Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso memberi welcome speech saat acara Ekonomi Digital Outlook Forum 2020 di Jakarta, Jumat (8/11/2019). Seminar ini kerjasama Beritasatu Media Holdings dengan Tarsus Indonesia. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Ketua Dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso memberi welcome speech saat acara Ekonomi Digital Outlook Forum 2020 di Jakarta, Jumat (8/11/2019). Seminar ini kerjasama Beritasatu Media Holdings dengan Tarsus Indonesia. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Era Digital, Perbankan Tidak Perlu Buka Cabang Baru

Nida Sahara, Jumat, 8 November 2019 | 13:09 WIB

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai industri perbankan saat ini sudah tidak perlu membuka kantor cabang baru untuk ekspansi di tengah era digitalisasi saat ini. Pasalnya, membuka cabang membutuhkan investasi yang cukup besar, sehingga lebih diminta untuk mengembangkan teknologi digital.

"Sekarang perbankan ini tidak perlu lagi buka cabang, trennya tidak ada lagi bank yang buka cabang. Di daerah terpencil itu cukup dengan agen diberikan mesin EDC, sudah bisa saving dan kasih kredit mikro," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, di acara Ekonomi Digital Outlook Forum 2020 di Jakarta, Jumat (8/11/2019), yang digelar Beritasatu Media Holdings dengan Tarsus Indonesia.

Menurut Wimboh, tren ke depan bagi industri perbankan adalah mengembangkan cabang digital. Sebab, transaksi perbankan di industri 4.0 sudah serba digital, tidak lagi mengantre di kantor cabang untuk melakukan transaksi.

"Branchless sudah jadi tren perbankan ke depan, dan juga transaksi perbankan sudah bisa pakai internet, smartphone. Sudah tidak ada yang menunggu jam 8 pagi sampai 4 sore di cabang untuk transaksi," tutur Wimboh.

Ketua Dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso memberi welcome speech saat acara Ekonomi Digital Outlook Forum 2020 di Jakarta, Jumat (8/11/2019). Seminar ini kerjasama Beritasatu Media Holdings dengan Tarsus Indonesia.
Ketua Dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso memberi welcome speech saat acara Ekonomi Digital Outlook Forum 2020 di Jakarta, Jumat (8/11/2019). Seminar ini kerjasama Beritasatu Media Holdings dengan Tarsus Indonesia.

Hal tersebut menjadi peluang yang besar bagi industri perbankan saat ini untuk mengembangkan teknologi digitalnya untuk bisa menyasar lebih jauh di daerah-daerah tanpa perlu membuka cabang. Investasi teknologi digital disebut lebih murah dibandingkan dengan investasi membuka kantor cabang baru yang membutuhkan karyawan di cabang.

"Potensi Indonesia ini besar sekali dan Indonesia itu bisa maju, kita ini punya 17 ribu pulau, kalau didatangi secara fisik tentu sulit. Teknologi menjadi penting di sini, dan jadi peluang besar sekali," terang Wimboh.

Wimboh menegaskan, inovasi anak muda di Indonesia perlu didorong untuk bisa meningkatkan potensi Indonesia. Dengan begitu, Indonesia tidak akan menjadi obyek dan pasar dari negara lain.

Pihaknya juga mengajak generasi muda untuk belajar dan mengembangkan inovasinya di sektor keuangan. Untuk itu, OJK meminta sektor keuangan, seperti perbankan untuk fasilitasi inovasi anak muda.

"Kita sekarang ini jadi pasar dan obyek, ini tidak kita inginkan. Generasi muda harus bangkit dan menwarkan produk kalau bisa sampai ke luar Indonesia, perbankan juga saya imbau untuk membuat program wisa usaha muda, dengan begitu ekosistem harapannya terbentuk," tutur Wimboh

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA