Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perkumpulan Pemegang Polis Wanaartha (P3W) usai sidang di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Provinsi DKI Jakarta, Senin (3/5).

Perkumpulan Pemegang Polis Wanaartha (P3W) usai sidang di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Provinsi DKI Jakarta, Senin (3/5).

BPSK Gelar Sidang Mediasi Nasabah dan Manajemen WanaArtha Life

Selasa, 4 Mei 2021 | 05:17 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) pada Senin (3/5), menyelenggarakan sidang ketiga terkait gagal bayar klaim antara nasabah dan manajemen PTAsuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (WanaArtha Life).

Nasabah belum mendapatkan jawaban yang memuaskan dari pihak manajemen lebih dari setahun belakangan.

Sidang ketiga berhasil diselenggarakan Senin (3/5) pagi, di BPSK, Jakarta, meskipun pihak Manajemen Wanaartha Life hanya diwakili oleh kuasa hukum. Sidang pun belum menghasilkan penyelesaian yang diharapkan nasabah. Terlebih, pihak Wanaartha terkesan terus mengulur waktu dalam mediasi itu.

Ketua Perkumpulan Pemegang Polis Wanaartha (P3W) Johanes Buntoro Fistanio menyampaikan, sidang pertama batal terselenggara karena pihak termohon tidak hadir. Hal serupa kembali terjadi pada sidang mediasi kedua.

Dalam hal ini, pihak Wanaartha minta jadwal mediasi di undur. Meski begitu, manajemen perusahaan pun tidak kunjung menampakkan dirinya di sidang ketiga.

“Jadi sidang kali ini hanya bisa mendengar keluhan dari kami. Kami mempertanyakan banyak hal yang tidak bisa dijawab oleh kuasa hukum, sehingga pertanyaan itu mesti disampaikan kembali ke manajemen Wanaartha dan akan dijawab pada sidang berikutnya. Sidang selanjutnya akan digelar pada 17 Mei 2021,” jelas Johanes kepada Investor Daily di Jakarta.

Dia mengatakan, ketidakkehadiran manajemen Wanaartha Life itu begitu disayangkan. “Kami ini kan sebagai korban sudah menunggu setahun lebih tapi tidak ada respon dari Wanaartha. Hanya melakukan komunikasi dengan nasabah saja mereka tidak mau. Jadi kami harap pada sidang nantinya kami bisa mendapatkan jawaban yang terbaik, informasi yang benar, agar semua jelas,” ucap Johanes.

Gagal bayar klaim oleh WanaArtha Life disebut telah secara nyata berdampak pada kesejahteraan nasabah. Johannes mengatakan, ada nasabah yang anaknya terpaksa putus pendidikan, tidak mampu bayar rumah sakit, bahkan hingga meninggal dunia. Tidak ada langkah proaktif dari WanaArtha Life pada nasabahnasabah tersebut.

Dia menuturkan, hal serupa bisa terjadi pada siapa saja. Oleh karena itu, para nasabah masih terus berjuang menuntut hak-haknya agar bisa dikembalikan. Itikad baik sebagai nasabah ditempuh melalui dukungan BPSK. Pihaknya pun bersyukur BPSK berkomitmen mendukung penuntasan permasalahan antara nasabah dan Wanaartha Life.

“Kami disambut baik oleh wakil BPSK secara langsung. Karena sudah banyak kasus asuransi yang sudah terjadi, dia empati kepada kami dan mau bersuara,” ungkap Johannes.

Lebih lanjut, Johannes mengatakan, saat ini yang nasabah tahu adalah pernyataan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa manajemen WanaArtha Life sedang melakukan perbaikan dan pembenahan. Hal itu diketahui dari surat balasan OJK kepada nasabah medio Maret 2021.

Lebih dari itu, para nasabah sesungguhnya juga ingin mengetahui skema perbaikan yang dimaksud, laporan keuangan terkini, serta nilai pasti dari dana Wanaartha yang di blokir oleh Kejaksaan Agung. Johannes mengungkapkan, santer tersiar di kalangan nasabah bahwa tidak semua dana perusahaan diblokir.

“Laporan keuangan tahun 2019 itu Wanaartha memiliki dana sebesar Rp 4,7 triliun. Sedangkan kabarnya, dana yang diblokir oleh Kejaksaan Agung hanya Rp 2,7 triliun. Ini kami perlu klarifikasi, jikapun salah, kami perlu jawaban langsung dari Wanaartha. Perusahaan sampai saat ini belum juga menunjukkan dirinya,” tegas Johanes.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN