Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fintech. Foto ilustrasi: IST

Fintech. Foto ilustrasi: IST

Danamas Targetkan Penyaluran Pinjaman Rp 2,2 Triliun

c04, Jumat, 12 Juli 2019 | 21:36 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Pasar Dana Pinjaman (Danamas) menargetkan penyaluran pinjaman mencapai Rp 2,2 triliun pada tahun ini. Sementara itu, hingga Juni 2019, perusahaan financial technology (fintech) tersebut telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 1,7 triliun ke sektor prduktif atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Utama Danamas Dani Lihardja mencatat, saat ini jumlah peminjam mencapai 300 ribu dari 11 juta calon peminjam terdaftar. Sedangkan untuk lender, terdapat 78 ribu yang tetap terdaftar dan sekitar 300 ribu lender tidak tetap telah terdaftar.

Adapun pihaknya juga telah memasang target penyaluran pinjaman mencapai sebesar Rp 2,2 triliun sampai akhir tahun ini. "Target sampai akhir tahun sekitar Rp 2,2 triliun," ujar Dani di Jakarta, Kamis (11/7).

Dia menyebutkan, pihaknya telah melakukan pembiayaan Rp 1,7 triliun atau 15% dari keseluruhan pembiayaan yang dilakukan industri fintech. "Sudah Rp 1,7 triliun. Menurut data OJK (Otoritas jasa Keuangan) itu 15% dari Danamas," kata dia.

Penyaluran pinjaman dari anak perusahaan dari Sinarmas Financial Service tersebut dibarengi dengan kualitas yang cukup baik. Hal tersebut tercermin dari non performing financing (NPF) yang hanya sebesar 1,02%.

Di sisi lain, Dani menyampaikan, pihaknya juga telah membuka modal kerja untuk petani dan peternak. Dengan taget pembiayaan mencapai Rp 100 miliar. "Target untuk ini sebesar Rp 100 miliar. Percobaannya di Yogyakarta. Untuk petai sawit, itu di Pekanbaru," ungkap dia.

Lebih lanjut, Danamas tidak secara langsung memberikan uang kepada penerima uang. Namun melalui pengelola dari UMKM agar distribusi pembiayaan sesuai dengan kebutuhan. Dengan kata lain, sistem offline lebih dahulu dikerjakan, baru kemudian sistem online baru bisa dilakukan.

Dani memberikan ilustrasi, ketika pengusaha ternak meminjam modal maka akan disalurkan ke pengelola terkait. Peminjam tidak menerima uang, melainkan akan menerima hewan atau kebutuhan lain terkait dengan usaha ternaknya.

Begitu juga untuk petani, mereka tidak akan mendapat dana berupa uang untuk dibelanjakan sendiri. Namun dapat melalui koperasi yang nantinya memberikan kebutuhan pertaniannya sesuai dengan pembiayaan yang dipinjam.

"Petani sawit kan replanting sawit. Dia tidak pernah terima uangnya. Misalnya, saat replanting sawit seluas 1 hektare dengan biaya Rp 75 juta itu uangnya akan ke koperasi. Jadi kemungkinan default sedikit," ujar Dani.

Dia menambahkan, pembiayaan yang disalurkan berbeda tergantung dari segmen usahan. Untuk usaha kebun jagung Rp 7,5 juta, replanting Rp 75 juta, dan untuk peternak rata-rata mulai Rp 5-10 juta.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA