Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank DBS Indonesia

Bank DBS Indonesia

DBS Indonesia Berikan Akses Modal Nasabah Korporasi Tetap Tumbuh

Minggu, 20 September 2020 | 08:51 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id -  Saat ini kita masih berada di tengah kondisi yang sulit dan tidak pasti. Masa-masa seperti ini menjadikan banyak orang mudah berputus asa. Namun, sama halnya seperti krisis yang pernah terjadi, pandemi ini membutuhkan upaya seluruh masyarakat untuk bergotong-royong dalam mengatasinya.

CEO DBS Group, Piyush Gupta, mengatakan meskipun jalan di depan tidak akan mudah, kita dapat melaluinya. Bersama-sama, kita menempa jalan ke depan.

Dos Ni Roha telah menjadi nasabah korporasi Bank DBS Indonesia sejak 2014, mendapatkan bantuan fasilitas modal kerja dari Bank DBS Indonesia. Bukan hanya dukungan permodalan, Bank DBS Indonesia juga memberikan layanan perbankan untuk mempermudah operasional finansial Dos Ni Roha melalui fasilitas bank guarantee dan account payable financing. Dos Ni Roha juga telah menggunakan fasilitas layanan perbankan digital DBS IDEAL yang digunakan untuk berbagai layanan keuangan perbankan seperti pembayaran gaji karyawan, di mana karyawan Dos Ni Roha juga menggunakan digibank by DBS untuk penerimaan gaji tersebut.

Rudy Tanoesoedibjo, pemilik dan CEO Dos Ni Roha, fasilitas dan pasokan medis terbesar di Indonesia. Rudy membeli usaha ini sepuluh tahun yang lalu dan membuatnya menjadi perusahaan besar seperti sekarang ini. Dos Ni Roha mendistribusikan fasilitas dan pasokan kesehatan mulai dari vitamin, hand sanitizer, alat tes cepat Covid-19 hingga ventilator ke seluruh penjuru Indonesia mulai dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia, dengan 47 kantor cabang dan 3.000 karyawan yang melayani 10.000 toko yang terdiri dari apotek, klinik dan laboratorium, toko kelontong, supermarket, dan 95% rumah sakit di 463 kota di Indonesia.

Rudy sangat menjunjung tinggi nilai bisnisnya. Meskipun sejak pandemi permintaan tinggi, dan barang sulit didapatkan di pasar, Rudy memastikan agar harga tetap sama seperti sebelum pandemi dan semua barang serta distribusi ke seluruh wilayah mulai dari pulau Sumatera hingga Papua tetap memuaskan. Bahkan perusahaannya juga tidak melayani pembelian besar atau monopoli oleh satu atau beberapa entitas. "Tidak ada kota yang kami distribusikan kurang dari yang dibutuhkan," ujarnya.

Rudy menjelaskan, "Karena kami diberkahi dan dengan berkah itu, kami harus bisa membaginya dengan orang lain. Kami merasa bersyukur bisa berbagi berkah itu dengan orang lain. Itu adalah nilai bisnis saya dan saya terus mengingatkannya kepada karyawan-karyawan saya. Apa yang diajarkan oleh agama Anda (semua agama), harus diterapkan dalam hidup sehari-hari."

Oleh sebab itu, selama pandemi ini Rudy tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun memotong gaji mereka. Rudy tidak memikirkan mendapatkan untung besar selama masa sulit ini, baginya, selama perusahaan masih bisa mempekerjakan karyawan maka tidak ada tekanan untuk restrukturisasi karyawan. Kini permintaan untuk pasokan medis masih terus meningkat seiring dengan jumlah kasus positif yang terus bertambah di Indonesia. Sehingga, selain menumbuhkan bisnis mereka dan memenuhi kebutuhan permintaan yang meningkat, Dos Ni Roha juga mencari lebih banyak modal.

Bank DBS Indonesia melihat adanya kesamaan tujuan serta nilai bisnis dengan Dos Ni Roha.

Corporate Banking Director, PT Bank DBS Indonesia, Kunardy Lie mengatakan, Bank DBS menyadari banyak perusahaan yang terdampak pandemi Covid-19 sehingga sulit menjalankan bisnisnya, atau bahkan mengambil keuntungan dari situasi ini.

“Namun berbeda dengan Dos Ni Roha, sebagai distributor dan pemasok fasilitas medis terbesar di Indonesia, mereka justru dapat menanggapi pandemi ini dengan nilai bisnis kemanusiaan yang kuat,” katanya.

Di tengah permintaan tinggi dan barang yang sulit didapatkan, lanjut Kunardy, Dos Ni Roha tetap berkomitmen untuk memastikan agar harga tetap sama dan terdistribusi merata secara nasional. Tujuan bisnis mereka begitu kuat untuk dapat membantu pemerintah menghadapi keterbatasan pasokan medis di tengah pandemi ini.

“Sekarang makin banyak orang memerlukan barang yang kami distribusikan, hal ini sudah jadi lebih dari sekadar bisnis bagi saya. Saya merasa bangga dapat secara aktif memberikan sumbangsih untuk negara dalam memastikan seluruh pasokan mampu menjangkau sebanyak mungkin orang di seluruh Indonesia. Kalau semakin banyak orang mendapat akses ke alat tes Covid-19, maka kami bisa membantu pemerintah memetakan kasus di Indonesia dan sekaligus memastikan bahwa kami mendistribusikan seluruh pasokan alat kesehatan secara merata ke seluruh Indonesia - kami akan bisa melakukannya!" tutup Rudy. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN