Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara (tengah) menjawab pertanyaan wartawan, bersama Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean (kanan), dan S&D Regional Head Jawa Timur & Bali Nusra CIMB Niaga Rusidi (kiri), di sela acara diskusi bersama CIMB Niaga tentang prospek perekonomian Indonesia pada semester II-2019 di Surabaya, Kamis (25/7/2019). (ist)

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara (tengah) menjawab pertanyaan wartawan, bersama Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean (kanan), dan S&D Regional Head Jawa Timur & Bali Nusra CIMB Niaga Rusidi (kiri), di sela acara diskusi bersama CIMB Niaga tentang prospek perekonomian Indonesia pada semester II-2019 di Surabaya, Kamis (25/7/2019). (ist)

Prospek Semester II-2019

CIMB Niaga Optimistis Perekonomian Indonesia Positif

Thomas E Harefa, Kamis, 25 Juli 2019 | 16:34 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk optimistis prospek pasar keuangan dan perekonomian Indonesia pada semester II-2019 positif. Di sisi lain, para pelaku ekonomi diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan tantangan-tantangan yang ada.

Hal itu disampaikan Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean dalam diskusi bersama CIMB Niaga di Surabaya, pada 25 Juli 2019. Dia mengatakan, prospek positif tersebut di antaranya terlihat dari menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ke level Rp 13.900, dan turunnya yield obligasi bertenor 10 tahun ke level 7,0% dari 7,80%.

“Kondisi tersebut merupakan kontribusi dari net foreign inflow di pasar modal yang sangat besar pada semester I-2019 mencapai Rp 160 triliun. Hal ini juga didukung faktor lainnya seperti dolar AS yang relatif soft dibanding bulan lalu serta kurs mata uang Tiongkok (CNY) yang tidak banyak terdepresiasi terhadap dollar AS,” kata Adrian dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, Kamis (25/7/2019).

Adrian juga melihat penguatan rupiah dan turunnya yield obligasi bertenor 10 tahun terjadi karena ekspektasi para pelaku ekonomi terhadap kebijakan terbaru Bank Indonesia (BI). Seperti diketahui, pada 18 Juli 2019 BI menurunkan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI 7DRRR) sebesar 25 bps dari 6,00% menjadi 5,75%.

“Kami memperkirakan yield obligasi 10 tahun berpotensi turun ke kisaran 6,70-6,90% sebagai konsekuensi dari relatif rendahnya persepsi risiko obligasi Indonesia, suku bunga sertifikat deposito Bank Indonesia 12 bulan di 6,25%, serta imbal hasil US-Treasury 10-tahun di kisaran 2,0%,” ujar Adrian.

Meski demikian, prospek positif dari aset keuangan domestik juga bisa tertahan akibat defisit transaksi berjalan yang masih relatif besar. Hingga semester I-2019 defisit transaksi berjalan mencapai kisaran 2,6-2,7% dari produk domestik bruto (PDB).

Berdasarkan kondisi tersebut, Adrian menilai, penguatan rupiah yang terjadi belakangan ini akan terbatas. Hal itu akan terjadi jika indeks dolar AS terus melemah pada semester II-2019. Ekspektasi ini mulai muncul di pasar keuangan dengan mengacu pada pergerakan harga emas yang terus menguat.

“Kami juga melihat bahwa penguatan rupiah yang terlalu cepat berpotensi menyebabkan harga aset rupiah akan menjadi terlalu cepat mahal,” ujar Adrian.

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara (kiri) berbincang dengan Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean (tengah) dan S&D Regional Head Jawa Timur & Bali Nusra CIMB Niaga Rusidi (kanan). (ist)
Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara (kiri) berbincang dengan Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean (tengah) dan S&D Regional Head Jawa Timur & Bali Nusra CIMB Niaga Rusidi (kanan). (ist)

 

Dorong Wakaf Digital

Pada kesempatan itu, Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara mengatakan, kondisi perekonomian yang positif diharapkan turut menumbuhkan bisnis syariah, termasuk penghimpunan dana wakaf dari masyarakat kepada lembaga-lembaga pengelola wakaf.

CIMB Niaga Syariah sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS PWU) terus mendukung pengembangan wakaf dengan mengedukasi masyarakat dan menyediakan channel digital yang lengkap, untuk pembayaran wakaf uang dan wakaf melalui uang.

“Masyarakat bisa berwakaf dengan mudah melalui channel digital yang kami sediakan seperti CIMB Clicks, Go Mobile, ATM, dan aplikasi e-salaam. Kami juga menyediakan kode QR (Quick Response) khusus wakaf di sejumlah masjid dan lembaga wakaf yang dapat dipindai (scan) langsung oleh masyarakat yang ingin berwakaf melalui berbagai aplikasi pembayaran di ponsel,” kata Pandji.

Menurut Pandji, CIMB Niaga Syariah tak sekadar menyediakan kanal pembayaran wakaf yang mudah diakses masyarakat, lebih dari itu juga membuat produk khusus untuk menghimpun dana wakaf yaitu Tabungan iB Mapan Wakaf. Nasabah bisa memilih dua program yang disediakan yaitu Tabungan iB Mapan Wakaf berhadiah wakaf dan Tabungan iB Mapan Menabung Wakaf.

Tersedianya beragam channel serta produk pembayaran wakaf tersebut diharapkan dapat terus meningkatkan penghimpunan dana wakaf melalui CIMB Niaga Syariah. Dana wakaf yang terkumpul akan disalurkan untuk membiayai berbagai program yang dilakukan oleh 15 nazhir (pengelola wakaf) mitra CIMB Niaga Syariah.

Adapun lembaga tersebut yaitu Dompet Dhuafa, PPPA Daarul Qur’an, Global Wakaf, Griya Yatim dan Dhuafa, Inisiatif Wakaf, Yayasan Wakaf BWI, Baitul Wakaf-BMH, Wakaf Al-Azhar, Rumah Wakaf, Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa-ESQ, Wakaf Daarut Tauhid Bandung, Masjid Salman ITB, Yayasan Ar-Risalah Padang, Yayasan Puspas Unair Surabaya, dan Yayasan Umat Mandiri Sejahtera.

“CIMB Niaga Syariah senantiasa mendukung kemajuan perekonomian umat dengan terus berinovasi menyediakan produk dan layanan yang mudah diakses sesuai kebutuhan para nasabah guna mengoptimalkan besarnya potensi bisnis perbankan syariah di Tanah Air,” jelas Pandji.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN