Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi asuransi. Sumber: bumn.go.id

Ilustrasi asuransi. Sumber: bumn.go.id

DAI: Industri Asuransi Perlu Adaptasi Bisnis dan Operasional

Jumat, 9 Oktober 2020 | 04:19 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Dewan Asuransi Indonesia (DAI) menilai bahwa industri asuransi perlu mengadaptasi bisnis dan operasionalnya saat pandemi Covid-19. Hal itu diharapkan bisa dilakukan sebagai upaya bangkit dan tumbuh di masa mendatang.

Ketua Umum DAI Hastanto S M Widodo menyampaikan, pandemi Covid-19 memberikan dampak kepada penurunan jumlah pendapatan premi di seluruh sektor perasuransian yang ada. Jika dibanding jumlah pendapatan premi yang diterima di kuartal II-2020, terjadi penurunan sebesar 2,5% secara tahunan (year on year/yoy) di kuartal II-2020 dan penurunan sebesar 6,1% (yoy) pada asuransi umum. Sedangkan sampai semester I-2020, premi asuransi syariah turun tipsi sebesar 0,10% (yoy).

"Dalam menghadapi kondisi dan situasi yang terjadi saat ini diperlukan adaptasi proses bisnis dan operasional dalam strategi bisnis perusahaan perasuransian ke depan agar industri dapat bangkit dan tumbuh seperti tahun-tahun sebelumnya. Penerapan online system pada aktivitas dan operasional perusahaan bisa menjadi salah satu solusi, namun diperlukan percepatan adaptasi inovasi agar bisa memulai peralihan ke sistem digitalisasi dalam kondisi saat ini," kata Widodo saat diskusi daring, Kamis (8/10).

Dia mengungkapkan, pihaknya berharap adanya perubahan sistem yang dilakukan di perusahaan asuransi dan turunannya, maka akan terjadi peningkatan inklusi keuangan khususnya di industri perasuransian yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Hal itu juga tertuang dalam Perpres Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

Widodo menyatakan, upaya penetrasi perusahaan asuransi untuk meningkatkan literasi dan inklusi asuransi menjadi penting. Karena dengan adanya dorongan dari sisi internal dan eksternal industri perasuransian yang dilakukan saat ini, diharapkan kedepannya penyedia layanan asuransi dapat menciptakan dan memperkenalkan asuransi dengan fitur produk yang mudah dipahami dan dibutuhkan.

"Kemudian dari sisi pengguna layanan asuransi bisa memiliki literasi terhadap asuransi yang baik sehingga sadar akan kebutuhannya dan mengerti atas produk dan layanan yang akan digunakannya," imbuh dia.

Dia mengemukakan, guna mendorong peningkatan penetrasi asuransi melalui literasi inklusif ke semua segmen masyarakat, DAI bersama dengan seluruh asosiasi perasuransian kembali menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi asuransi. Hal itu direalisasikan pada perayaan “Hari Asuransi 2020” untuk yang ke-15 kalinya sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2006.

Kegiatan yang dilakukan oleh industri perasuransian ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai upaya dalam meningkatkan literasi dan inklusi asuransi. Dengan mengangkat tema “Mari Berasuransi” dan Sub tema “Aksi Literasi Asuransi Inklusif Untuk Industri Asuransi Yang Maju Dan Modern”.

"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menggambarkan tujuan bersama industri  perasuransian dalam meningkatkan pemahaman asuransi, khususnya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan untuk mendorong ketersedian akses dan layanan keuangan yang maju dan modern yang bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia," terang Widodo.

Lebih lanjut, dia mengatakan, peringatan hari asuransi tahun 2020 juga dilakukan dengan kegiatan Industry Social Responsibility yang ditujukan kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19. DAI beserta asosiasi anggotanya mengajak seluruh pelaku industri perasuransian yang ada untuk bersama-sama menunjukan rasa empati terhadap masyarakat terdampak pandemi. Tujuannya agar dapat mempercepat pemulihan perekonomian di masyarakat.

Widodo menilai, kegiatan sosial itu akan membantu daya tahan masyarakat terdampak Covid-19 sehingga dapat tetap menjalankan aktivitas ekonominya. Kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan nantinya yaitu dengan memberikan donasi berupa kebutuhan pokok dan produk produk asuransi yang saat ini dibutuhkan.

Selain itu, DAI juga mengajak masyarakat, profesional dan para akademisi untuk bersama-sama menayangkan ide dan pemikiran dalam bentuk tulisan. Tujuannya untuk memberikan semangat positif bahwa pandemi Covid-19 akan segera berakhir dan ekonomi masyarakat akan kembali pulih seperti sebelumnya. Kegiatan membuat tulisan bebas popular ini akan dikemas sebagai Bulan Menulis Asuransi sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Hari Asuransi 2020.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN