Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris (kiri) dan President Director of SGK Turkey Mehmet Selim Bagli (kanan) berfoto bersama usai menandatangani nota kesepahaman di Jakarta, Senin (22/7/2019). (ist)

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris (kiri) dan President Director of SGK Turkey Mehmet Selim Bagli (kanan) berfoto bersama usai menandatangani nota kesepahaman di Jakarta, Senin (22/7/2019). (ist)

Kembangkan Sistem Jaminan Kesehatan

BPJS Kesehatan dan SGK Turki Jajaki Kerja Sama

Thomas E Harefa, Senin, 22 Juli 2019 | 16:17 WIB

JAKARTA, investor.id – Untuk mengembangkan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), selain bersinergi dengan kementerian/lembaga dan instansi dalam negeri, BPJS Kesehatan menjalin hubungan profesional dengan berbagai negara dan institusi internasional. Dalam hal ini, BPJS Kesehatan menjajaki kerja sama dengan Sosyal Guvenlik Kurumu (SGK) Turki melalui penandatanganan nota kesepahaman, pada 22 Juli 2019 di Jakarta.

Ruang lingkup nota kesepahaman tersebut mencakup kerja sama dalam hal revenue collection, risk pooling, dan strategic purchasing melalui penyelenggaraan seminar bersama, konferensi, pertemuan para ahli, pertukaran informasi, pendidikan dan pelatihan, serta bentuk kerja sama lainnya yang disepakati kedua belah pihak.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris dan President Director of SGK Turkey Mehmet Selim Bagli.

Penandatanganan nota kesepahaman
Penandatanganan nota kesepahaman

Fachmi Idris menjelaskan, Indonesia sebagai negara dengan populasi penduduk terbanyak keempat di dunia, memang tidak mudah mewujudkan cakupan kesehatan semesta. Namun, pihaknya percaya negara-negara lain yang telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) juga memerlukan waktu untuk berproses dan melakukan penyempurnaan di berbagai aspek, hingga akhirnya berhasil mencapai cita-cita tersebut.

“Oleh karena itu, BPJS Kesehatan terus menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga luar negeri untuk saling bertukar keahlian, gagasan, dan best practice, dengan harapan hal tersebut dapat menyumbang kontribusi dalam peningkatan kualitas layanan JKN-KIS,” kata Fachmi Idris dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (22/7/2019).

SGK merupakan suatu lembaga penyelenggara jaminan kesehatan di Turki yang berdiri sejak tahun 2006. Berbeda dengan BPJS Kesehatan yang fokus mengelola jaminan kesehatan, ada dua jenis jaminan sosial yang dikelola SGK berdasarkan sifatnya.

Pertama, jaminan sosial dengan benefit jangka pendek, seperti jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, serta jaminan persalinan. Kedua, jaminan sosial dengan benefit jangka panjang, yang meliputi jaminan hari tua, jaminan pensiun dini akibat hal-hal tak terduga (seperti kehilangan produktivitas akibat kecelakaan kerja), jaminan bagi penyintas (orang yang selamat dari musibah tertentu), tunjangan pernikahan, dan tunjangan pemakaman.

Foto bersama
Foto bersama

Meski demikian, SGK juga memiliki kesamaan dengan BPJS Kesehatan, yakni menyediakan jaminan kesehatan bagi Warga Negara Asing (WNA) yang sudah tinggal di Turki. Syaratnya, WNA tersebut harus tinggal setahun di Turki dan berusia di bawah 65 tahun. Adapun benefit yang bisa didapat antara lain jaminan pelayanan kesehatan di rumah sakit (RS) pemerintah dan potongan harga untuk penebusan obat.

“Meski punya kondisi dan tantangan yang berbeda, kami yakin kerja sama dengan SGK Turki ini dapat membuka jalan untuk mengembangkan sistem jaminan kesehatan sosial masing-masing negara,” kata Fachmi Idris.

Sebelum Turki, BPJS Kesehatan menjalin hubungan kemitraan dengan sejumlah institusi internasional lainnya yang berkaitan dengan jaminan kesehatan sosial, seperti National Health Insurance Service (NHIS) Korea Selatan, Japan International Corporation Agency (JICA), The Health Insurance Review and Assesment Service (HIRA) Korea Selatan, hingga International Social Security Association (ISSA).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN