Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemerintah menggulirkan kebijakan penghapusan Pajak Penjualan Barang Mewah ( PPnBM) untuk mobil baru mulai Maret 2021. Foto ilustrasi: Beritasatuphoto/Joanito De Saojoao

Pemerintah menggulirkan kebijakan penghapusan Pajak Penjualan Barang Mewah ( PPnBM) untuk mobil baru mulai Maret 2021. Foto ilustrasi: Beritasatuphoto/Joanito De Saojoao

Diskon PPnBM Diperpanjang, Multifinance Harapkan Produsen Pabrik Optimal Produksi Mobil

Minggu, 13 Juni 2021 | 19:50 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah mengumumkan memperpanjang diskon 100% tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor hingga Agustus 2021. Namun demikian, produksi mobil dalam kondisi Covid-19 diharapkan sejalan dengan permintaan masyarakat, sehingga terjadi transaksi dan memberi dampak langsung pada perusahaan pembiayaan (multifinance).

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyampaikan, tentu pemerintah memiliki alasan tertentu untuk memperpanjang diskon PPnBM sampai Agustus 2021, seperti terbukti mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan itu tepat sasaran jika melihat potensi penjualan mobil, khususnya orang-orang yang kendaraannya terbilang sudah tua. Selain memang melihat biaya perbaikan yang relatif lebih mahal, kendaraan lama juga bisa dijual untuk membeli mobil baru.

Tapi sayangnya, kata dia, respon positif masyarakat atas diskon PPnBM sebelumnya (Maret-Mei 2021) belum bisa diimbangi produksi mobil oleh produsen mobil, sehingga stok barang yang dihasilkan tidak imbang dengan permintaan masyarakat. Kendala-kendala seperti pelaksanaan protokol kesehatan sampai kelangkaan barang baku diketahui menghambat proses produksi.

"Ini (perpanjangan) adalah suatu hal yang positif, kita sambut gembira bahwa pemerintah memperpanjang diskon PPnBM 100%. Dealer dan pabrik diharapkan bisa memproduksi kendaraan sesuai dengan permintaan pasar sehingga terjadi transaksi. Dengan demikian perusahaan pembiayaan juga mendapatkan debitur dengan kualitas baik," ujar Suwandi saat dihubungi Investor Daily, Minggu (13/6).

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno. Foto: IST
Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno. Foto: IST

Menurut dia, hal positif yang bisa didapat pelaku usaha terkait dengan perpanjangan PPnBM sampai Agustus 2021 adalah kepastian bagi masyarakat yang barangnya inden tetap mendapatkan diskon tersebut. Karena stok mobil yang terbatas ketika adanya diskon PPnBM pada Maret-Mei 2021 menuai kecenderungan pembeli membatalkan pesanan.

Sementara itu, Suwandi menerangkan, sejumlah relaksasi yang mendorong peningkatan permintaan penjualan mobil itu belum bisa membuat piutang pembiayaan tumbuh positif secara tahunan (year on year/yoy). Alasannya utamanya adalah realisasi penjualan mobil belum seutuhnya pulih di angka 90 ribu unit per bulan, di samping itu faktor pembagi seperti akun pembiayaan lunas juga banyak dicatatkan multifinance.

"Untuk bisa volume piutang ini kembali lagi seperti sebelum Covid-19, maka setidaknya penjualan harus sama dengan pencapaian sebelum Covid-19. Artinya, tidak masalah kemarin piutang sempat menurun, sekarang kan sudah mulai meningkat. Kita ekspektasi pada 2022 atau 2023 piutang sudah kembali (seperti sebelum Covid-19)," ucap dia.

Selain itu, sambung dia, saat ini terjadi fenomena bahwa mulai banyak masyarakat yang membeli kendaraan secara tunai ketimbang memilih kredit melalui multifinance. Hal itu sedikit banyak berpengaruh pada realisasi pembiayaan baru (booking) di multifinance.

"Kalau dulu 70% orang beli mobil itu kredit, sisanya 30% beli tunai. Sekarang kebalikannya, orang bisa sampai 60% beli secara tunai, sisanya 40% baru kredit. Memang rasio orang untuk membayar cash itu naik," tandas Suwandi.

Mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), setelah setahun penuh menurun, piutang pembiayaan multifinance untuk pertama kalinya tercatat tumbuh positif pada Maret 2021. Tren itu berlanjut pada April 2021, piutang pembiayaan tumbuh 0,27% secara bulanan (month to month/mtm) menjadi sebesar Rp 364,71 triliun.

OJK juga mencatat per April 2021, ada realisasi pertumbuhan pada barang produktif seperti mobil pengangkutan. Selain itu, peningkatan terjadi pembiayaan pada motor roda dua baru dan bekas,  masing-masing tumbuh 0,86% (mtm) dan 7,64% (mtm). Sedangkan mobil baru dan berkas, masing-masing tumbuh 0,42% (mtm) dan 0,78% (mtm).

Di sisi lain, perpanjangan pemberian insentif PPnBM ditanggung pemerintah (DTP) diusulkan oleh Menperin dan disetujui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (11/6).

"Kementerian Keuangan sudah senada dengan kami, bahwa PPnBM DTP dapat diperpanjang. Hal ini sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, diperlukan terobosan untuk tetap menciptakan iklim usaha yang kondusif di tengah kondisi pandemi. Ini bertujuan membangkitkan kembali gairah usaha di tanah air, khususnya sektor industri, yang selama ini konsisten berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Minggu (13/6).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: IST
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: IST

Dia menilai, bahwa industri otomotif menjadi salah satu penggerak perekonomian yang pertumbuhannya harus segera dipercepat karena industri tersebut melibatkan banyak pelaku usaha lokal dalam rantai produksinya mulai dari hulu hingga ke hilir.

Adapun Sejak 1 Maret 2021, pemerintah menerapkan kebijakan PPnBM DTP terhadap pembelian mobil baru. Program ini dimulai untuk mobil penumpang 1.500cc dengan kandungan lokal tertentu. Skemanya, per tiga bulan diberlakukan perubahan potongan pajak, yakni Maret-Mei diskon 100 persen, Juli-Agustus 50 persen, dan Oktober-Desember 25 persen.

Seiring perkembangan implementasi kebijakan tersebut, kinerja industri otomotif dan penjualan mobil di tanah air menunjukkan tren yang positif.

"Pemerintah memang akan melakukan evaluasi per tiga bulan untuk melihat dampak dari diskon PPnBM DTP untuk pembelian mobil baru," ungkap Agus.

Pada Maret saat awal diberlakukan diskon PPnBM ini, sudah ada kenaikan penjualan mobil baru hingga 28,85%. Bahkan, pada April 2021, lonjakan penjualan mencapai 227% (yoy). Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel, secara akumulatif, Januari–April 2021 naik 5,9% (yoy) menjadi 257.953 unit. Secara bulanan volume penjualan ritel telah mendekati level normal atau sekitar 80.000 per bulan.

Melihat respons dan efek positif tersebut, pemerintah akan melakukan perpanjangan fasilitas PPnBM DTP 100% untuk penjualan mobil 4x2 dibawah 1500cc hingga bulan Agustus 2021. Selanjutnya, periode untuk diskon PPNBM DTP 50% diperpanjang menjadi bulan Desember 2021.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN