Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama BTN Pahala N Mansury dalam wawancara dengan Direktur Pemberitaan BSMH Primus Dorimulu dalam program Special Dialogue di Beritasatu TV, Senin (29/6/2020). Sumber: BSTV

Direktur Utama BTN Pahala N Mansury dalam wawancara dengan Direktur Pemberitaan BSMH Primus Dorimulu dalam program Special Dialogue di Beritasatu TV, Senin (29/6/2020). Sumber: BSTV

Dapat Penempatan Dana Pemerintah Rp 5 Triliun

BTN Optimistis Salurkan Kredit Rp 15 Triliun dalam Tiga Bulan

Aris Cahyadi, Senin, 29 Juni 2020 | 22:48 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) optimistis dapat menyalurkan kredit mencapai Rp 15 triliun dalam waktu tiga bulan ke depan. Hal tersebut terkait dengan penempatan dana pemerintah sebesar Rp 30 triliun di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) termasuk BTN. Adapun BTN mendapat porsi sebesar Rp 5 triliun yang ditempatkan dalam bentuk deposito.

“BTN mendapatkan dana Rp 5 triliun tersebut pada Jumat (26/6/2020) dan kami harapkan realisasi dalam bentuk penyaluran kredit secara gross dalam tiga bulan mendatang dapat mencapai Rp 15 triliun,” kata Direktur Utama BTN Pahala N Mansury dalam acara Special Dialogue Bersama BTN: Geliat Properti Di Tengah Pandemi yang dipandu oleh News Director Beritasatu Media Holding Primus Dorimulu di Beritasatu TV, Senin (29/6/2020).

Menurut Pahala, penempatan dana pemerintah di bank Himbara termasuk BTN merupakan paket kebijakan pemulihan ekonomi nasional di mana selain Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70/PMK.05/2020 atau yang terkait dengan penempatan dana milik pemerintah tersebut juga sudah dikeluarkan kebijakan sebelumnya, seperti pemberian relaksasi untuk bisa melakukan restrukturisasi perkreditan.

“Tentunya kombinasi antara relaksasi yang diberikan dalam bentuk restrukturisasi kemudian juga adanya penempatan dana milik pemerintah ini diharapkan oleh pemerintah bisa menggerakan ekonomi kembali. Ini memang merupakan komitmen kami di bank-bank Himbara dan juga di BTN adalah bagaimana dalam tiga bulan kedepan bisa kami salurkan kepada masyarakat,” kata Pahala

Hal tersebut, lanjut dia, memang merupakan syarat dari penempatan dana milik pemerintah, dimana syarat-syaratnya yakni tidak boleh ditempatkan dalam bentuk surat berharga atau SBN dan tidak boleh juga ditempatkan dalam bentuk valas.

“Jadi ada pembatasan-pembatasan sehingga diharapkan penempatan ini akan digunakan untuk bisa menggerakan sektor riil. Bagi kami di BTN karena kami fokusnya di sektor perumahan dan properti tentunya akan kami salurkan di sektor properti,” ujar dia.

Dia pun optimistis, hingga akhir tahun ini pihaknya dapat membukukan pertumbuhan kredit mencapai 5% secara tahunan (year on year/yoy) yang dipicu oleh pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi yang mencapai 10%. Terlebih lagi BTN tahun ini mendapatkan alokasi untuk bisa menyalurkan KPR subsisi sampai dengan akhir tahun nanti sekitar 146 ribu unit atau jika konversikan jumlah uangnya itu menjadi Rp 18-20 triliun.

Dari sisi permintaan, lanjut dia, KPR subsidi hingga Juni sudah ada pemulihan. Sampai akhir minggu lalu atau pada 25 Juni 2020 dibandingkan tanggal yang sama pada bulan sebelumnya total permintaan KPR subsidi tercatat meningkat 75%.

“Jadi ini tentunya merupakan salah satu indikator yang sangat positif dimana kami melihat permintaan terhadap KPR subsidi tetap kuat, di mana dalam kondisi pandemi yang sulit seperti ini memang sulit mencari sektor-sektor yang sangat potensial yang masih tumbuh dibandingkan dengan sektor lain. Kami lihat sektor perumahan bisa menjadi salah satu sektor andalan,” jelas Pahala.

Dengan adanya permintaan atas KPR subsidi ini, BTN kata dia, juga bisa menyalurkan kredit konstruksi untuk para developer. Di mana saat ini KPR subsidi yang sudah tersedia baru sekitar 30-40 ribu unit.

“Kami harapkan tambahan yang 100 ribu unit lainnya akan bisa dibangun sampai dengan akhir tahun nanti dan bisa selesai, karena untuk bisa membangun itu membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 2 bulan untuk KPR subsidi ini. Jadi kami masih berharap penyaluran kredit kami bisa positif hingga akhir tahun nanti,” papar Pahala.

Adapun hingga Maret 2020, pertumbuhan kredit BTN tercatat mencapai 4,9% (yoy) dimana segmen yang masih mengalami pertumbuhan double digit yakni segmen KPR subsidi yang tercatat tumbuh di kisaran 10% (yoy).

“Dengan adanya penempatan dana pemerintah dan tambahan kuota Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kami masih cukup confidence sampai akhir tahun nanti jumlah kredit yang disalurkan BTN itu masih bisa tumbuh estimasinya ada di kisaran 5-6% (yoy) pertumbuhan kredit kami sampai dengan akhir tahun nanti dipacu oleh adanya pertumbuhan dari KPR subsidi yang kami perkirakan akan bisa tumbuh 10% pada akhir tahun nanti,” papar Pahala.

 

Rasio Keuangan Baik

Pada kesempatan itu, Pahala juga mengatakan, rasio keuangan BTN hingga saat ini masih terbilang sangat baik. Beberapa rasio yang selalu dipantau oleh OJK dalam hal ini terkait likuiditas itu juga selalu di atas 100%, bahkan di atas 130%.

Kemudian, lanjut dia, untuk alat likuid dibanding DPK itu juga terus dijaga diatas 10%, total posisi penempatan dana yang BTN miliki yang merupakan alat-alat likuid juga terus dijaga posisinya di atas Rp 14-15 triliun bahkan pada saat-saat tertentu mencapai di atas Rp 22 triliun.

Selain itu, kata Pahala, kualitas aktiva produktif BTN juga terjaga dengan baik, pasalnya pada awal tahun ini BTN telah meningkatkan rasio pencadangan di kisaran 50-55%. “Awal tahun ini kami meningkatkan rasio pencadangan bahkan diatas 110%, harapannya dengan kondisi ekonomi saat ini kami berharap kami tidak memerlukan adanya pencadangan tambahan. Kondisi ini menyebabkan laba yang bisa dibukukan pada tiga bulan pertama tahun ini lebih baik dibandingkan total laba yang kami kumpulkan pada tahun lalu,” papar dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN