Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fintech. Foto ilustrasi: IST

Fintech. Foto ilustrasi: IST

Dukung Ekspansi Fintech, OJK Gandeng Otoritas Tiga Negara Asia Tenggara

Nida Sahara, Kamis, 19 September 2019 | 08:17 WIB

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng otoritas jasa keuangan di berbagai negara Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Pasalnya, sejumlah financial technology (fintech) Indonesia mulai gencar merambah pasar ke negara-negara tersebut.

Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital OJK Triyono Gani mengatakan, adanya kerja sama antara OJK dengan otoritas negara di Asia Tenggara tersebut karena terdorong langkah dari fintech Indonesia yang mulai ekspansi ke luar negeri. Menurut dia, hal tersebut merupakan langkah yang bagus untuk mulai menjangkau pasar internasional.

"Ini yang menjadikan perhatian OJK, tanpa dorongan dan insentif, beberapa fintech sudah beroperasi di negara lain dengan sendirinya. Ini yang membuat kami MoU dengan otoritas setempat," jelas Triyono di Jakarta, Rabu (18/9).

Pihaknya telah melakukan MoU dengan otoritas moneter Singapura, dansedang melakukan proses finalisasi untuk MoU dengan otoritas Malaysia yang diharapkan segera terlaksana. "Mudah-mudahan bisa ditandatangani di Malaysia, karena masih proses finalisasi, tapi kami sudah kerja sama. Kalau Thailand juga kami sudah kerja sama walaupun belum dalam bentuk MoU," papar Triyono.

Triyono mengungkapkan, langkah yang dilakukan OJK tersebut untuk mendukung perkembangan fintech Indonesia dan membantu dari sisi regulasi. Pihaknya juga menilai perlu melakukan MoU dengan negara lain karena terdapat fintech asing yang juga sudah masuk Indonesia, seperti Grab.

"Fintech ini kan borderless, dengan mudah kami bisa beri jasa keuangan lintas negara. Jadi suatu keharusan kami kerja sama dengan negara lain, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand," ungkap dia.

Adapun dalam MoU dengan negara-negara tersebut, terdapat dua hal yang diatur. Pertama, mengenai saling melengkapi informasi. Kedua, kerja sama terkait innovation hub.

"Pertama itu melengkapi informasi, jadi kalau misalnya kami ada fintech yang akan operasional di luar negeri, mereka akan tanya informasi fintech tersebut. Kedua, innovation hub, artinya apabila ada sebuah fintech yang bisnis modelnya bagus dan bisa diceritakan itu bisa jadi saling tukar pengetahuan," terang Triyono.

Pihaknya juga menyebut terkait pengawasan fintech, pertukaran informasi merupakan keharusan. Hal tersebut dilakukan supaya dapat mengetahui rekam jejak perusahaan fintech yang akan beroperasi di suatu negara.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA