Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Heru Kristiyana. Foto: IST

Heru Kristiyana. Foto: IST

Cegah Penyalahgunaan, OJK Perketat Akses SLIK

Thomas E Harefa, Kamis, 20 Februari 2020 | 19:31 WIB

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat penggunaan akses data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) agar tidak disalahgunakan untuk tujuan yang negatif. Salah satu mitigasi tersebut, pelapor SLIK seperti pegawai bank wajib meminta izin terlebih dahulu kepada pimpinan unit kerja jika ingin mengakses data tersebut.

“Jadi kami mengubah pola untuk mengakses akses SLIK, yang tadinya pegawai bank bisa akses dulu baru lapor kepada pimpinan dengan ada underlying-nya, sekarang jadi harus izin dulu kepada pimpinan unit kerja sebelum mengakses,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Heru Kristiyana pada media briefing OJK di Jakarta, Kamis (20/2).

Adapun pelapor SLIK dibagi menjadi dua kategori. Pertama pelapor wajib terdiri atas bank (bank umum/bank perkreditan rakyat), lembaga pembiayaan, lembaga jasa keuangan lainnya, dan pergadaian. Kedua, pelapor sukarela adalah fintech peer to peer (P2P) lending dan koperasi.

Heru menjelaskan, pihaknya juga akan membatasi penggunaan website berkaitan dengan SLIK yang hanya dapat digunakan pada jam kerja kantor saja. Lalu ada notifikasi yang langsung terdeteksi oleh OJK jika ada penggunaan akses SLIK terlalu sering dan banyak yang menimbulkan kecurigaan. “Nanti pasar modal juga bisa menggunakan SLIK dan ini OJK tengah menggodok agar bisa direalisasikan,” jelas dia.

Pemberian sanksi untuk menutup celah-celah yang dimanfaatkan oleh oknum perbankan berbuat jahat dan menjual data nasabah. "Beberapa waktu lalu, kami sudah berikan denda ke salah satu bank, dendanya bahkan ada yang mencapai Rp 8 miliar. Sedangkan denda untuk satu data yang disalahgunakan Rp 50 juta," jelas dia.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap modus pembobolan rekening milik wartawan senior Ilham Bintang. Pihak kepolisian menyatakan pembobolan rekening berawal dari pencurian data nasabah lewat SLIK.

Sementara itu, menanggapi pernyataan kepolisian tersebut, OJK menegaskan bahwa SLIK merupakan sistem pelaporan dari lembaga jasa keuangan (LJK) ke OJK yang berisi data fasilitas pinjaman debitur dan bukan data simpanan nasabah. OJK juga siap membantu pihak kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut.

SLIK adalah sistem informasi yang berfungsi sebagai sarana pertukaran informasi kredit/pembiayaan antarlembaga jasa keuangan. SLIK menggantikan Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia (BI) mulai 1 Januari 2018. Tujuan SLIK adalah untuk menciptakan sektor keuangan yang kuat dan sistem perkreditan nasional yang sehat.

 

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN