Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ali ghufron

ali ghufron

"BPJS Mendengar", Program untuk Serap Aspirasi

Selasa, 2 Maret 2021 | 19:59 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - BPJS Kesehatan mengupayakan peningkatan kualitas layanan kepada peserta sesuai customer journey. Selain itu, jajaran direksi baru BPJS Kesehatan juga siap mendengar aspirasi dari semua pihak melalui program BPJS Mendengar untuk memperkuat ekosistem JKN-KIS ke depannya.

"Kami punya program BPJS Mendengar, kami ingin mendengar semua pemangku kepentingan itu seperti apa keinginannya dan kita jadikan masukan ke rencana strategis," ungkap Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Selasa (2/3).

Ali menambahkan, dalam memperkuat ekosistem Program JKN-KIS sesuai dengan amanat Perpres 64 tahun 2020, BPJS Kesehatan akan mengoptimalisasi kerja sama lintas sektoral dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. Ekosistem JKN-KIS yang sehat akan tercapai bila masing-masing pemangku kepentingan melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya.

Untuk itu, Ali Ghufron mengungkapkan, untuk mengawali kerja jajaran direksi yang baru, manajemen akan menggelar program BPJS Mendengar yang bertujuan menangkap aspirasi dari seluruh pemangku kepentingan terkait Program JKN-KIS dan BPJS Kesehatan. Program ini akan dilaksanakan minggu ke-2 sampai ke-4 bulan Maret tahun 2021.

"Tentu program ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendapat masukan sebanyak mungkin untuk perbaikan program JKN-KIS. Masukan yang baik serta konstruktif akan diejawantahkan untuk memperkuat rencana strategis BPJS Kesehatan dalam mengelola Program JKN-KIS," kata Ali.

Program BPJS Mendengar akan menargetkan peserta, DPR, fasilitas kesehatan, pemberi kerja, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat. "Kami akan siapkan kanal-kanal untuk masukan tersebut, untuk itu kami mengimbau masyarakat untuk dapat berpartisipasi memberikan masukan konstruktif bagi pengelolaan Program JKN-KIS," tambah Ali.

Dalam kesempatan tersebut Ali juga mengungkapkan kembali, fokus perhatian dari direksi saat ini adalah upaya meningkatkan kualitas layanan kepada peserta sesuai customer journey. Antara lain dengan mengurai antrean di fasilitas kesehatan, mempercepat koordinasi rujukan antar fasilitas kesehatan, mengoptimalkan bridging sistem informasi BPJS Kesehatan dengan layanan fasilitas kesehatan, serta memperkuat upaya edukasi publik mengenai JKN-KIS. Ali Ghufron juga berharap dengan kualitas layanan yang meningkat, akan berimbas pada sustainabilitas Program JKN-KIS.

"Kita kemarin dikomplain antre 6 jam. Maka nanti kita kembangkan sistem online untuk fasilitas kesehatan untuk mengurangi antrean, targetnya jelas, mungkin dari 6 jam bisa jadi 2 jam atau 1 jam. Masyarakat kita edukasi, kalau belum waktunya jangan datang dulu," papar Ali.

BPJS Kesehatan menerima petikan Keputusan Presiden RI Nomor 37/P Tahun 2021 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pengawas dan Keanggotaan Direksi BPJS Kesehatan Masa Jabatan Tahun 2021 - 2026, dari Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) di Jakarta, Selasa (2/3).

Dalam kesempatan tersebut Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti juga mengumumkan formasi anggota Direksi BPJS Kesehatan, diantaranya Direktur Pengawasan, Pemeriksaan dan Hubungan Antar Lembaga Mundiharno; Direktur Keuangan dan Investasi Arief Witjaksono Juwono Putro; Direktur SDM dan Umum Andi Afdal.

Lalu, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Lily Kresnowati; Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Manajemen Risiko Mahlil Ruby; Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta David Bangun; dan Direktur Teknologi Informasi Edwin Aristiawan.

"Diharapkan dengan formasi tersebut, BPJS Kesehatan akan semakin andal dalam melaksanakan tugas mengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Kami juga memohon dukungan dari semua pihak termasuk Dewan Jaminan Sosial Nasional, dalam upaya bersama perbaikan Program JKN-KIS ke depan," pungkas Ali.

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN