Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Satelit di angkasa luar. Foto ilustrasi: IST

Satelit di angkasa luar. Foto ilustrasi: IST

BRI Luncurkan Satelit Baru 2023

Kamis, 15 Agustus 2019 | 08:16 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) berencana meluncurkan satelit bari pada 2023 untuk memutakhirkan layanan digital dan meingkatkan upaya memitigasi risiko hambatan jaringan.

Direktur Utama BRI Suprajarto di Jakarta, Rabu, seperti dilansir Antara mengatakan, satelit tambahan perseroan ini nantinya akan memanfaatkan koordinat 103 Bujur Timur (BT) atau slot orbit kosong yang belum dimanfaatkan, dengan spectrum L Band.

Dengan satelit tambahan ini, ujar Suprajarto, BRI ingin memiliki jangkauan yang lebih luas dari sisis barat Indonesia hingga kawasan timur Indonesia, dan memiliki ketahanan yang berlapis untuk layanan digital perbankan.

“Satelit ini juga akan membuat BRI lebih efektif dan akurat dalam komunikasi, sehingga potensi bisnis juga makin besar,” kata Suprajarto.

Suprajarto. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Suprajarto. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Saat ini, emiten bersandi BBRI ini sudah memiliki satelit bernama BRISat yang mengorbit di 150,5 Bujur Timur sejak dilincurkan pada 19 Juni 2016 silam.

Pada kesempatan yang sama Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BRI Indra Utoyo mengatakan satelit BRISat berada di Papua atau meliputi wilayah Timur Indonesia, sehingga BRI perlu menambah jaringan satelit untuk meningkatkan kualitas jangkauan di wilayah barat.

“Untuk meng-cover (menjangkau) wilayah barat makanya satelit baru ini kelak akan jadi keberagaman untuk jangkau wilayah barat,” kata Indra.

Menurut dia, satelit baru BRI ini akan berjenis high throughput satellite (HTS) dengan kapasitas tinggi sebesar 100 Gbit/s dengan operasi berada di sepktrum L Band.

Penambahan satelit ini juga, lanjut Indra, jadi upaya memitigasi risiko hambatan jaringan digital dan komunikasi perseroan. Misalnya, satelit tambahan ini dapat menjadi cadangan ketika BRISat mengalami masalah.

“Sebagai bagian manajemen risiko, dengan kondisi buruk diversity memang menjadi hal yang penting karena kami juga tidak bisa hanya mengandalkan BRISat. Meskipun saat ini untuk mencadangkan (data) kami juga sudah bekerja sama dengan operator telekomunikasi (satelit) lain tapi akan lebih baik kalau kami punya sendiri,” kata Indra. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA