Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BRI. Foto: DAVID

Bank BRI. Foto: DAVID

BRI Targetkan Laba Tumbuh 10-11% pada 2020

Nida Sahara, Kamis, 28 November 2019 | 08:14 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menargetkan pertumbuhan laba sebesar 10-11% pada 2020 yang akan didukung dengan berbagai langkah transformasi bisnis.

Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengatakan, proyeksi ini sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan laba per September 2019 sebesar 8,1%.

“Kita memasang target laba 10-11 persen pada tahun depan,” kata Sunarso dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (27/11).

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/11). Foto: Investor Daily/Nida Sahara
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/11). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Menurut Sunarso, proyeksi ini tertuang dalam rencana kerja 2020 yang akan mengedepankan proses digitalisasi, peningkatan produktivitas, dan mendorong UMKM untuk naik kelas.

“Upaya transformasi digitalisasi ini bertujuan untuk menurunkan biaya operasional dan risiko operasional yang tinggi,” katanya.

Dengan upaya itu, pertumbuhan kredit juga ditargetkan mencapai 10-11% atau hampir sama dengan realisasi kredit hingga September 2019 sebesar 10,9%.

Untuk rasio kredit bermasalah (NPL), BRI memperkirakan pada kisaran 2,4-2,5% pada 2020, atau menurun dari realisasi September 2019 sebesar 2,94%.

“Selama kuartal III, nilai NPL BRI meningkat jadi 2,9%, yang dominan disebabkan penurunan kualitas kredit di sektor korporasi,” kata Sunarso.

Meski demikian, tambah dia, nilai coverage ratio BRI yang cukup tinggi sebesar 160%, menunjukkan BRI masih konservatif dalam melihat risiko.

Tak Ada PHK

Sunarso menjamin tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) meski perseroan fokus melakukan digitalisasi sebagai bagian dari transformasi bisnis pada 2020. “Tidak ada PHK gara-gara pelaksanaan digitalisasi,” kata Sunarso.

Wakil Direktur Utama BRI Sunarso. Investor Daily/DAVID GITA ROSA
Direktur Utama BRI Sunarso. Investor Daily/DAVID GITA ROSA

Sunarso mengatakan, para pegawai yang terdampak oleh digitalisasi tersebut nantinya akan mendapatkan penugasan lain yang tidak bisa dilakukan oleh mesin seperti menjadi penyuluh.

“Pekerjaan yang bisa diambil mesin akan dilakukan mesin, tapi sumber daya manusia yang sudah ada, akan jadi pendamping atau penyuluh digital banking kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia memastikan proses digitalisasi ini akan dilakukan pada tahun depan untuk menekan biaya layanan maupun risiko operasional yang masih tinggi. “Kita ingin melakukan transformasi digital dengan transformasi kultur agar fit dengan digital,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Sunarso juga memaparkan rencana kerja perseroan pada 2020 yang ingin meningkatkan produktivitas dan mendorong UMKM naik kelas.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA