Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir

MENTERI BUMN:

Ekosistem BUMN untuk Ultramikro Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja dan Pelaku Usaha

Kamis, 18 Maret 2021 | 14:52 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah melalui Kementerian BUMN menjamin pembangunan ekosistem BUMN untuk ultramikro dan UMKM tidak hanya dilakukan berlandaskan pertimbangan bisnis semata. Holding BUMN untuk ultramikro dirancang berdasarkan tekad pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja perusahaan terlibat, pelaku usaha ultramikro, UMKM.

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, manfaat positif dari sinergi BUMN untuk ultramikro akan dirasakan pelaku usaha, karena terbuka peluang mendapat pembiayaan berbunga rendah. Penurunan suku bunga pinjaman terjadi karena sinergi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menurunkan beban dana (cost of fund) ketiga perusahaan itu.

“Ekosistem ini ingin memastikan terdapatnya penurunan bunga pinjaman. Selama ini, hal ini menjadi konteks hambatan kenapa pelaku usaha ultramikro dan UMKM tidak mendapat pendanaan yang lebih baik. Model bisnis ekosistem ultramikro akan fokus pada pemberdayaan bisnis melalui PNM, dan pengembangan bisnis melalui Pegadaian dan BRI untuk membuat usaha mikro naik kelas sehingga bisa memasuki tahapan yang lebih tinggi,” ujar Erick dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Gedung DPR, Kamis (18/3).

Rapat Kerja Komisi VI terkait pembentukan holding ultramikro dipimpin Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima. Selain jajaran anggota dewan dari Komisi VI DPR, rapat juga dihadiri Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama BRI Sunarso, Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, dan Direktur Utama PNM Arief Mulyadi.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyatakan, selain bermanfaat bagi pelaku usaha ultramikro dan UMKM, sinergi ketiga BUMN ini juga akan membawa keuntungan bagi para pekerja. Pegawai PNM dan Pegadaian, menurut Tiko, berpeluang mendapat untung karena perusahaannya berpotensi besar mencetak laba lebih tinggi pasca holding dibentuk.

Berdasarkan pernyataan tertulis yang diterima, Kamis (18/3), Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengayakan, sinergi membuat beban dana dan operasional PNM dan Pegadaian akan berkurang. Efisiensi tercipta dari penggabungan kantor PNM dan Pegadaian dengan BRI, serta terjaminnya pendanaan dua BUMN ini ke depannya.

“Kami meyakinkan, sekali lagi tidak ada pengaruh ke kepegawaian. Tidak ada pengurangan pegawai, tidak ada pengurangan benefit, semua berjalan apa adanya. Bahkan kami meyakini dengan efisiensi kami bisa mem-pass on ini untuk kenaikan benefit bagi (pegawai) PNM dan Pegadaian,” tutur Tiko.

Sejauh ini, Kementerian BUMN menyebut rencana sinergi BRI, PNM, dan Pegadaian sudah mendapat persetujuan dari seluruh regulator yakni OJK, Bank Indonesia, LPS, KSSK, dan Komite Privatisasi.

Tiko mengatakan, OJK menyampaikan dukungan dengan pesan agar ekosistem BUMN ini bisa menerapkan prinsip-prinsip PSAK 71 secara baik. Selain itu, valuasi saham PNM dan Pegadaian diharap berlangsung wajar saat right issue dilakukan BRI.

Bank Indonesia juga berpesan agar sumber pendanaan alternatif tetap dimiliki PNM dan Pegadaian. BI mendukung pembentukan holding karena langkah ini dipercaya mempercepat digitalisasi UMKM dan memperkuat inklusi keuangan.

LPS menyampaikan harapan agar ekosistem ini bisa menjadi mitra lembaga keuangan lain seperti BPR, dan menghindari praktik monopoli dalam berkegiatan. Kemudian, KSSK memastikan pembentukan ekosistem ini tidak menimbulkan risiko sistemik terhadap industri perbankan nasional. Terakhir, Komite Privatisasi telah memberi persetujuan dengan catatan agar right issue BRI diikuti pemerintah. Peran serta Pemerintah terjadi melalui penyetoran saham Seri B negara di Pegadaian dan PNM.

“Nantinya rights issue akan ada keterbukaan informasi yang kami sampaikan segera setelah kami konsultasi dengan DPR, di mana BRI akan right issue diharapkan terjadi di kuartal ketiga. Rights issue akan diikuti pemerintah dan telah disetujui Komite Privatisasi. Kemudian pemerintah akan menyetorkan penyetoran modal nontunai dan pertahankan satu lembar saham dwiwarna di PNM dan Pegadaian, sehingga pemerintah memiliki kontrol langsung ke PNM dan Pegadaian melalui saham dwiwarna itu,” jelas Tiko.

Secara umum dalam rapat itu, dukungan terhadap pembentukan holding BUMN ultramikro mengalir dari kalangan legislatif di Komisi VI DPR. Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi VI DPR dari Partai Gerindra Andre Rosiade menyebut pertemuan antara lembaga legislatif dengan Kementerian BUMN kali ini hanya bersifat konsultasi. Dia memandang rencana pembentukan ekosistem BUMN untuk ultramikro sudah tepat untuk membangkitkan ekonomi Indonesia.

“Ini mungkin salah satu terobosan Menteri BUMN dan Presiden Joko Widodo agar UMKM bisa bangkit. Saya kira ini rapat konsultasi, bukan rapat persetujuan. Ini kebijakan yang tepat oleh pemerintah untuk bagaimana kita bisa membangkitkan ekonomi kita, terutama membunuh rentenir. Kebijakan ini menyelamatkan rakyat Indonesia dari praktik rentenir yang mematikan rakyat miskin,” ujar Andre.

Sementara itu, Anggota Komisi VI dari Partai Golkar Nusron Wahid menambahkan, rencana konsolidasi bisnis BRI, PNM, dan Pegadaian adalah peristiwa bisnis. Karena itu, dia mengimbau agar tidak ada pihak manapun yang mempolitisasi rencana pembentukan ekosistem ini.

“Konsolidasi unit usaha mikro ini kan peristiwa bisnis, bukan peristiwa politik. Saya setuju dengan Menteri, rangkaian kegiatan ini secara filosofi adalah peristiwa bisnis. Ini adalah pergeseran dari entitas punya negara pindah ke kantong BRI, hanya ini kemudian menumbuhkan kapitalisasi, secara teknikal bisnis bahwa sama-sama mempunyai kemanfaatan,” kata Nusron.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN