Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Yen Jepang

Yen Jepang

Dolar Ditransaksikan di Paruh Atas 108 Yen

Rabu, 8 April 2020 | 09:52 WIB

TOKYO, investor.id - Kurs dolar AS berpindah tangan di kisaran paruh atas 108 yen dalam transaksi awal di Tokyo pada Rabu pagi, sedikit berubah dibandingkan level semalam di New York.

Ketika pasar dibuka di Tokyo, dolar AS dikutip pada 108,67-68 yen dibandingkan dengan 108,72-82 yen di New York dan 108,87-88 yen di Tokyo pada Selasa (7/4/2020) pukul 17.00 waktu setempat.

Euro, sementara itu, diambil pada 1,0892-0893 dolar dan 118,37-38 yen terhadap 1,0888-0898 dolar AS dan 118,49-59 yen di New York, serta 1,0877-0879 dolar AS dan 118,42-46 pada Selasa sore (7/4/2020) di Tokyo.

Dari New York dilaporkan Dolar AS jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), sedangkan mata uang berisiko termasuk dolar Australia menguat, karena selera risiko meningkat dengan harapan bahwa penguncian (lockdowns) dapat memperlambat penyebaran virus korona di beberapa negara.

Petugas bank menghitung uang di Bank Mandiri Kantor Cabang Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Kamis (19/3/2020).  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Petugas bank menghitung uang di Bank Mandiri Kantor Cabang Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Sterling juga naik sehari setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dipindahkan ke perawatan intensif karena memburuknya gejala virus korona.

Analis mengatakan mata uang Inggris diuntungkan dari meningkatnya selera risiko yang membebani dolar AS. Kondisi Johnson, meski mengkhawatirkan, juga tidak mungkin berarti perubahan arah kebijakan pemerintah dalam memerangi virus.

"Terlepas dari berita sedih tentang PM Inggris Johnson, kematian di Inggris tetap relatif rendah dan melambat untuk hari kedua, meskipun puncaknya masih diperkirakan sekitar 10 hari lagi," kata Kepala Strategi Mata Uang Global di Brown Brothers Harriman, Win Thin di New York, dalam sebuah laporan.

"Data frekuensi tinggi pada infeksi Virus Korona dan tingkat kematian terus stabil," kata Thin.

Di Spanyol dan Italia, yang menyumbang lebih dari 40% dari kematian dunia, angka kematian telah menurun selama beberapa hari, dan diskusi publik telah beralih ke bagaimana dan kapan pembatasan-pembatasan drastis dalam aktivitas pribadi dan ekonomi selama berminggu-minggu akan dikurangi.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terakhir melemah 0,81 persen menjadi 99,92.

Dolar Australia melonjak 1,54 persen menjadi 0,6180 dolar AS, sterling menguat 0,93 persen menjadi 1,2343 dolar dan euro menguat 0,98 persen menjadi 1,0897 dolar. Dolar juga melemah 0,40 persen terhadap yen di 108,76 yen.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN