Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Managing Director Head of Digital Banking PT Bank DBS Indonesia, Leonardo Koesmanto (kiri) sedang berdiskusi dengan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh SH MH (kanan) mengenai pemanfaatan data dalam mendukung perbankan digital di tengah situasi pandemi pada sesi khusus acara DBS Asian Insights Conference 2020 yang diinisiasi Bank DBS Indonesia, Kamis (16/7/2020) di Jakarta.

Managing Director Head of Digital Banking PT Bank DBS Indonesia, Leonardo Koesmanto (kiri) sedang berdiskusi dengan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh SH MH (kanan) mengenai pemanfaatan data dalam mendukung perbankan digital di tengah situasi pandemi pada sesi khusus acara DBS Asian Insights Conference 2020 yang diinisiasi Bank DBS Indonesia, Kamis (16/7/2020) di Jakarta.

DBS-Ditjen Dukcapil Kemendagri Validasi Data di Tengah Pandemi

Minggu, 2 Agustus 2020 | 13:11 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Perkembangan perekonomian Indonesia terindikasi mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif di kuartal kedua 2020 akibat Covid-19. Sektor perbankan diharapkan dapat memberikan kontribusinya untuk percepatan pemulihan ekonomi.

Dengan semakin banyaknya kegiatan yang mengharuskan minim kontak fisik, perbankan pun dituntut untuk dapat menyesuaikan diri guna memenuhi kebutuhan nasabah dengan bertransformasi digital secara masif.

Oleh karena itu, layanan perbankan digital menjadi pilihan terbaik bagi nasabah untuk melakukan transaksi keuangan. Hal tersebut perlu didukung dengan validasi data yang baik untuk memastikan keamanan data nasabah dan pencegahan manipulasi data atau indikasi penyalahgunaan data lainnya.

Menyadari pentingnya validasi data secara akurat, salah satu pelopor perbankan digital di Indonesia, digibank by DBS, menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri dalam pemanfaatan data kependudukan, untuk menyediakan pengalaman transaksi perbankan yang aman dan mudah bagi nasabah.

Kerja sama ini sangat membantu digibank by DBS dalam proses Electronic Know Your Customer (e-KYC) melalui verifikasi data kependudukan dan KTP elektronik. Teknologi tersebut memberikan proses yang nyaman dan lebih efisien karena nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang (branchless), tidak perlu menggunakan kertas dokumen (paperless), dan tidak perlu tanda tangan basah (signatureless).

“Keamanan dan kerahasiaan data nasabah adalah prioritas utama Bank DBS Indonesia. Oleh karena itu, kami secara serius terus mengembangkan teknologi pengamanan data nasabah, salah satunya melalui kerja sama dengan Dukcapil dan beroperasi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Program Dukcapil Go Digital yang bertujuan untuk mendekatkan komitmen pemerintah untuk menerapkan Single Identity Number (SIN) sangat membantu percepatan transformasi digital kami,” ujar Managing Director Head of Digital Banking PT Bank DBS Indonesia, Leonardo Koesmanto, dalam keterangannya belum lama ini.

Adapun langkah dan strategi Dukcapil untuk mempercepat adopsi SIN ini adalah menstandarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Saat ini sudah 99,04% penduduk Indonesia memiliki e-KTP sebagai data penduduk tunggal yang berlaku untuk menuju era One Data Policy.

“Masyarakat perlu aware terhadap data pribadi yang mereka pegang, dan data masyarakat yang dipegang oleh berbagai lembaga. Jika kita mencari ‘KTP’ di dunia maya maka akan keluar jutaan KTP masyarakat.

Oleh karena itu, harus ada kepedulian antara masyarakat dan lembaga yang berwenang. Semua lembaga pengguna data, wajib menyimpan dan melindungi rahasia data seluruh pelanggannya. Tidak boleh ada jual beli data, tidak boleh menggunakan data tidak sesuai dengan peruntukannya sehingga pemanfaatan data taat terhadap rule of law, dan perlindungan rahasia data pribadinya,” ujar Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh SH MH.

Seiring dengan terus berkembangnya percepatan transformasi digital, Dukcapil mengambil peranan sentral dalam konteks e-KYC dengan memberikan akses verifikasi kebenaran identitas penduduk. Hal ini dilakukan untuk melindungi berbagai sektor penyelenggara kegiatan ekonomi seperti perbankan, asuransi, dan industri perdagangan agar tidak mengalami fraud. Dengan e-KYC berbasis data Dukcapil, tingkat kejahatan pemalsuan dokumen di perbankan dapat ditekan sehingga nasabah dipastikan merupakan orang yang benar dan terdata dengan tepat.

Selama pandemi, digibank by DBS mengalami peningkatan transaksi yang sangat signifikan hingga 75 persen. Melihat hal tersebut, digibank by DBS semakin giat mengembangkan fitur-fitur di dalam aplikasinya, khususnya untuk wealth management guna mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi pengelolaan keuangan.

Dalam waktu dekat, digibank by DBS berencana akan meluncurkan Rekening Valas serta fitur Obligasi Sekunder untuk menambah pilihan nasabah dalam menyimpan dan mengembangkan keuangannya.

Guna mendukung pemanfaatan data kependudukan dalam instrumen investasi serta transaksi valuta asing, serta mengingat tuntutan perbankan digital yang semakin beragam, Dukcapil mengambil langkah untuk menyelesaikan pembangunan big data kependudukan, guna meningkatkan efektivitas serta efisiensi pelayanan publik

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN