Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BTN Syariah. Sumber: twitter

BTN Syariah. Sumber: twitter

BTN Syariah dan Mandiri Syariah Perluas Layanan Pembiayaan KPR

Selasa, 11 Agustus 2020 | 13:17 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui Unit Usaha Syariah atau BTN Syariah menjalin sinergi dengan PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) dalam rangka memperluas layanan pembiayaan perumahan atau kredit pemilikan rumah (KPR). Keduanya menandatangani nota kesepahaman perihal kerja sama produk keuangan syariah.

Direktur Operation, IT and Digital Banking BTN Andi Nirwoto mengatakan, nota kesepahaman tersebut meliputi joint financing, joint acquisition, optimalisasi customer base, edukasi, serta kerjasama bisnis jangka panjang lainnya.

"Kemitraan yang akan kami jalin akan menyatukan kompetensi utama dari BTN maupun Mandiri syariah karena dalam kerjasama ini kami dapat memberikan produk pelayanan yang lebih baik, efektif, efisien dan luas kepada nasabah," kata Andi Nirwoto dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8).

Adapun kompetensi utama BTN Syariah adalah pemimpin pasar di segmen pembiayaan perumahan. Dengan kemitraan yang kuat dengan para developer perumahan yang dapat disinergikan dengan kompetensi utama dari Mandiri Syariah, seperti infrastruktur IT, jaringan distribusi yang luas di seluruh Indonesia dan likuiditas yang kuat untuk memastikan ekspansi pembiayaan lebih luas.

"Sebagai langkah awal sinergi perbankan syariah, BTN Syariah dan Mandiri Syariah akan melakukan customer asset purchase (CPA) di mana pada sisi BTN akan mendapatkan fresh fund untuk penyaluran pembiayaan syariah dengan lebih agresif dan mengurangi mismatch antara long term funding dan long term financing," jelas Andi.

Di sisi lain, dengan sinergi yang produktif tersebut, BTN Syariah optimistis dapat mencapai target bisnisnya tahun ini, diantaranya target pembiayaan sebesar Rp 24,6 triliun. Adapun per semester I-2020, pertumbuhan pembiayaan BTN syariah mencapai sebesar 3,07% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 23,88 triliun.

Andi menambahkan, tujuan yang tak kalah penting dari sinergi tersebut adalah untuk meningkatkan peranan bank syariah dalam peningkatan literasi keuangan syariah sesuai amanah pemerintah Indonesia sehingga berdampak pada perekonomian nasional.

Bank Syariah Mandiri. Foto: mandirisyariah.co.id
Bank Syariah Mandiri. Foto: mandirisyariah.co.id

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari juga menegaskan, sinergi dan kolaborasi bisnis, saat ini merupakan sebuah keharusan. Pihaknya mengungkapkan, setiap perusahaan memiliki kompetensinya masing-masing. Sampai dengan Juni 2020 Mandiri Syariah memiliki kekuatan DPK yang sangat baik khususnya tabungan yang mencapai Rp 42,52 triliun atau tumbuh 17,04% (yoy).

"Hal Ini menyebabkan Mandiri Syariah memiliki kekuatan likuiditas yang bisa disinergikan dengan BTN syariah. Kerjasama ini juga implementasi core values BUMN yaitu AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) khususnya poin terkait kolaboratif," papar Toni.

Sementara itu, Direktur Finance, Strategy & Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho menambahkan, meskipun di tengah pandemi Covid-19, pembiayaan retail dapat tumbuh dengan baik. Dengan kualitas tetap terjaga di level 1,1% karena fokus tumbuh pada target segmen dan pembiayaan KPR.

Posisi Juni 2020 KPR masih dapat tumbuh positif sebesar 11,8% (yoy) sehingga dapat mempertahankan tren positif selama 3 tahun terakhir dengan penguasaan market share syariah yang mencapai 12%.

"Oleh sebab itu kami pun percaya bahwa kerja sama ini akan semakin mengakselerasi market share produk pembiayaan rumah syariah di Indonesia yang saat ini baru berada pada kisaran 17% terhadap industri KPR nasional, sekaligus mendukung Pemerintah dalam program Sejuta Rumah," sambung dia.

Disisi lain, benefit bagi nasabah adalah mendapatkan akses produk KPR syariah secara lebih mudah dengan pricing yang lebih kompetitif. Selain itu, sinergi antara institusi keuangan syariah ini diharapkan juga dapat mempercepat recovery perekonomian nasional dari pandemi Covid-19.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN