Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
(kiri-kanan) Co-Founder AwanTunai Rama Notowidigdo, Chief Product Officer AwanTunai Windy Natriavi, dan Chief Executive Officer AwanTunai Dino Setiawan. Foto: Ist

(kiri-kanan) Co-Founder AwanTunai Rama Notowidigdo, Chief Product Officer AwanTunai Windy Natriavi, dan Chief Executive Officer AwanTunai Dino Setiawan. Foto: Ist

Ekuitas Disuntik US$ 11,2 Juta, AwanTunai Raih Fasilitas Pinjaman US$ 45 Juta

Jumat, 27 Agustus 2021 | 18:17 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Penyelenggara fintech p2p lending AwanTunai memperoleh US$ 11,2 juta sebagai pendanaan ekuitas dari investor baru yakni BRI Ventures dan OCBC NISP Ventura, serta inventor eksisting yakni Insignia Ventures dan Global Brains. Selain itu, perseroan juga menerima fasilitas pinjaman senilai lebih dari US$ 45 juta dari Accial Capital dan Bank OCBC NISP guna mendukung bisnis grup AwanTunai.

Pendanaan dalam seri A2 tersebut digunakan untuk membiayai ekspansi dalam negeri AwanTunai. Diantaranya adalah sebagai upaya meneruskan komitmen perusahaan dalam memajukan dan memberdayakan UMKM mikro Indonesia dengan menyediakan akses terjangkau dan cepat terhadap pembiayaan.

Chief Executive Officer AwanTunai Dino Setiawan mengatakan, perseroan sedang membangun infrastruktur data untuk digitalisasi transaksi pembelian persediaan offline. Data tersebut efektif untuk manajemen risiko kredit dan membuka kesempatan bagi UMKM mikro yang sebelumnya minim akses agar dapat mengakses modal kerja yang berasal dari institusi perbankan mitra kami.

"Kami berharap AwanTunai menjadi platform yang membuat industri perbankan dapat menjangkau jutaan UMKM tradisional yang sebelumnya sulit memperoleh layanan," ucap Dino melalui siaran pers, Jumat (27/8).

Hingga bulan Juni 2021, AwanTunai telah bekerja sama dengan lebih dari 160 mitra supplier untuk membantu pedagang grosir tradisional melakukan digitalisasi dan pembiayaan usaha mereka.

Selain itu, perseroan juga menyediakan pembiayaan pembelian persediaan dan pemesanan online terintegrasi bagi konsumen warung UMKM mikro melalui aplikasi mobile AwanToko.

AwanTunai telah melayani lebih dari 8.000 pedagang mikro sebagai pengguna, dengan peningkatan jumlah pengguna yang berasal dari kota tier 2 dan 3 di Indonesia.

Seiring dengan capaian itu, Managing Director OCBC NISP Ventura Dary Ratulangi menuturkan, Jutaan UMKM yang tidak memiliki akses perbankan memiliki peran yang penting dalam perekonomian, pihaknya percaya bahwa dukungan dan akses terhadap modal akan memperkuat dan membantu mereka terus berjuang dalam pandemi ini.

"AwanTunai menyediakan akses lebih terhadap modal kerja bagi lebih bagi para UMKM yang kurang dilayani dengan akses lebih baik terhadap modal kerja. Kami bangga untuk meneruskan dukungan kami kepada AwanTunai untuk meningkatkan peran UMKM di Indonesia," kata Dary.

Sementara itu, CEO BRI Ventures Nicko Widjaja mengungkapkan, keberhasilan penggalangan dana investasi di tengah pandemi Covid-19 merupakan bukti kepercayaan investor terhadap bisnis AwanTunai. Penyelenggara fintech lending itu memiliki profil pelanggan yang serupa dengan BRI.

"Dengan memberdayakan pedagang mikro, yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, AwanTunai telah membantu usaha kecil mempertahankan dan mengembangkan usaha mereka dalam masa-masa yang sulit ini. Kami berharap dapat berkolaborasi lebih lanjut dengan AwanTunai untuk menjangkau UMKM yang selama ini kurang dilayani," ungkap Nicko.

Chief Investment Officer Accial Capital Michael Shum menyatakan, eksekusi AwanTunai yang kuat selama pandemi menjadi alasan utama dan menegaskan komitmen Accial Capital kembali ikut dalam putaran pendanaan tersebut. Kehadiran perusahaan diharapkan bisa mendukung perkembangan AwanTunai ke tahap selanjutnya.

"Mendukung ketahanan rantai pasok dan UMKM adalah prioritas paling utama dalam krisis ini. Kemajuan data AwanTunai telah memungkinkan ekosistem mereka yang terdiri atas pemasok dan pedagang mikro yang berbasis tunai untuk mencapai penghasilan yang lebih besar dan manajemen arus kas yang lebih baik melalui platform mereka," kata dia.

Melalui platform fintech berlisensi, AwanTunai menyediakan layanan digitalisasi pemesanan persediaan pembayaraan dan manajemen konsumen untuk pedagang grosir dan eceran tradisional. Kemudian juga menyediakan pembiayaan pembelian persediaan kepada supplier fast moving consumer goods (FMCG) dan pedagang mikro bahan pangan sehari-hari.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN