Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Erick Thohir. Foto: IST

Erick Thohir. Foto: IST

UNTUK MEMPERKUAT KINERJA

Erick Bakal Rombak Manajemen Tiga Bank BUMN

Triyan Pangastuti, Kamis, 13 Februari 2020 | 09:20 WIB

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan kembali melakukan perombakan jajaran direksi dan komisaris pada tiga bank BUMN pada pertengahan Februari 2020. Ini dilakukan sebagai upaya penyegaran dan memperkuat kinerja perseroan.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga tak membantah rencana perombakan pejabat pada bank pelat merah yang menurutnya diperlukan untuk penyegaran dan penyesuaian dengan tantangan perseroan ke depan. "Untuk refreshing dan disesuaikan dengan tantangan ke depan dari BUMN tersebut," kata dia di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (11/2) malam.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat tiga bank BUMN yang akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada pekan depan. Ketiganya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri Tbk (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) Tbk. Sedangkan satu bank BUMN tersisa, yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, telah menggelar RUPST belum lama ini.

Ia mengatakan bahwa hampir semua BUMN mengalami penyegaran, dan yang pasti niatnya untuk memperkuat BUMN tersebut. Pergantian itu kalau ada agendanya dijalankan saja sesuai agenda. “Itu proses, biasanya kalau pergantian melihat TPA (Tim Penilai Akhir) juga," kata dia.

Di tempat terpisah, menanggapi kabar akan adanya perombakan menajemen tiga bank BUMN, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan RUPS dalam suatu perusahaan sudah memiliki jadwal tetap. Kendati begitu, ia tidak menjelaskan secara lebih detail, jabatan apa saja yang akan dirombak. "(Akan ada bongkar pasang?). Enggak, kok bongkar pasang. Kan yang namanya RUPS itu kan sudah ada waktunya tinggal saya rasa Bank Mandiri," ujar Erick Thohir di Menara Mandiri, Jakarta Rabu (12/2).

Dia melanjutkan, pergantian kepemimpinan jabatan dalam suatu perusahaan merupakan hal yang normal dilakukan. Kebijakan perlu diambil agar perusahaan memiliki pemimpin yang ahli di bidangnya. "Ya normal-normal saja. Selama kita bisa lihat orangnya punya expertise yang baik," jelas dia.

Arya juga menjelaskan bahwa Kementerian BUMN akan mempercepat rencana pembentukan holding rumah sakit BUMN dengan rencana yang sudah dimulai sejak 2017, namun belum terealisasi hingga 2020.“Dulu (tahun 2017) baru simbolis sekarang askelerasi (mempercepat) biar jalan, sambil memperbaiki strukturnya. Apalagi Pak Erick fokus ke health security. Makanya, ini menjadi salah satu fokus” jelas Arya.

Ia mengatakan, nantinya skema induk holding rumah sakit BUMN akan dipegang oleh PT Pertamina Bina Medika-IHC (Pertamedika) dan dimiliki oleh 15 perusahaan pelat merah yang mengoperasikan rumah sakit tersebut. Arya menyampaikan, akselerasi holding RS tengah berproses secara bertahap untuk menggabungkan sekira 64 RS yang berada di BUMN masing-masing dan setelah dihitung, baru ditetapkan penyertaan saham BUMN di holding rumah sakit.

Adapun Pembentukan holding ini ditargetkan dapat rampung pada Desember 2020 mendatang dengan proses konsolidasi dilakukan dalam tiga fase. "Ada prosesnya, Juni baru ketahuan proses berikutnya. Jangan dibikin waktu, tapi bisa lebih cepat, yang pasti diproses cepat. Di-inbreng, nanti dikasih ke atas (ke Pertamedika). Dihitung asetnya sebagai penyertaan ke holding. Jadi, holding jadi pengelola saja, nggak ada transaksi," kata dia.

Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan proses konsolidasi rumah sakit di kedua perusahaan ditargetkan dapat rampung pada Juni 2020, yang kemudian dilanjutkan rumah sakit BUMN lainnya. Konsolidasi fase pertama ini diharapkan memiliki pendapatan hingga Rp 5,6 triliun.

"Yang pertama kan Pelni dan Pertamina. Abis itu baru PTPN, Pelindo dan lain-lain. Tapi hari ini untuk operasionalnya, tidak menunggu kepemilikan, sudah mulai disinergikan operasionalnya," kata Erick usai acara Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum di Hotel Fairmont Jakarta, Jakarta, Senin (10/2).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA