Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor Citibank Jakarta

Kantor Citibank Jakarta

GANDENG VISA GELAR PROGRAM OLYMPIC GAMES TOKYO 2020

Citibank: Virus Korona Belum Ganggu Kinerja Kredit

Nida Sahara, Minggu, 23 Februari 2020 | 10:57 WIB

JAKARTA, investor.id – Citibank NA Indonesia menyebut wabah Virus Korona belum mempengaruhi kinerja penyaluran kredit perusahaan. Meski demikian, Citibank memang sejak akhir tahun lalu sudah memasang target kredit pada 2020 secara konservatif di level single digit, karena dampak pelemahan ekonomi global sebelum merebaknya wabah Virus Korona.

"Tidak ada dampak, kami juga belum menurunkan apa-apa (target), target kredit tahun ini single digit. So far kami belum report apa-apa untuk plan karena baru submit pada Desember lalu, kami juga belum melihat dampak perubahan yang signifikan," ungkap CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (21/2).

Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia Batara Sianturi. Foto: citibank.co.id
Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia Batara Sianturi. Foto: citibank.co.id

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan menjadi 4,75% dan juga memangkas target pertumbuhan kredit tahun ini dari semula 10-12% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 9-11% (yoy). Batara turut menyambut baik adanya penurunan suku bunga acuan dari bank sentral, diharapkan ke depan dapat mendorong permintaan kredit perbankan.

"Mudah-mudahan transmisinya cepat, kami sambut baik keputusan rate cut akan mendorong pertumbuhan kredit dan karena likuiditas cukup kami harapkan suku bunga itu juga cukup cepat dan berikan benefit yang bisa dirasakan untuk perbankan," terang Batara.

Sementara itu, Batara juga mengaku belum melihat adanya dampak Virus Korona terhadap pelemahan sektor manufaktur. Sebaliknya, dengan adanya pemangkasan suku bunga acuan BI diharapkan akan mendorong investasi dan kebutuhan modal kerja semua sektor.

"Dampaknya kami belum lihat, mudah-mudahan rate cut kemarin akan merangsang lagi percepatan perencanaan belanja modal (capital expenditure/ capex) dari semua sektor," lanjut dia.

Pada kesempatan yang sama, Citibank Indonesia bekerja sama dengan Visa memberikan program kepada nasabah kartu kredit Citi berlogo Visa untuk dapat mendatangi Olympic Games Tokyo 2020 melalui kampanye 28 paket ke Olimpiade Tokyo 2020.

Berkaitan itu, akan ada 14 nasabah dengan masing-masing pendamping sehingga total 28 orang akan diterbangkan untuk menyaksikan gelaran olahraga terbesar pada 24 Juli sampai 9 Agustus 2020.

Head of Consumer Banking Citibank Indonesia Cristina Teh Tan mengatakan, perusahaan selalu berkomitmen untuk menyediakan tidak hanya layanan serta produk dengan nilai tambah, namun juga pengalaman berharga guna memenuhi kebutuhan dari para nasabahnya.

"Melalui kampanye ini, yang telah kami persiapkan secara ekslusif bagi nasabah kartu kredit Citi berlogo Visa, kami ingin agar nasabah memiliki akses khusus guna mendukung para atlet Indonesia yang akan bertanding di kompetisi ini," kata Cristina.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman mengatakan, sebagai mitra pembayaran eksklusif di setiap Olimpiade, Visa turut senang dapat bekerja sama dengan Citi untuk menawarkan kepada nasabah Citi dapat menikmati Olympic Games Tokyo 2020 secara langsung. Pihaknya juga dengan senang hati akan menunjukkan sejumlah teknologi pembayaran terkini dan masa depan di area Olimpiade, khususnya di Visa Village.

Untuk potensi transaksi yang akan dihimpun, Riko enggan menyebutkan, yang pasti, setiap diselenggarakan Olympic, pengunjung akan mencapai puluhan juta orang yang datang. Semua transaksi selama Olimpiade hanya menerima kartu berlogo Visa.

"Visa itu dari 1986 sudah menjadi sponsor dan sampai 2032 masih jadi sponsor. Tahun ini kami harap akan ada 40 juta pengunjung ke Olympic Tokyo dari seluruh dunia, transaksinya hitung dari 40 juta dikali berapa harga tiket ke Tokyo, kemudian transaksi di sana," jelas Riko.

Meski ada wabah Virus Korona, Riko mengharapkan sudah hilang paling tidak lima bulan sama dengan virus SARS yang pernah terjadi sebelumnya. Artinya, pada Olimpiade yang terlaksana pada 24 Juli hingga 9 Agustus 2020 tersebut diharapkan sudah pulih dari wabah Virus Korona.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN