Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BRI. Foto ilustrasi: DAVID

Bank BRI. Foto ilustrasi: DAVID

Dua Langkah Transformasi BRI

Rabu, 5 Agustus 2020 | 22:34 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -- Wakil Dirut PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk Catur Budi Harto mengemukakan, BRI berupaya untuk melakukan transformasi, apalagi terkait perubahan yang diusung akibat epidemic Covid-19.

Pertama, yakni pendekatan digitalisasi guna mempercepat proses bisnis. Kedua, transformasi yang dimaksud berupa menemukan model bisnis baru, termasuk budaya baru BRI menangkap potensi-potensi yang ada.

“Jadi dua transformasi tadi itu masih relevan dan dipercepat, tadinya mau dieksekusi pada 2021 atau 2022, kita harus eksekusi sekarang,” tutur dia. Catur Budi Harto saat berkunjung ke redaksi Beritasatu Media Holdings, Selasa (4/8/2020). Hadir pada kesempatan yang sama Corsec BRI Amam Sukriyanto.

Selain tetap menyalurkan KUR dan menjalankan restrukturisasi, BRI terus melakukan pemberdayaan UMKM secara daring.

Catur Budi Harto. Foto: IST
Catur Budi Harto. Foto: IST

Catur mengatakan, selama pandemi pihaknya telah melakukan 64 pelatihan secara daring melalui aplikasi UMKM Smart dengan peserta 1.300 orang. Pelatihan itu bakal terus berlanjut sampai akhir tahun 2020.

BRI juga membantu debiturnya untuk melakukan pemasaran secara daring lewat platform Indonesia Mall, website pasar yakni pasarpalu.com.

Sampai saat ini, terdapat 530 UMKM telah on-board di Indonesia mall dan sebanyak 11 ribu UMKM dalam proses on-board.

Catur menilai, kehadiran Web Pasar sampai Juni 2020 telah merambah 4.300 pasar dengan jumlah 47,75 ribu pedagang. Melalui pendekatan itu, ekosistem pasar secara tidak langsung ikut bergerak.

Peran BRI dalam PEN
Peran BRI dalam PEN

“Ada tukang ojek yang nantinya bisa mengantarkan pesanan dari pembeli. Paling tidak itu upaya agar UMKM tetap hidup, kita sadar hanya modal saja tidak cukup. Intinya, kita tidak cerita debitur yang besar-besar karena sudah ada yang mengurus. UMKM sendiri juga harus diurus secara serius,” tegas dia.

Catur menambahkan, BRI sudah menyiapkan physical outlet dengan fungsi maksimal. Di samping itu, BRI juga punya potensi delapan anak perusahaan. Ke depan, pihaknya akan berkolaborasi dengan BUMN lain agar outlet-outlet itu diisi dengan produk-produk dari mitra kerja.

Realisasi restrukturisasi nasabah terdampak Covid-19
Realisasi restrukturisasi nasabah terdampak Covid-19

“Kita ada delapan anak usaha yang akan mendorong bisnis untuk mewujudkan rencana-rencana kita. Kita ada rencana, misalnya, penyuluh digital, mereka merajut, tadinya customer service itu ada empat, kita pangkas menjadi dua untuk menjadi penyuluh. Dalam model pendidikan kita, setiap entitas harus punya keahlian tertentu. Bank itu harus dibangun di dalam trust. Menurut kami, sampai saat ini dan ke depan tidak bisa tergantikan," katanya..

Dia juga mengatakan, aset-aset itu dibeli BRI sudah lama dan perlu dioptimalkan.

Progres penyaluran kredit UMNK BRI
Progres penyaluran kredit UMNK BRI

“Kami punya 43.000 titik dan 14 ribu agen, kita rajut sedemikian rupa, maka akan bagus ekosistemnya. Itu jelas bisa dimanfaatkan. Jumlah rekening aktif BRI saat ini sebanyak 120 juta,” ujarnya.

Catur menambahkan, kredit usaha ultra mikro secara difinisi di bawah Rp 10 juta. Jika dengan cara manual maka untuk menggarap kredit usaha ultra mikro itu tidak efisien, makanya BRI menyiapkan secara digital.

Trust

Penyaluran program Bansos
Penyaluran program Bansos

Kekuatan bank adalah trust. Meski financial technology (fintech) kini berkembang pesat, bank tetap dibutuhkan. Karena bank memiliki trust yang sulit tersaingi.

“Mereka (fintyech) kan memberikam solusi, kami memberkan trust. Kita bertemu di situ. Satu sisi kami berkolaborasi, kita sebagai payment agent. Fintech peer to peer (p2p) lending, ini kan bisa berkolaborasi dengan kita. Kita juga bisa memutuskan berkompetisi dengan membuat aplikasi sejenis. Karena ada pangsa yang berbeda, maka mereka menggarap itu. Kita ada kerja sama dengan TaniHub yang menggarap sektor pertanian, Investree terkait invoice financing,” jelas Catur.

Tingkatkan Produktivitas UMKM

Program stimulus subsidi bunga PMK
Program stimulus subsidi bunga PMK

Mengacu pada hasil sur vei International Council for Small Business (ICBS) Indonesia menunjukkan berbagai masalah pada setiap aspek bisnis yang dihadapi UKM. Dalam aspek pemasaran, 78,20% terjadi penurunan permintaan pelanggan dan 17% kesulitan berjualan secara daring.

Dari aspek operasional, sebesar 51,80% UKM mengalami kenaikan bahan baku dan sebesar 32,90% kesulitan mendapat bahan baku. Sedangkan pada aspek human capital, penurunan motivasi kerja dialami 29,70% dan sebesar 53,30% terjadi penurunan produktivitas. J

ika ditilik melalui aspek keuangan, 38,80% UKM didapati utang dan kredit jatuh tempo dan sebesar 58,20% kekurangan uang kas. UMKM juga mendapat tantangan tersendiri pada masa pandemic Covid-19.

Program penyaluran kredit dengan penjaminan
Program penyaluran kredit dengan penjaminan

Pertama, perubahan referensi untuk beralih dari offline menjadi online, sehingga perlu mempercepat adopsi teknologi digital dalam pemasaran produk. Kedua, tantangan terkait penurunan pendapatan. Dampaknya membuat perusahaan banyak melakukan PHK.

Dengan demikian, UMKM perlu mengubah unit produk menjadi lebih kecil dengan harga lebih kompetitif. Ketiga, adalah tantangan pemulihan psikologis karena masyarakat belum yakin akan keamanan Covid-19 pasca relaksasi. Maka

UMKM mesti menerapkan protokol kesehatan dan praktik higienis. (jn)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN