Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pegawai berada di kantor cabang BRI Agro, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto ilustrasi:  Investor Daily/David Gita Roza

Pegawai berada di kantor cabang BRI Agro, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

BRI Agro Siapkan Sejumlah Strategi Tumbuhkan Pinang

Minggu, 2 Mei 2021 | 16:00 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) yang ditugaskan menjadi Digital Attacker BRI Group, terus berbenah guna menunjang transformasi digital yang dilakukan Perseroan, sehingga BRI Agro terus berinovasi pada produk layanan digital yang dimiliki oleh BRI Agro.

Direktur Retail Agri dan Pendanaan BRI Agro Sigit Murtiyoso mengatakan, Pinang merupakan pionir dari digital loan di Indonesia, dengan memanfaatkan teknologi face recognition, digital signature, dan plafond pinjaman yang mencapai 25 Juta Rupiah. Pinang akan masuk ke dalam ekosistem fintech untuk mengakselerasi peningkatan penetrasi di masyarakat saat persaingan industri jasa keuangan yang semakin ketat.

"Inovasi terbaru Pinang adalah pada Credit Scoring Engine mampu meningkatkan Approval Rate yang memungkinkan nasabah Pinang untuk mendapatkan plafond pinjaman yang lebih fleksibel, untuk memudahkan nasabah untuk memenuhi kebutuhan," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya yang diterima Investor Daily, Minggu (2/5).

Dia mengungkapkan, persiapa dalam memasuki persaingan digital sudah digarap sejak tahun 2018, yaitu melalui produk pinjaman digital yang disebut Pinjam Tenang (Pinang). Pinang adalah pinjaman berbasis digital yang merupakan produk pinjaman berbasis aplikasi pertama di Indonesia yang dimiliki oleh bank.

Aplikasi Pinang, kata Sigit, 
sudah sepenuhnya digital dengan sistem verifikasi digital, digital scoring dan tanda tangan digital. Pinang sudah 100% digital end to end process, tanpa perlu tatap muka, tanpa perlu tanda tangan basah, dan tanpa perlu datang kantor BRI Agro. "Pada tahun 2020, total pencairan Pinang mencapai sebesar Rp 70,6 miliar dan telah disalurkan kepada 18.069 debitur," tambah Sigit.

Sigit mengatakan, modernisasi Pinang pada Credit Scoring Engine menghasilkan pertumbuhan yang masif. Adapun penyaluran kredit Pinang saat ini mencapai Rp 500 juta dalam satu hari.

Untuk kedepannya Pinang bersama mitra strategis akan menyiapkan program menarik sehingga diharapkan tercipta Brand Engagement antara masyarakat dengan produk Pinang yang dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi masyarakat dan BRI Agro. "Pinang akan kami akselerasi di dalam ekosistem Fintech dan Gig economy dalam rangka menciptakan infrastruktur digital bagi pekerja di sektor Gig economy," imbuh Sigit.

Selain melakukan pengembangan produk melalui pinjaman digital, lanjut Sigit, pihaknya juga melakukan partnership dengan ekosistem yang berada di industri keuangan digital yaitu fintech. Pasalnya, menurut dia, fintech memiliki keunggulan dengan proses yang lebih cepat, lebih mudah dan
serba digital.

"Kami dari sisi perbankan melihat satu peluang yang baik dengan adanya kolaborasi. Kerjasama dengan fintech yang sudah dilakukan adalah dengan Investree, Modal Rakyat, Payfazz, TaniHub, dll akan terus dilanjutkan dengan kerjasama fintech lainnya dalam memperkuat BRI Agro sebagai house of fintech," ungkap dia.

Menurut Sigit, kolaborasi ini memberikan kesempatan untuk membuka peluang bisnis selagi mempersiapkan model bisnis baru. Pihaknya juga akan memberikan dukungan layanan perbankan bagi fintech yang telah bekerjasama. Adapun pada tahun 2020, total disbursement melalui partnership mencapai sebesar Rp 215 miliar.

"Aplikasi Pinang diharapkan dapat menjadi produk digital lending pilihan masyarakat, di antara sekian banyak produk fintech lain karena keunggulan pada kecepatan pencairan, keamanan data konsumen, dan bebas dari biaya admin dan biaya tambahan lain," tutup Sigit.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN