Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
bank Bukopin. Foto: beritasatu.com

bank Bukopin. Foto: beritasatu.com

Bukopin Perbesar Porsi Kredit Ritel

Nida Sahara, Sabtu, 13 Juli 2019 | 08:36 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank Bukopin Tbk mengubah komposisi segmen kredit dari sebelumnya terbesar di komersial menjadi segmen ritel atau konsumer. Tahun ini, perseroan menargetkan porsi kredit ritel menjadi 70% dan komersial 30%.

Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo menjelaskan, pihaknya melakukan rekomposisi segmen kredit, dari sebelumnya mayoritas di komersial diubah menjadi fokus ke ritel atau konsumer. Sebelumnya, komposisi kredit ritel sebesar 60% dan komersial 40%, dan akhir tahun ini ditingkatkan menjadi 70% ritel dan 30% komersial.

"Kami juga rekomposisi segmen kredit. Dulunya kan kami happy di komersial, sekarang kami di ritel. Kemarin 60:40, sekarang ritel sudah 65%, komersial 35%, nanti porsi 70:30 bisa cepat direalisasikan tahun ini karena komersial mulai turun," jelas Eko kepada Investor Daily, Kamis (11/7).

Eko mengungkapkan, sejalan dengan penurunan komposisi komersial tersebut, pertumbuhan kreditnya juga sengaja diturunkan karena perseroan menahan penyaluran kredit komersial. Hal tersebut membuat pertumbuhan kredit Bank Bukopin sampai dengan semester pertama tahun ini baru sebesar 3% secara tahunan (year on year/yoy).

"Pada semester pertama kredit kami 3%, kami harap bisa kejar pada semester II. Itu karena komersial turun, dan ritel naik besar, jadi secara net kredit total naiknya tipis," papar Eko.

Dia menyebutkan, pada semester pertama tahun ini kredit ritel Bank Bukopin tumbuh 10% (yoy). Eko optimistis total kredit tahun ini bisa tumbuh sesuai target yang ditetapkan yakni sebesar 9% (yoy).

Menurut dia, dengan pertumbuhan kredit 3% (yoy), total aset semester pertama tumbuh 5% (yoy). Meskipun pada semester pertama pertumbuhan kredit perseroan masih jauh dari target akhir tahun, Eko mengatakan pihaknya tidak merevisi target rencana bisnis bank (RBB). "RBB tidak ada revisi target, kredit tetap 9% tahun ini," ucap Eko.

Dalam RBB tahun ini, perseroan akan menggalang dana (fund raising) sekitar Rp 4 triliun yang dilakukan dengan berbagai instrumen. Terdekat, perseroan akan menerbitkan kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA) dari kredit personal sekitar Rp 1-1,5 triliun yang akan dilakukan pada 1-2 bulan mendatang, atau pada Agustus atau September 2019.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN