Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur Cigna Indonesia Philip Reynolds (kiri) menyerahkan bantuan asuransi jiwa kepada Direktur Rumah Sehat Baznas Reza Ramdhoni di Jakarta, Rabu (17/6/2020). (ist)

Presiden Direktur Cigna Indonesia Philip Reynolds (kiri) menyerahkan bantuan asuransi jiwa kepada Direktur Rumah Sehat Baznas Reza Ramdhoni di Jakarta, Rabu (17/6/2020). (ist)

Cigna Berikan Asuransi untuk 605 Tenaga Medis Puskesmas

Rabu, 17 Juni 2020 | 21:38 WIB
Thomas E Harefa (thomas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Asuransi Cigna (Cigna Indonesia) bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan perlindungan asuransi sebesar Rp 30,25 miliar kepada 605 tenaga medis di lima Puskesmas di Jakarta. Perlindungan asuransi ini diberikan sebagai apresiasi terhadap para tenaga medis di Puskesmas yang telah berjuang melawan Covid-19.

Demikian disampaikan Presiden Direktur dan CEO Asuransi Cigna Philip Reynolds di sela acara penyerahan secara simbolis perlindungan asuransi yang disalurkan melalui Baznas di Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Pada kesempatan itu, Chief Marketing and Strategic Partnership Officer Cigna Indonesia Akhiz Nasution menjelaskan, perlindungan asuransi ini akan diberikan kepada 605 pekerja medis di lima Puskesmas di Jakarta selama setahun ke depan. Pemberian asuransi tersebut sebagai apresiasi Cigna terhadap perjuangan para tenaga medis melawan Covid-19.

“Para tenaga medis ini sudah mengorbankan waktu, tenaga, dan juga keluarga mereka untuk bekerja tanpa pamrih demi melawan Covid-19. Karena itu, mereka juga patut mendapatkan perlindungan asuransi jika terkena musibah di mana masing-masing orang akan mendapat uang pertanggungan sebesar Rp 50 juta jika meninggal dunia,” kata dia.

Akhiz menjelaskan, selama masa pandemi ini pihaknya telah mengambil kebijakan untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada para nasabahnya. Dalam hal ini Cigna menjamin seluruh nasabahnya yang terkena Covid-19 akan mendapatkan perlindungan sesuai polis. Cigna juga memberikan telekonsultasi gratis bagi para nasabah dengan dokter. Lewat cara ini, para nasabah bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai kesehatan. Selanjutnya, jika memang membutuhkan obat, dokter akan mengeluarkan resep yang diberikan ke apotek terdekat dengan nasabah.

Terkait produk asuransi yang paling diminati masyarakat selama masa pandemi Covid-19 ini, Akhiz mengatakan, asuransi penyakit kritis (Cigna Family Proteksi Optima), asuransi kesehatan keluarga (Cigna Family Care Optima), dan asuransi jiwa dan penyakit kritis bisa sekaligus 7 anggota keluarga (Cigna Family Eazilife) merupakan tiga produk asuransi Cigna yang paling dicari masyarakat.

Cigna Family Eazilife merupakan produk asuransi pertama di industri asuransi di Tanah Air dan menjadi solusi bagi persoalan pelik yang dihadapi generasi sandwich saat ini. Langkah ini ditempuh karena gap proteksi di Indonesia masih mengkhawatirkan, hanya sebesar 3% yang memiliki asuransi.

Sementara itu, Direktur Rumah Sehat Baznas Reza Ramdhoni mengatakan, asuransi merupakan kebutuhan yang sangat penting di saat pandemi Covid-19 ini. Apalagi, paramedis yang bekerja di garda terdepan sangat rentan terkena Covid-19. Menurut dia, mereka yang bertugas di Puskesmas memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi. Sebab, Puskesmas merupakan pintu gerbang fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama sebelum dirujuk lebih lanjut. Karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi perhatian dari Cigna Indonesia untuk paramedis tersebut.

Berkaitan dengan Covid-19, ada banyak kasus petugas kesehatan Puskesmas yang tertular. Sebut saja, 27 petugas medis di Bandung, 2 petugas medis di Tapanuli Utara, 5 petugas Puskemas di Medan, 161 petugas Puskesmas di DKI Jakarta. Sayangnya, beban tugas dan risiko berat tersebut tak disertai apresiasi yang sepadan. Meski demikian, mereka tetap bekerja pantang menyerah.

Pemerintah telah memberikan insentif kepada petugas Puskesmas sebesar Rp 5 juta dan santunan kematian sebesar Rp 300 juta. Insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 diberikan terhitung mulai Maret 2020 sampai dengan Mei 2020 dan dapat diperpanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebelumnya, Ketua Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebutkan sebanyak 55 tenaga medis yang meninggal selama pandemi virus Covid-19. Dari jumlah tersebut terdapat 38 dokter dan 17 perawat. Salah satu faktor penyebabnya adalah tidak terbukanya pasien positif Covid-19 kepada tenaga medis. Selain itu, banyak masyarakat yang masih meremehkan situasi pandemi Covid-19. Kemudian, kurangnya alat pelindung diri (APD) dan faktor kelelahan karena jam kerja yang panjang.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN