Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor Cabang Jakarta Kuningan yang semula di Gedung Wisma Budi pindah ke lokasi baru yakni Tower Plaza BP Jamsostek Lantai 1, 2, dan 9, Jalan HR Rasuna Said Kav 112 Blok B, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Kantor Cabang Jakarta Kuningan yang semula di Gedung Wisma Budi pindah ke lokasi baru yakni Tower Plaza BP Jamsostek Lantai 1, 2, dan 9, Jalan HR Rasuna Said Kav 112 Blok B, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.

BTN Jaksel Relokasi ke Tower Plaza BP Jamsostek

Imam Mudzakir, Rabu, 26 Februari 2020 | 23:12 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN kian proaktif menggarap potensi bisnisnya. Menutup bulan kedua tahun ini, perseroan melakukan relokasi Kantor Cabang Jakarta Kuningan untuk memaksimalkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) di kawasan Jakarta Selatan.

Adapun Bank BTN melakukan pemindahan Kantor Cabang Jakarta Kuningan yang semula berada di Gedung Wisma Budi ke lokasi baru yakni Tower Plaza BP Jamsostek Lantai 1, 2, dan 9, Jalan HR Rasuna Said Kav 112 Blok B, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Kantor baru tersebut juga menawarkan fasilitas Smart Branch dengan berbagai kemudahan teknologi bagi para nasabah dan debitur Bank BTN.

Direktur Utama Bank BTN Pahala N Mansury mengatakan perseroan tengah berfokus mengembalikan hakikat sebagai bank tabungan. Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan inovasi untuk menjemput simpanan dari masyarakat.

Melalui relokasi Kantor Cabang Jakarta Kuningan ini, ujar Pahala, Bank BTN bersiap menggarap potensi wilayah Kuningan yang berada di Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Hasil kajian perusahaan menilai wilayah perkantoran serta pemukiman tersebut memiliki potensi ekonomi yang besar sejalan dengan mobilitasnya yang tinggi.

“Dengan relokasi ini, kami berupaya memberikan layanan dan menghimpun dana masyarakat yang tinggal maupun bekerja di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan,” jelas Pahala di Jakarta, Rabu (26/2).

 Pahala juga menyebutkan perkembangan ekonomi di kawasan tersebut masih menjanjikan. Apalagi, dengan dibangunnya Kawasan Beriorientasi transportasi masal (Transit Oriented Development/TOD) akan mempermudah mobilitas para pekerja ibu kota termasuk di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Dengan potensi mobilitas yang tinggi tersebut, Bank BTN mengincar tabungan ritel para kaum urban hingga dana korporasi.

Sementara itu, Bank BTN Cabang Jakarta Kuningan ini menaungi 8 Kantor Cabang Pembantu, 14 Kantor Kas, dan 1 Payment Point. Dengan cakupan tersebut, hingga akhir Desember 2019, Bank BTN Cabang Kuningan juga telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp37,2 triliun. Jaringan kantor di Jakarta Selatan ini juga tercatat menyalurkan kredit senilai Rp9,55 triliun per Desember 2019. Dengan kinerja tersebut, Bank BTN Kantor Cabang Jakarta Kuningan mencatatkan aset sebesar Rp38,23 triliun pada Kuartal IV/2019.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pun menunjukkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita di wilayah Jakarta Selatan pun cukup tinggi. BPS merekam dalam Statistik Daerah Kota Administrasi Jakarta Selatan 2019, PDRB per kapita sebesar Rp261,58 juta pada 2018.

BPS juga mencatat ada tiga lapangan usaha yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Jakarta Selatan. Tiga sektor tersebut yakni lapangan usaha perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan kendaraan bermotor. Kemudian, lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi. Lalu, lapangan usaha konstruksi. Secara total, ketiga lapangan usaha tersebut menyumbang 41,80% kue perekonomian Jakarta selatan.

Ekonomi salah satu kawasan di Jakarta tersebut juga selalu berada di atas pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta. “Sehingga menjadikan Jakarta Selatan sebagai penggerak perekonomian Jakarta,” tulis BPS dalam risetnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN