Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Buana Finance. Foto: buanafinance.co.id

Buana Finance. Foto: buanafinance.co.id

Buana Finance Optimistis Pembiayaan Mampu Tumbuh Positif

Rabu, 5 Agustus 2020 | 19:45 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Buana Finance Tbk optimistis di akhir tahun 2020 masih mampu mencatatkan pertumbuhan pembiayaan baru. Hal tersebut dikarenakan pembiayaan sektor pertambangan, perkebunan, UMKM yang kini mulai menunjukkan pertumbuhan.

Corporate Secretary Buana Finance Ahmad Khaetami mengatakan, pertumbuhan pembiayaan memang sempat tergerus sejak akhir Maret sampai Juni 2020. Setelah itu, pada Juli 2020 sampai saat ini tren pembiayaan mulai menunjukan adanya pertumbuhan.

Dia mengemukakan, sampai akhir tahun pihaknya juga meyakini pembiayaan masih mampu tumbuh positif. Proyeksi itu diharapkan sejalan dengan upaya pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk semakin baik menangani penyebaran Covid-19.

"Kita mulai Juli sudah ada pembiayaan baru. Terutama debitur yang kita nilai layak untuk mendapatkan pembiayaan. Sektornya yang sudah mulai tumbuh sekarang itu ada di pertambangan, perkebunan dan UMKM," ucap Ahmad saat ditemui di bilangan Menteng, Jakarta, Rabu (5/8).

Namun demikian, dia belum berkenan untuk memaparkan angka pertumbuhan tahun ini. Tapi yang pasti, pihaknya telah mengubah rencana bisnis tahunan (RBT) dan telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa waktu lalu.

Ahmad menuturkan, perseroan masih mengandalkan strategi lama dan belum tertarik untuk mengubah haluan bisnis ke sektor lain. Selain mengandalkan sektor konsumer yang memiliki portofolio bisnis cukup besar, Buana Finance juga masih fokus di sektor pertambangan guna melakukan pembiayaan pada alat berat, sektor perkebunan khususnya kelapa sawit, dan turut mendukung geliat perekonomian UMKM.

Selanjutnya, kata dia, sektor kendaraan bermotor juga diharapkan bisa membantu mendongkrak kinerja pembiayaan di tahun ini. Sektor tersebut memiliki peluang tersendiri karena permintaan pembiayaan mulai muncul seiring fenomena di masyarakat yang takut menggunakan kendaraan umum, sehingga memilih untuk memiliki kendaraan sendiri.

"Ada opportunities disitu. Orientasi pembiayaan kita saat ini ke kendaraan bermotor bekas. Salah satunya karena memang daya beli masyarakat belum pulih untuk membeli kendaraan bermotor baru," ungkap dia.

Dia mengemukakan, untuk mendukung penyaluran pembiayaan sampai akhir tahun, pihaknya memastikan likuiditas perseroan masih kuat dan terkendali. Kemudian, aspek risiko pembiayaan juga telah diantisipasi dengan memperkuat cadangan, setidaknya cadangan telah sesuai aturan OJK.

Karena dia mengatakan, sampai saat ini pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) merambat naik. Meski tidak secara signifikan dan masih dibawah rata-rata industri, hal tersebut perlu untuk diantisipasi.

Di sisi lain, Ahmad mengungkapkan, restrukturisasi pembiayaan yang turut dijalankan Buana Finance sampai awal Agustus menunjukan tren penurunan. Sempat melonjak pada Mei dan Juni 2020, saat ini hampir tidak ada lagi permintaan dari nasabah mengenai restrukturisasi pembiayaan.

"Kita berharap dengan program restrukturisasi yang juga kita berikan bisa membantu UMKM bisa menghadapi Covid-19 ini melalui skema-skema yang kita berikan," imbuh dia.

Untuk memastikan perusahaan tetap bertahan di masa pandemi Covid-19 ini, Buana Finance melakukan pendekatan efisiensi dan efektifitas. Ahmad menerangkan, hal itu khususnya dijalankan perseroan untuk menekan biaya-biaya guna mengimbangi pendapatan yang selama beberapa bulan sempat tergerus.

"Kita harus punya strategi karena pendapatan turun akibat penjualan kurang baik. Kita harus upayakan meningkatkan collection, serta SDM yang harus lebih efektif dan efisien," tandas dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN