Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu konter BRI Syariah. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Salah satu konter BRI Syariah. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Ekspansi Bisnis, BRIsyariah Gunakan Dana Hasil IPO Rp 1,18 Triliun

Minggu, 17 Januari 2021 | 10:42 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) hingga akhir Desember 2020 mencatat realisasi penggunaan dana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) sejak 2018 senilai Rp 1,18 triliun dari dana hasil IPO yang mencapai Rp 1,31 triliun. Perseroan menggunakan dana tersebut untuk ekspansi bisnis selama dua tahun ini.

Adapun, BRIsyariah menggunakan dana hasil IPO tersebut untuk penyaluran pembiayaan, pengembangan sistem teknologi informasi, serta pengembangan jaringan kantor.

Merujuk keterbukaan informasi BRIsyariah pada akhir pekan lalu, BRIS efektif melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 April 2018, dengan dana hasil IPO sebesar Rp 1,31 triliun. Perseroan dalam dua tahun atau hingga akhir Desember 2020 telah merencanakan penggunaan dana hasil IPO tersebut untuk ekspansi bisnis.

"Memenuhi POJK Nomor 30/POJK.04/2015 tanggal 16 Desember 2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum, dengan ini terlampir kami sampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum BRIsyariah posisi 31 Desember 2020," tulis Ngatari.

Jika dirinci, rencana penggunaan untuk menyalurkan pembiayaan menjadi fokus BRIsyariah karena mayoritas hasil dana untuk ekspansi pembiayaan mencapai Rp 1,04 triliun dan direalisasikan dengan jumlah yang sama. Lalu, pengembangan sistem TI direncanakan sebesar Rp 164,82 miliar, serta pengembangan jaringan kantor senilai Rp 98,41 miliar.

Untuk mengembangkan sistem TI, BRIS telah menggunakan dana sebesar Rp 106,83 miliar, dan pengembangan jaringan kantor senilai Rp 30,13 miliar. Sehingga realisasi penggunaan dana IPO sebesar Rp 1,18 triliun, yang masih menyisakan dana hasil penawaran umum sejumlah Rp 125,46 miliar.

Sementara itu, dana hasil IPO yang belum direalisasikan tersebut ditempatkan BRIsyariah di Bank Indonesia (BI) dalam Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah (FASBIS) sebesar Rp 125,46 miliar dengan tingkat imbal hasil 3%.

Dalam realisasi penggunaan dana IPO untuk teknologi informasi, secara rinci dijelaskan untuk penggunaan TI untuk IPO sebesar Rp 101,96 miliar dari rencana awal Rp 144,78 miliar, kemudian TI untuk pendukung bisnis belum direalisasikan dari rencana Rp 15,32 miliar.

Serta realisasi penggunaan dana untuk digital banking solution mencapai Rp 4,86 miliar atau melebihi rencana awal sebesar Rp 3,91 miliar. Sehingga realisasi untuk TI yang telah digunakan sebesar Rp 106,83 miliar atau 65,13% dari rencana penggunaan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN