Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BRI (IST)

Bank BRI (IST)

BRI: Generasi Milenial Masih Enggan Berinvestasi

Nida Sahara, Senin, 22 Juni 2020 | 11:40 WIB

Jakarta, investor.id-Kaum milenial dinilai masih enggan untuk berinvestasi. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI Persero) mencatat, investasi yang dilakukan oleh generasi milenial merujuk data tahun 2019 masih sangat kecil yakni 2% dari pendapatannya. Generasi tersebut ternyata lebih banyak pengeluaran untuk memenuhi gaya hidupnya.

VP Wealth Management Division BRI Martua Hanry Koestety Panggabean menuturkan, generasi milenial lebih memilih untuk liburan daripada berinvestasi. “Milenial dari pendapatannya hanya 2% yang untuk investasi, jadi mereka spending terus, kalau bisa selalu liburan. Ini menurut saya sangat kecil 2% untuk investasi, kenapa hanya 2%, karena tekanan gaya hidup," jelas dia dalam webinar Literasi Keuangan Goes to Campus: Cerdas Berinvestasi Saat Pandemi Covid-19, Senin (22/6).

Martua mengungkapkan, selain tekanan gaya hidup, tantangan bagi milenial adalah kurang pengetahuan tentang keuangan karena kurangnya literasi. Kemudian, banyak hutang dan boros, generasi milenial lebih memilih mencari pengalaman dan lebih banyak spending karena teman-temannya seperti itu juga. “Saya yakin kita semua tahu mana yang baik, investasi itu baik, tapi mau investasi itu susah banget. Sebenarnya simpel tapi susah dilakukan, karena teman-teman sekitarnya spending terus," tutur Martua.

Cara yang bisa dilakukan untuk investasi bagi generasi milenial adalah mulai merencanakan, tujuan investasi untuk apa. Sebab, ketika semakin berumur pengeluaran untuk kesehatan akan meningkat sedangkan pendapatan menurun. "Kemudian mulai eksekusi, setiap bulan bisanya berapa investasi, kalau 10% investasi harus teratur, jangan untuk spending lagi. Selain itu harus monitor, kondisi seperti apa, sudah berapa growth-nya," tambah Martua.

Menurut dia, semakin dini berinvestasi, hasil yang diperoleh jangka panjangnya akan lebih besar 3 sampai 4 kali lipat dibandingkan berinvestasi ketika masa pensiun tinggal 15-20 tahun lagi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN