melantik Ali Ghufron Mukti, Presiden melantik jajaran direksi BPJS Kesehatan lainnya, yakni Andi Afdal, Arief Witjaksono Juwono Putro, David Bangun, Edwin Aristiawan, Lily Kresnowati, Mahlil Ruby, dan Mundiharno. Adapun Dewan Pengawas BPJS Kesehatan periode 2021- 2026 yang dilantik dari unsur pemerintah terdiri atas Achmad Yurianto (ketua) dan Regina Maria Wiwieng. Unsur pekerja Indra Yana dan Siruaya Utamawan, unsur pemberi kerja

Iftida Yasar dan Inda Der yanne, sedangkan Ibnu Naser Arrohimi dari unsur tokoh masyarakat.

Baca juga

https://investor.id/finance/bp-jamsostek-dan-bpjs-kesehatan-tingkatkan-layanan-dan-tata-kelola

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN