Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Zooming with Primus - Asuransi Syariah, Proteksi Saat Pandemi, Live di Beritasatu TV, Kamis (25/2/2021). Sumber: BSTV

Zooming with Primus - Asuransi Syariah, Proteksi Saat Pandemi, Live di Beritasatu TV, Kamis (25/2/2021). Sumber: BSTV

Catat! Asuransi Syariah Tak Hanya untuk Muslim

Kamis, 25 Februari 2021 | 16:37 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  – Di dalam asuransi syariah, akad yang digunakan harus selaras dengan hukum Islam atau syariah compliance. Artinya, akad yang dilakukan harus terhindar dari riba atau bunga, gharar atau ketidakjelasan dana, dan maysir atau perjudian. Namun, bukan berarti masyarakat non muslim tidak bisa membeli produk asuransi syariah.

Ditegaskan Deputi Direktur IKNB Syariah 1 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rina Cakti Yuliani, produk asuransi syariah bisa dimiliki oleh seluruh masyarakat, tidak spesifik hanya untuk umat muslim atau yang beragama Islam saja.

“Kalau kita lihat secara turun temurun, saling tolong menolong itu adalah budaya di masyarakat kita. Di asuransi syariah, sifatnya adalah saling tolong menolong,” kata Rina Cakti Yuliani dalam acara Zooming with Primus bertajuk “Asuransi Syariah, Proteksi Saat Pandemi” yang disiarkan langsung Beritasatu TV, Kamis (25/2/2021).

Rina Cakti Yuliani, Deputi Direktur IKNB Syariah 1, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam diskusi Zooming with Primus - Asuransi Syariah, Proteksi Saat Pandemi, Live di Beritasatu TV, Kamis (25/2/2021). Sumber: BSTV
Rina Cakti Yuliani, Deputi Direktur IKNB Syariah 1, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam diskusi Zooming with Primus - Asuransi Syariah, Proteksi Saat Pandemi, Live di Beritasatu TV, Kamis (25/2/2021). Sumber: BSTV

Rina mengungkapkan, saat ini ada 60 perusahaan yang menyelenggarakan bisnis asuransi syariah. Jumlah tersebut terdiri dari 13 perusahaan yang berdiri sendiri dalam menjalankan usaha ini, 23 perusahaan asuransi konvensional yang memiliki unit syariah, 21 perusahaan asuransi umum yang memiliki unit syariah, dan tiga perusahaan reasuransi yang memiliki unit usaha syariah.

Yogha Prasetyo, Pimpinan Unit Usaha Syariah, Allianz Life dalam diskusi Zooming with Primus - Asuransi Syariah, Proteksi Saat Pandemi, Live di Beritasatu TV, Kamis (25/2/2021). Sumber: BSTV
Yogha Prasetyo, Pimpinan Unit Usaha Syariah, Allianz Life dalam diskusi Zooming with Primus - Asuransi Syariah, Proteksi Saat Pandemi, Live di Beritasatu TV, Kamis (25/2/2021). Sumber: BSTV

Sementara itu, Pimpinan Unit Usaha Syariah Allianz Life Indonesia, Yoga Prasetyo mengungkapkan, dalam memilih produk syariah, pertimbangan masyarakat juga tidak hanya berdasarkan keyakinan agamanya saja, tetapi juga ada alasan yang lebih universal. Misalnya akad dalam asuransi syariah dinilai memiliki unsur fairness.

“Sebagai contoh, karena dana tabarru tidak pernah dimiliki oleh perusahaan, itu adalah milik dari para peserta, maka akan ada perhitungan yang transparan. S

eandainya terjadi klaim atau jumlah orang yang mengalami risiko lebih besar, maka otomatis akan ada dana talangan dari perusahaan. Tetapi kalau ternyata jumlah klaimnya lebih sedikit dari dana yang terkumpul, maka ada yang namanya surplus underwriting,” kata Yoga. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN