Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo (kiri), Direktur Utama BRI Syariah Ngatari (kedua kiri), dan Direktur Utama Bank Mandiri Syariah Toni EB Subari (kanan) disaksikan oleh Ketua Project Management Office sekaligus Wakil Direktur Bank Mandiri Hery Gunardi (kedua kanan) dalam penandatanganan Rancangan Penggabungan Bank Syariah di Jakarta, Selasa (20/10)

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo (kiri), Direktur Utama BRI Syariah Ngatari (kedua kiri), dan Direktur Utama Bank Mandiri Syariah Toni EB Subari (kanan) disaksikan oleh Ketua Project Management Office sekaligus Wakil Direktur Bank Mandiri Hery Gunardi (kedua kanan) dalam penandatanganan Rancangan Penggabungan Bank Syariah di Jakarta, Selasa (20/10)

DPR: Merger Bank Syariah Pacu Industri Halal RI

Senin, 26 Oktober 2020 | 12:46 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Upaya Indonesia mengembangkan jasa dan produk halal bakal terpacu oleh merger tiga bank syariah milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Merger PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah akan membawa manfaat yang besar terhadap perkembangan industri halal di dalam negeri dan mendorong kiprah Indonesia di kancah global.

Wakil Ketua Komisi XI DPR, Fathan Subchi mengatakan, merger tiga bank syariah tersebut akan menciptakan efisiensi industri perbankan syariah dan industri halal secara umum. Hal ini akan diikuti tumbuhnya daya saing bank-bank syariah dan pelaku industri halal.

"Melalui merger ini, pasar syariah diharapkan berkembang lebih besar dan efisien. Bank syariah milik bank BUMN juga lebih siap berkompetisi dan bersaing secara nasional, bahkan global," ujar Fathan di Jakarta, Senin (26/10).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini yakin bank syariah hasil merger akan banyak memberikan sumbangsih terhadap perekonomian nasional. "Dampak positif akan dirasakan, terutama oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan industri halal," tandas dia.

Menurut Fathan, bank syariah hasil merger harus berkomitmen memperbesar dukungan dan pembiayaan untuk UMKM serta produsen produk halal. Jika ini bisa dilakukan, tak lama lagi Indonesia menjadi kiblat industri halal dunia.

"Segmen yang harus fokus digarap bank syariah hasil merger tentunya pada UMKM dan industri syariah, sehingga cita-cita Indonesia menjadi kiblat keuangan syariah dan pasar syariah bisa tercapai," papar dia.

Secara terpisah, anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno mengharapkan tata kelola, kinerja, dan efisiensi bank syariah hasil merger meningkat signifikan.

Dia menjelaskan, terdapat dua hal penting yang dibutuhkan untuk mewujudkan harapan itu, yakni tata kelola yang baik dan sumber daya manusia (SDM) yang berintegritas.

"Merger akan memperkuat posisi bank syariah dalam percaturan regional. Mudah-mudahan efisiensi, tata kelola, dan kinerjanya bisa naik signifikan. Bila tidak memiliki SDM yang berintegritas tinggi dan tata kelola yang baik, tetap bermasalah," tegas Hendrawan.

Bank syariah hasil merger, menurut Hendrawan, harus fokus menggarap segmen pasar yang lebih khusus, misalnya klaster industri dengan basis modal sosial, religi, atau adat tertentu yang kompatibel dengan prinsip-prinsip syariah. "Yang penting jangan melayani bandit-bandit keuangan yang bertujuan memacetkan uang dari bank," tegas dia.

Jadi Rujukan Dunia 

Pada kesempatan lain, anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun menyebutkan, bank syariah hasil merger dapat fokus mengembangkan UMKM dan masyarakat ekonomi kelas menengah. Bank syariah hasil merger bisa menjadi penggerak utama perekonomian pada dua kelompok tersebut.

Di sisi lain, operasional bank syariah hasil merger yang disebut-sebut bakal diberi nama Bank Amanah ini juga harus dijaga agar benar-benar menerapkan metode sesuai aturan Islam dalam menghimpun pendanaan dan menyalurkan pembiayaan. "Apalagi Indonesia telah dikenal sebagai penduduk dengan mayoritas menganut agama Islam, yang seharusnya dapat menjadi rujukan internasional dalam penerapan ekonomi syariah khususnya dalam sektor perbankan," kata dia.

Misi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai produsen halal terbesar di dunia sempat ditegaskan Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin pada Sabtu (24/10) lalu. Menurut Wapres, potensi Indonesia menjadi produsen produk halal begitu besar. Potensi tersebut harus dimaksimalkan melalui kolaborasi berbagai pihak untuk memajukan industri halal.

"Indonesia memerlukan langkah-langkah strategis yang dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan terkait secara simultan dan kolaboratif," ujar Wapres.

Perjanjian merger bersyarat (conditional merger agreement/CMA) PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah ditandatangani Senin (12/10) lalu. Selain menyertakan tiga bank syariah yang dimerger, penandatanganan CMA melibatkan tiga bank anggota Himbara selaku perusahaan induknya, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN