Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Photo/Mohammad Defrizal

Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Photo/Mohammad Defrizal

HINGGA AKHIR DESEMBER 2020

Erick Targetkan Bayar Klaim Polis Jiwasraya Rp 1 Triliun

Selasa, 7 Juli 2020 | 11:24 WIB
Triyan Pangastuti ,Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com) ,Primus Dorimulu (primus@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan pembayaran klaim polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tahun ini sebesar Rp 1 triliun. Maret lalu, Jiwasraya telah membayar tunggakan klaim pemegang polis tahap pertama Rp 470 miliar, kepada 1.500 pemegang polis.

1Malaysia Development Berhad (1MDB). Oleh karena itu, dalam penanganannya membutuhkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga, antara lain dengan Kementerian Keuangan dan Kejaksaan. Kejaksaan Agung mendapat apresiasi, karena bukan hanya mengejar masalah pidana dengan memenjarakan orang yang bersalah, namun juga mendukung asset recovery.

Kan kami jika diberi amanah, tentu hasil kerja mesti nyata terutama membantu masyarakat dan pihak yang tidak diberikan fairness atau keadilan. Saya lihat kasus Jiwasraya bukan kerja saya sendiri tapi bersama Kemenkeu, juga Kejaksaan,” tandasnya._

Hexana Tri Sasongko. Sumber: BSTV
Hexana Tri Sasongko. Sumber: BSTV

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hexana Tri Sasongko menyampaikan, penjualan 70% saham anak usaha PT Jiwasraya Putra telah disepakati senilai Rp 2,6 triliun, kepada PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life). Sedangkan sisa 30% saham dimiliki oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.

Erick mengatakan, Kementerian BUMN tengah menyusun strategi agar target tersebut dapat tercapai. Pihaknya juga sedang memulihkan aset Jiwasraya, yang nanti hasilnya tidak langsung masuk ke BUMN, melainkan ke pemerintah terlebih dahulu.

“Ini masih dihitung business to business antara kami, recovery aset sangat dibutuhkan, tapi gak bisa langsung masuk ke kami. Mungkin masuk ke negara dulu, baru Negara bisa menyetorkan penambahan modal karena memang Jiwasraya 100% milik negara,” ujar Erick dalam wawancara khusus dengan Pemimpin Redaksi Investor Daily dan Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu, di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Senin (6/7).

Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) saat wawancara dengan Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holding Primus Dorimulu, di Jakarta, Senin (6/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) saat wawancara dengan Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holding Primus Dorimulu, di Jakarta, Senin (6/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Wawancara ini akan ditayangkan di BeritaSatu TV pada Kamis 9 Juli 2020 pukul 20.05 WIB. Erick mengatakan, kasus Jiwasraya merupakan kasus yang luar biasa besar, lebih besar dari kasus

“Pencarian pemilik baru Jiwasraya Putra telah ditentukan yakni Taspen Life. Saat ini, penjualan anak usaha perseroan masih dalam proses penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham (Conditional Sales Purchase Agreement/CSPA), nilainya Rp 2,6 triliun, itu (terjual) 70%,” ucap Hexana yang ditemui di sela sidang perkara tindak pidana korupsi Jiwasraya tahun 2008-2018 di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (6/7).

Kasus PT Asuransi Jiwasraya
Kasus PT Asuransi Jiwasraya

Sementara itu, hingga 18 Februari 2020, kasus Jiwasraya yang berujung pada gagal bayar klaim polis nasabah tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar Rp 16,13 triliun. Dengan posisi beban utang Rp 49,6 triliun, aset Rp 25,68 triliun, modal Rp 23,92 triliun, ma ka kebutuhan suntikan dana diperkirakan Rp 32,89 triliun untuk mencapai RBC 120%. Kementerian BUMN juga sudah melaporkan indikasi kecurangan di Jiwasraya kepada Kejaksaan Agung (Kejagung)._

Setelah pemerintah melihat secara rinci, laporan keuangan perusahaan dinilai tidak transparan. Tak hanya itu, Kementerian BUMN juga menilai banyak investasi Jiwasraya ditaruh di saham-saham gorengan. (ns/en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN