Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik Duniatex. Foto: Perseroan.

Salah satu pabrik Duniatex. Foto: Perseroan.

BRI Upayakan Kredit ke Duniatex Tak Jadi NPL

Nida Sahara, Kamis, 15 Agustus 2019 | 08:13 WIB

JAKARTA, investor,id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyatakan nilai kredit yang disalurkan ke Duniatex Group sebesar Rp 1,8 triliun. Dalam hal ini, BRI mencari solusi untuk restrukturisasi agar kredit tersebut tidak menjadi kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang mengganggu kinerja BRI.

Direktur Utama BRI Suprajarto menjelaskan, sampai dengan Juni 2019, Duniatex masih membayar kewajibannya ke perseroan dengan lancar. Namun, untuk bulan Juli 2019 belum melakukan pembayaran angsuran, sehingga masih termasuk kolektabilitas 1.

"Kredit ke Duniatex itu Rp 1,4 triliun untuk cash loan, kemudian ada juga non cash loan Rp 0,4 triliun. Sampai Juni masih dibayar kewajibannya, masih kolektabilitas 1 kan sebelum huru hara itu tidak ada masalah, kami terus mencari solusi supaya tidak jadi NPL," terang Suprajarto di Gedung BRI, Jakarta, Rabu (14/8).

Pihaknya mengaku tidak khawatir jika kredit ke Duniatex menjadi NPL, karena perseroan menerima jaminan sebesar 127% dari nilai pinjaman kredit yang diberikan. Jaminan tersebut berupa aset fisik yang dapat dijual.

"Jaminannya 127% jadi kami tidak khawatir banget, relatif marketable jaminannya. Ini yang membuat kami segera mencari exit solution, kami usahakan restrukturisasi," imbuh Suprajarto.

Dia juga menjelaskan, BRI sudah membentuk pencadangan sebesar 20% dari eksposur kredit untuk melakukan mitigasi risiko. Perseroan belum menaikkan status kredit Duniatex Group menjadi level kolektibilitas 2, alias kredit dalam perhatian khusus karena masih masuk kolektabilitas 1.

Dengan demikian, kinerja bisnis perseroan belum terganggu dengan masalah gagal bayar kupon obligasi Duniatex Group. Pasalnya, BRI memiliki jaminan yang lebih besar dari nilai kredit yang diberikan.

Sampai dengan saat ini BRI masih terus berkomunikasi dengan pihak Duniatex untuk memecahkan masalah tersebut dengan skema restrukturisasi. Meski demikian, belum ada hasil dari diskusi tersebut, karena masih perlu mempertimbangkan sejumlah skema lain yang lebih tepat. "Lagi dibahas (skema restrukturisasi dengan pemilik Duniatex), belum selesai," kata Suprajarto.

Pihaknya menargetkan posisi rasio kredit bermasalah pada akhir tahun ini bisa turun di kisaran 2%. Adapun, per akhir Juni 2019 NPL gross konsolidasi perseroan di level 2,51%, meningkat dari posisi tahun lalu.

Menurut Suprajarto, hal tersebut akibat dari sumbangan NPL dari anak usahanya yang baru diakuisisinya. Selain itu, anak usaha perbankannya juga menyumbang NPL konsolidasi, untuk itu, perseroan masih melakukan bersih-bersih NPL anak usaha supaya tahun ini bisa menurunkan NPL.

"Itu dari Danareksa Sekuritas tapi sudah divaluasi kemarin sudah diperhitungkan jadi mengurangi harga pricing-nya, sehingga kami sudah perkirakan semua akan terjadi. Selain itu BRI Agro dan BRI Syariah juga sedang pembenahan, kami sedang bersih-bersih semua tidak mau ada yang disembunyikan lagi NPL-nya," papar Suprajarto.

Terkait anak usaha syariahnya, ternyata BRI Syariah juga memiliki eksposur pembiayaan ke Duniatex Grup sebesar Rp 440 miliar. Dengan demikian, Suprajarto menyebut akan melakukan bersih-bersih masalah yang terjadi pada anak usahanya, sehingga NPL tahun ini bisa terkendali. "NPL pasti turun, Insya Allah 2% lebih sedikit deh," ujar Suprajarto.

Sedangkan secara bank only NPL BRI masih stabil di level 2,33% per Juni 2019. Suprajarto menyatakan angka tersebut sama seperti posisi Juni 2018.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA