Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Askrindo

Askrindo

Februari, Askrindo Jamin KUR Rp 20,69 Triliun

Kamis, 18 Maret 2021 | 16:11 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) hingga Februari 2021 mencatatkan penjaminan kredit usaha rakyat (KUR) mencapai Rp 20,69 triliun atau tumbuh 20% secara year on year (yoy). Di samping itu, perseroan tetap meningkatkan cadangan guna menjaga kualitas penjaminan di level yang sehat.

Direktur Utama PT Askrindo Dedi Sunardi menyatakan, pihaknya tetap menjalankan tugas untuk menjamin kredit, terutama KUR disaat pandemi Covid-19. Hal itu sebagai bentuk dukungan kepada UMKM yang sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

"Dalam masa dua bulan pertama tahun ini, asuransi milik BUMN atau yang dikenal dengan sebutan PT Askrindo telah memberikan penjaminan kredit mencapai Rp 20,69 triliun, atau naik sekitar 20% dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan total jumlah debitur mencapai 553.537 UMKM dan jumlah tenaga kerja yang diserap mencapai 827.649 orang," kata Dedi melalui keterangannya, Kamis (18/3).

Dia mengatakan, stimulus pemerintah dalam rangka menghadapi dampak Covid-19 melalui OJK telah membantu Askrindo untuk bisa menjaga kualitas penjaminan. Adapun rasio tingkat penjaminan atau yang lebih dikenal dengan rasio non performing guarantee (NPG) terjaga di level yang sehat yakni sebesar 0,7%.

"Hal ini memperlihatkan kemampuan UMKM untuk membayar kewajibannya tetap berjalan dengan baik. Tantangan kedepan bagi kami menjaga rasio NPG di level yang sehat bila nanti peraturan OJK tersebut sudah dicabut," ujar Dedi.

Dia menerangkan, Askrindo akan meningkatkan likuiditas perusahaan sebagai bentuk antisipasi risiko. Diantaranya dengan menaikkan cadangan imbal jasa penjaminan (IJP) dan cadangan klaim dan reasuransi. Selain itu, perseroan juga bakal meningkatkan perolehan recoveries dengan tetap melakukan penagihan secara intens baik kepada perbankan maupun mitra bisnis secara langsung.

Dedi merinci, penjaminan kredit yang diberikan oleh Askrindo sebagai anak usaha Indonesia Financial Group (IFG) itu antara lain diberikan untuk sektor perdagangan mencapai Rp 9,31 triliun, dengan serapan tenaga kerja mencapai 291.265 orang. Sementara untuk sektor pertanian dan kehutanan mencapai Rp 6,1 triliun, atau menyerap tenaga kerja mencapai 365.343 orang.

Lebih lanjut, penjaminan kredit bagi industri kecil sebesar Rp 1,97 triliun, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 52.666 orang. Lalu sektor jasa dan sektor lainnya sebesar Rp 1,87 triliun, dengan serapan tenaga kerja mencapai 70.452 orang. Adapun sektor penyediaan akomodasi sebesar Rp 1,04 triliun, dengan serapan tenaga kerja 35.449 orang.

Sedangkan dari sektor perikanan dan kelautan tercatat sebesar Rp 374 miliar, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 11.993 orang. Serta penjaminan sektor konstruksi sebesar Rp 24 miliar, dengan serapan tenaga kerja mencapai 482 orang.

Hingga akhir tahun, pemerintah menetapkan target penyaluran KUR mencapai Rp 253 triliun. Askrindo menargetkan akan mengambil porsi sebesar Rp 126,5 triliun. Artinya sampai Februari 2021, Askrindo telah menjamin KUR sebesar 8,17% dari total target KUR pemerintah dan mencapai 16,35% dari target porsi KUR perseroan sepanjang tahun ini.

Sementara itu, imbal jasa penjaminan KUR diperkirakan mencapai Rp 2,9 triliun, tentu dengan tingkat risiko kredit yang terukur. "Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kami dalam menjalankan tugas menjamin KUR dimasa pandemi saat ini," pungkas Dedi.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN